News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gelar Kajian Lintas Iman, Young Budhist Association Bahas Moderasi Beragama

Young Buddhist Association Indonesia (YBAI) bersama studiagama.id menggelar kajian membahas tentang moderasi beragama dalam pandangan agama-agama secara virtual
Senin, 10 Juli 2023 - 14:22 WIB
Kajian mdoerasi beragama secara virtual
Sumber :
  • syamsul huda

Surabaya, tvOnenews.com - Young Buddhist Association Indonesia (YBAI) bersama studiagama.id menggelar kajian membahas tentang moderasi beragama dalam pandangan agama-agama. Kajian yang digelar secara online itu, menghadirkan tokoh-tokoh dari agama Buddha, Kristen, dan juga Hindu. Acara dipandu langsung oleh William Umboh, seorang pekerja seni dan Duta Cerita dari The Habibie Center. 

Tokoh agama Buddha, Bhikkhu Dhammasubho Mahathera mendapatkan kesempatan pertama, untuk menyampaikan pendapatnya tentang moderasi agama versi agama Buddha. Menurutnya, dalam ajaran Buddha, ada Majjhima Patipada yang merupakan jalan tengah atau middle way, karena Sidharta itu adalah orang yang antitesis atau anti kemapanan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi, Sidharta yang merupakan anak seorang raja dan anak tunggal meninggalkan kemewahan itu semua karena memang orang yang antitesis dan anti kemamapanan. Dia menjalani pertapaannya yang bermacam-macam,” terang Bhikku Dhammasubho Mahathera.

Pendeta Aryanto Nugroho yang merupakan pimpinan Gereja JAGI juga menyampaikan pandangannya saat itu. Menurutnya, Guru Agung Yesus Kristus hadir di tengah-tengah orang Yahudi yang sangat sektarian dan membenci orang non Yahudi. Makanya, saat itu dia melakukan reformasi antara orang Yahudi dengan orang non Yahudi. 

“Yesus Kristus menunjukkan bahwa relasi keberagamaan dengan Allahnya itu tidak perlu memutus hubungan dengan sesama manusia. Makanya, ketika ditanya oleh ahli taurat apa sebenarnya inti ajaranmu itu? Dia menjawab inti ajaranku adalah kenallah Allah yang satu itu dan kasihlah dia dengan sepenuh hati, dan kedua, perlakukanlah sesama manusia itu seperti dirimu sendiri,” kata Pendeta Aryanto.

Baginya yang merupakan Kristen Unitarian berpandangan bahwa Allah itu benar-benar satu. Kalau hanya ada satu Allah yang disembah oleh semua manusia, tentu saja keselamatan itu tidak hanya dimiliki oleh salah satu institusi agama tertentu. 

Sementara itu, tokoh agama Hindu KA Widiantara yang merupakan Ketua Acarya Media Nusantara, mencermati bahwa apa yang dipaparkan oleh bhikku dan pendeta itu nilai-nilai dan saripatinya sebenarnya hampir mirip secara substansinya, meskipun istilahnya berbeda. 

“Jadi, nilai-nilai yang disampaikan dari agama masing-masing sebenarnya sebelah dua belas substansinya, meskipun istilahnya berbeda,” katanya. 

Ia juga menjelaskan, moderasi beragama dari versi agama Hindu. Menurutnya, di Hindu itu ada istilah titik harmoni. Bahkan, di Hindu itu ada konsep Tri Hita Karana yang merupakan konsep atau ajaran dalam agama Hindu yang selalu menitikberatkan bagaimana antara sesama bisa hidup berdampingan, saling bertegur sapa satu dengan yang lain, tidak ada riak-riak kebencian, penuh toleransi dan penuh rasa damai. 

Oleh karena itu, ketiga tokoh agama ini semuanya sepakat bahwa moderasi beragama itu sangat penting. Bahkan, ketikga ditanya apakah moderasi beragama itu bertentangan dengan ajaran agama? Semuanya menjawab tidak bertentangan dan malah sebaliknya, bahwa moderasi beragama itu sebenarnya sudah diajarkan dalam agama. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Young Buddhist Association Indonesia, Limayono Tanto, selaku penyelenggara acara ini bersyukur, karena acara ini berjalan dengan lancar. Ia juga memastikan bahwa YBAI itu terbuka, inklusif dan rendah hati untuk mendukung segala aktivitas yang berformat moderasi beragama. 

“Karena dengan moderasi beragama inilah kita mampu menyebarkan ajaran agama Buddha serta memperkokoh silaturahmi dengan saudara-saudari kita antar umat bergama di Indonesia,” pungkasnya. (sha/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT