News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Asmara Terlarang Guru SD dengan Suami Orang hingga Hamil 6 Bulan, Minta Suami Tanggung Jawab

kisah asmara terlarang guru SD jalin hubungan gelap dengan suami orang yang kini diketahui guru tersebut sudah hamil dengan usia kandungan 7 bulan berjalan.
Jumat, 23 Juni 2023 - 12:15 WIB
Kisah Asmara Terlarang Guru SD hamil 6 Bulan
Sumber :
  • tim tvone - agus wibowo

Pacitan, tvOnenews.com - Hubungan pacaran dan perselingkuhan seringkali kehilangan kendali hingga hamil. Peristiwa tersebut berakibat terhadap keharmonisan dalam sebuah rumah tangga. Sebaik apapun pasangan dan karena niat pasti perselingkuhan itu akan terjadi. Seperti kisah asmara terlarang seorang guru SD yang menjalin hubungan gelap dengan suami orang yang kini diketahui guru tersebut sudah hamil dengan usia kandungan 7 bulan berjalan.

Guru E, kesehariannya mengajar di SD Nawangan 2 Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Sedangkan kekasihnya RD merupakan guru di sekolah yang sama. RD juga tercatat sebagai petugas Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Nawangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

EL telah lama pisah ranjang dengan suaminya NR selama 1,5 tahun lebih. Prahara rumah tangganya bukan karena ekonomi, namun akibat orang ketiga yang telah membuat rumah tangganya seperti saat ini.

"Pernikahan kami tidak harmonis. Saya sering mengingatkan tapi tidak diindahkan EL. Pinjam uang sana sini untuk selingkuhannya," terang NR (suami EL).

Istrinya yang sudah hamil berjalan 7 bulan itu, memintanya untuk bertanggung jawab, namun dirinya menolak. Sebab NR sejak pisah ranjang tidak serumah atau bahkan bersetubuh dengannya. 2 kali EL meminta NR untuk pisah cerai.

"Tidak kumpul serumah atau bahkan seranjang. Sudah saya pasrahkan ke orangtuanya, karena dia sudah tidak mau lagi hidup dengan saya. 2 kali bilang mau ceraikan saya. Kok sekarang malah saya diminta tanggung jawab atas perbuatan zinanya dengan orang lain. Ya enggak mau lah," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Kabid Pendidik dan Tenaga Pendidikan Dinas Pendidikan Pacitan, Rino Budi Santoso, mengungkapkan bahwa oknum guru itu sudah dilakukan pemanggilan. Upaya tindak lanjut kami proses sesuai dengan prosedur dan aturan dalam UU kepegawaian. Setelah itu nanti Dinas akan memanggil Kepala Sekolah dimana EL mengajar.

"EL meng iya kan perbuatannya. Ketika kami panggil dan meminta keterangannya, EL menangis sambil curhat lantaran suaminya tidak mau tanggung jawab atas kehamilannya. Ya soal itu kami tidak tahu. Kami hanya menegakkan kode etik ASN, hasilnya kita serahkan ke Badan Kepegawaian," terangnya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Hujan deras menyebabkan 39 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan, terendam banjir, Rabu (4/2/2026).
Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko menanggapi kasus anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) nekat bunuh diri. Ia menyinggung soal bansos.
Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Namun, kepolisian memastikan proses pendalaman tetap dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh.
Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Ketum Kadin menegaskan bahwa agenda pertumbuhan hijau Indonesia tidak terlepas dari kisah besar transisi energi yang kini menjadi medan persaingan global.
Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya amankan dua wanita yang terlibat dalam peredaran narkotika jenis Etomidate di dua lokasi berbeda, wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Komisi XI DPR Bentuk Panja Revisi UU P2SK, Misbakhun: Penguatan Sektor Keuangan Harus Responsif ke Pasar

Komisi XI DPR Bentuk Panja Revisi UU P2SK, Misbakhun: Penguatan Sektor Keuangan Harus Responsif ke Pasar

Komisi XI DPR RI menyepakati pembentukan panitia kerja untuk membahas revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT