GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ritual Bersih Desa, Warga Kemiren Banyuwangi Kompak Jemur Kasur

Warga Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi memiliki tradisi unik memasuki bulan Dzulhijjah. Mereka menjemur kasur massal pada Kamis (22/6) siang.
Kamis, 22 Juni 2023 - 14:31 WIB
Warga Kemiren Banyuwangi kompak menjemur kasur
Sumber :
  • happy oktavia

Banyuwangi, tvOnenews.com – Warga Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi memiliki tradisi unik memasuki bulan Dzulhijjah. Mereka menggelar jemur kasur massal pada Kamis (22/6) siang. Ritual ini merupakan rangkaian upacara bersih desa yang digelar rutin setiap tahun. Tujuannya, meminta berkah keselamatan.

Kasur yang dijemur warga Suku Osing ini juga tak kalah unik. Warnanya seragam, kombinasi hitam dan merah. Kasur ini merupakan warisan turun temurun. Jemur kasur dimulai ketika matahari mulai naik. Seluruh warga kompak mengeluarkan kasur masing-masing. Lalu, dijemur di depan rumah. Sepanjang jalan terlihat deretan kasur yang dijemur warga. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini merupakan tradisi rutin tahunan. Kami mengawali ritual bersih desa dengan menjemur kasur,” kata tokoh adat Kemiren, Adi Purwadi (63).

Tak sekadar bersih-bersih, kegiatan menjemur kasur ini juga memiliki filosofi. Yaitu, membersihkan segala pengaruh buruk dalam keluarga. Warna kasur merah hitam ini juga sarat makna. Warna merah melambangkan semangat dan keberanian kerja. Sedangkan warga hitam simbol keabadian. 

“Jadi, kasur ini memiliki makna, sebuah keluarga itu bisa bahagia jika langgeng dan mau bekerja keras,” jelas pria yang akrab disapa Kang Pur ini.

Bagi warga Kemiren, kasur merah hitam tak sekadar tempat tidur. Perabot ini menjadi hadiah pernikahan bagi keluarga yang memiliki anak perempuan. Ketika menikah, anak perempuan akan dibuatkan kasur merah hitam ini. Meski zaman sudah modern, kasur merah hitam tetap menjadi ciri khas warga Kemiren.

Usai jemur kasur, puncak ritual bersih desa diisi dengan pesta tumpeng pada malam hari. Kegiatan ini dikenal dengan Festival Tumpeng Sewu. Warga keluar rumah bersamaan, lalu duduk di depan rumah masing-masing. Mereka menyiapkan tumpeng dengan menu khas pecel pitik. Bahannya, ayam bakar diramu parutan kelapa, dengan cita rasa gurih pedas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Setelah tumpengan, ritual kami lanjutkan dengan pembacaan lontar Yusuf,” tegas Pur.

Ritual bersih desa ini bertujuan meminta berkah keselamatan. Warga berharap bisa jauh dari pagebluk dan hasil panennya melimpah. Tradisi ini menjadi kunjungan menarik wisatawan. Setiap tahun, banyak wisatawan domestik dan asing yang ikut berbaur dalam tradisi ini. (hoa/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar, Dedi Mulyadi wacanakan hapus pajak kendaraan, hingga alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung.
Wacana Konvensi LPG ke CNG Dinilai Positif, Hidupkan Kembali Ekonomi Rakyat Madura

Wacana Konvensi LPG ke CNG Dinilai Positif, Hidupkan Kembali Ekonomi Rakyat Madura

Pemerintah berencana melakukan konversi energi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG).
Buntut Kasus Pencabulan Santriwati, Ketua PWNU Jateng: Ponpes di Pati Bukan Pesantren NU, Kiai Ashari itu Dukun

Buntut Kasus Pencabulan Santriwati, Ketua PWNU Jateng: Ponpes di Pati Bukan Pesantren NU, Kiai Ashari itu Dukun

Ketua PWNU Jateng, Gus Rozin membantah Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati milik Kiai Ashari, tersangka kasus pencabulan santriwati bagian dari NU.
Begal di Palmerah Bacok Korban Demi Beli Sabu, Polisi Ungkap Ternyata Pelaku Juga Kurir Narkoba

Begal di Palmerah Bacok Korban Demi Beli Sabu, Polisi Ungkap Ternyata Pelaku Juga Kurir Narkoba

Tabir di balik aksi pembegalan sadis yang menimpa seorang pengendara motor di Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, akhirnya terungkap. 
Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

MC pada Lomba Cerdas Cermat yang bernama Shindy Lutfiana mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang telah menyinggung banyak pihak.
Dedi Mulyadi Evaluasi Tata Kelola Tambang, Proyek Strategis di Bogor Terancam Mangkrak? Ini Penjelasan Wakil Bupati

Dedi Mulyadi Evaluasi Tata Kelola Tambang, Proyek Strategis di Bogor Terancam Mangkrak? Ini Penjelasan Wakil Bupati

Rencana evaluasi besar-besaran aktivitas tambang di Kabupaten Bogor oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dapat dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat. 

Trending

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Istana Wakil Presiden mendadak menjadi lokasi pertemuan spesial bagi sepuluh pelajar SMAN 1 Pontianak, Rabu (13/5). 
Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MC Senior beri teguran untuk Shindy Lutfiana
Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

MC pada Lomba Cerdas Cermat yang bernama Shindy Lutfiana mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang telah menyinggung banyak pihak.
Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT