News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cek Kesamaan Barang Bukti Karpet, Polisi akan Bawa Pemilik Kontrakan Berdarah Ponorogo ke Polres Ngawi

Polisi akan mengajak pemilik rumah kontrakan di Jatisari, Ponorogo ke Polres Ngawi, untuk mengecek kesamaan karpet pembungkus mayat yang ditemukan di Tol Ngawi
Sabtu, 1 Juli 2023 - 15:59 WIB
Polisi Akan Bawa Pemilik Rumah Kontrakan Berdarah Ponorogo ke Polres Ngawi
Sumber :
  • aris sutikno

Ponorogo, tvOnenews.com - Satreskrim Polres Ponorogo, akan segera mengajak pemilik rumah kontrakan berdarah di Dusun Jatisari, Desa Semanding, Kecamatan Jenangan ke Polres Ngawi, untuk mengecek kesamaan barang bukti karpet pembungkus mayat yang ditemukan di Bawah Tol Ngawi Kilometer 557, dengan karpet miliknya yang berada di rumah kontrakannya yang hilang bersamaan dengan pengontraknya. 

Karena beredar kabar di lingkungan Desa Semanding, karpet tersebut sama ciri-cirinya dengan karpet yang digunakan untuk membungkus mayat yang ditemukan di Tol Ngawi, terlebih lagi dari keterangan saksi di sekitar rumah kontrakan, mengetahui ada dua orang yang mengeluarkan gulungan karpet dari dalam rumah dan dimasukkan ke mobil dan setelah itu penghuni rumah kontrakan tersebut hilang tidak ada kabarnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Nikolas Bagas Yudi Kurnia, saat dikonfirmasi media menjelaskan, selain mencocokkan darah dan tes DNA, polisi akan segera mengajak pemilik kontrakan ke Polres Ngawi untuk mengecek barang bukti karpet. 

"Kita mendapat informasi ada kemiripan ciri-ciri antara karpet pembungkus mayat di Ngawi dengan karpet yang hilang di rumah kontrakan. Untuk meyakinkan, akan kita ajak pemilik kontrakan ke Ngawi, melihat langsung karpet pembungkus mayat itu," terang AKP Nikolas. 

Tim Unit Pidum dan Tim Buru Sergap Polres Ponorogo juga sudah mendatangi TKP penemuan mayat di Tol Ngawi Kilometer 557. Selain itu, Satreskrim juga sudah mengambil sampel darah korban yang akan dicocokkan dengan bercak darah yang tersisa di rumah kontrakan di Desa Semanding, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. 

Selain karpet dengan dominan warna merah corak kembang kembang, menurut Niko juga ditemukan barang lain, yakni beberapa sarung bantal dan kain. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Selain karpet, juga ditemukan beberapa barang bukti lainnya yakni sarung bantal dan kain," jelas Niko. 

AKP Niko menambahkan, pihak Polres Ngawi dan tim tengah memastikan identitas korban. Oleh sebab itu, pihaknya pada Sabtu malam juga mengambil beberapa sampel tubuh korban, untuk dicocokkan dengan sampel darah yang menempel di beberapa bagian, di dalam rumah kontrakan yang ada di Dusun Jatisari, Desa Semanding, Kecamatan Jenangan. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mengenal Aplikasi Imah Aing, Terobosan Baru KDM agar Masyarakat Berpenghasilan Rendah Miliki Rumah

Mengenal Aplikasi Imah Aing, Terobosan Baru KDM agar Masyarakat Berpenghasilan Rendah Miliki Rumah

Dedi Mulyadi mengatakan digitalisasi pengajuan bantuan diperlukan untuk memangkas birokrasi dan meningkatkan transparansi dalam penanganan rumah tidak layak huni (rutilahu)
Erwin Beberkan Perkembangan Soal Kasus Pelecehan Seksual di UI: Akan Dilakukan Investigasi

Erwin Beberkan Perkembangan Soal Kasus Pelecehan Seksual di UI: Akan Dilakukan Investigasi

Buntut kasus dugaan pelecehan seksual secara verbal yang melibatkan sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Kini UI melakukan investigasi
Meski Rumahnya Terancam Digusur, Ibu Ini Justru Bersyukur Anaknya Bisa Kuliah Berkat Bantuan Dedi Mulyadi

Meski Rumahnya Terancam Digusur, Ibu Ini Justru Bersyukur Anaknya Bisa Kuliah Berkat Bantuan Dedi Mulyadi

Kisah haru Ceu Nining, penjual kopi di gubuk liar yang terancam digusur, namun bersyukur karena anaknya bisa tetap kuliah berkat bantuan Dedi Mulyadi.
Bareskrim Ceritakan Cara Ki Bedil Jual Senpi Ilegal: Harganya Sekitar Rp15-20 Juta

Bareskrim Ceritakan Cara Ki Bedil Jual Senpi Ilegal: Harganya Sekitar Rp15-20 Juta

Bareskrim Polri ceritakan tentang Tatang Sutardin alias Ki Bedil menjual senjata api (senpi) ilegal hasil rakitannya melalui media sosial. Senpi itu, menurut
Pantas KDM Cabut Izin SMK IDN Bogor, Ternyata Pihak Sekolah Tidak Mengurus Perizinan Selama 4 Tahun

Pantas KDM Cabut Izin SMK IDN Bogor, Ternyata Pihak Sekolah Tidak Mengurus Perizinan Selama 4 Tahun

Komisi V DPRD Jawa Barat menyayangkan pihak SMK IDN Bogor tidak mengurus perizinan selama kurang lebih empat tahun hingga berimbas terhadap nasib para siswa....
Viral, Atasan Gadai SK Anggota Satpol PP Bogor, Pupung Ceritakan Kronologinya

Viral, Atasan Gadai SK Anggota Satpol PP Bogor, Pupung Ceritakan Kronologinya

Viral di media sosial terkait anggota Satpol PP Kota Bogor mengaku SK pengangkatannya digadai atasan ke bank hingga menunggak cicilan. Akibatnya tunjangan bulan

Trending

Pantas Kades Menolak Keras Penjagaan Jembatan Cirahong Dihentikan Dedi Mulyadi, Penghasilannya Fantastis

Pantas Kades Menolak Keras Penjagaan Jembatan Cirahong Dihentikan Dedi Mulyadi, Penghasilannya Fantastis

Penjagaan Jembatan Cirahong dihentikan Dedi Mulyadi picu protes kades. Terungkap potensi penghasilan warga dari pungutan bisa capai puluhan juta per bulan.
16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa

16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Akhirnya Dimunculkan, Sidang Dini Hari Berubah Jadi Ledakan Emosi Massa

16 mahasiswa FH UI pelaku pelecehan seksual dimunculkan dalam sidang dini hari, massa bereaksi keras dan tuntut sanksi tegas dari kampus.
Di Depan Dedi Mulyadi, Sahara Sempat Akui Khilaf Sebut Yai Mim ‘Dugong’: Itu Sangat Salah

Di Depan Dedi Mulyadi, Sahara Sempat Akui Khilaf Sebut Yai Mim ‘Dugong’: Itu Sangat Salah

​​​​​​​Sahara akui khilaf di depan Dedi Mulyadi usai sebut Yai Mim ‘dugong’. Ia menyebut ucapannya sangat salah dan menyampaikan permintaan maaf terbuka.
Buntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, BEM UI Angkat Bicara

Buntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, BEM UI Angkat Bicara

Buntut kasus dugaan pelecehan seksual di grup chat mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UI, membuat  Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shun Imawan angkat bicara. Bahkan BEM
Video Detik-detik Dua Mahasiswa UI Diduga Pelaku Pelecehan Seksual Diarak Massa

Video Detik-detik Dua Mahasiswa UI Diduga Pelaku Pelecehan Seksual Diarak Massa

Baru-baru ini mencuat di media sosial terkait video detik-detik dua mahasiswa UI yang diduga pelaku pelecehan seksual diarak massa. Bahkan beredar kabar terkait
Datang Jauh-Jauh dari Bekasi, Dedi Mulyadi Ungkap Kisah Hidup Kepsek yang Sempat Ngamuk di Pos Satpam

Datang Jauh-Jauh dari Bekasi, Dedi Mulyadi Ungkap Kisah Hidup Kepsek yang Sempat Ngamuk di Pos Satpam

​​​​​​​Dedi Mulyadi ungkap kisah haru kepsek dari Bekasi yang sempat marah di pos satpam. Di balik emosinya, tersimpan perjuangan panjang dan beban hidup berat.
Dean James Akhirnya Buka-bukaan Soal Skandal Paspor Indonesia di Belanda: Saya Dinonaktifkan dan ...

Dean James Akhirnya Buka-bukaan Soal Skandal Paspor Indonesia di Belanda: Saya Dinonaktifkan dan ...

Bek andalan Go Ahead Eagles Dean James akhirnya bisa bernapas lega. Setelah sempat terjerat polemik administratif bertajuk “Passportgate”, pemain Timnas Indone-
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT