GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pesan Terakhir Bayu ke Istrinya sebelum Hilang Terseret Ombak Pantai Jembatan Panjang

Bayu, satu dari lima korban yang terseret ombak Pantai Jembatan Panjang di Desa Sumberbening, Malang, sebelumnya masih memberikan pesan kepada istrinya.
Kamis, 13 Juli 2023 - 09:51 WIB
Pantai Jembatan Panjang Malang
Sumber :
  • edi cahyono

Malang,tvOnenews.com - Bayu, satu dari lima korban yang terseret ombak Pantai Jembatan Panjang di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Sabtu (9/7) pagi, sebelumnya masih memberikan pesan kepada istrinya.

Bayu Perbangsa (39) warga Perum Casablanca, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dan merupakan korlap Tour Leader Ciliwung Camp hingga hari kelima ini, belum ditemukan oleh Tim Sar Gabungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bayu  terakhir berkomunikasi dengan keluarganya, Jumat (7/7) pukul 07.22 WIB. Kepada istrinya, Nita Sonia, Bayu memberi kabar melalui pesan WhatsApp (WA) bahwa pantai sedang hujan lebat. Ia sempat mengirim foto kepada sang istri.

Nita mengunggah tangkapan layar terakhir kali dirinya berkomunikasi ke instagram pribadinya. Menurut kesaksian relawan, Nita langsung menuju ke lokasi Pantai Jembatan Panjang saat  mengetahui informasi suaminya terseret ombak. Nita setia menunggu hingga malam hari.

"Saat tahu kejadian, istrinya langsung meluncur ke sana,” ujar salah seorang relawan Malang, Dwi Susiati kepada tvOnenews.com. 

Nita juga sempat menunggu suaminya itu di pinggir pantai hingga malam hari.

“Ya Allah, Engkaulah Tuhan yang memberi keselamatan. Dari keselamatan. Maha Suci Allah, Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan. Yang…, aku tau disana pasti dingin banget, kamu semangat kamu kuat aku sudah di sini nunggu kamu, ayo kita pulang sama-sama,” tulis Nita dalam unggahan instagram pribadinya.

Dia juga menunggu saat pagi buta menjelang pencarian hari kedua, Minggu (9/7) kemarin. Menurut kesaksian warga, Nita menunggu lagi di pasir pantai. Bahkan dia menyiapkan kopi dan rokok untuk sang suami dengan harapan Bayu segera kembali.

"Tadi pagi (kemarin) di sini, istrinya nangis nunggu suaminya,” ucap Rokip, salah seorang pemilik warung.

Dia menyebut, bahwa Nita menunggu hingga apel pagi jelang pencarian dilakukan. Hingga akhirnya, Nita diharuskan istirahat oleh tim relawan karena tak enak badan. 

Rokip menceritakan, Bayu adalah salah satu dari tiga WNI yang datang untuk menyelamatkan dua mahasiswa. Salah satunya sempat memainkan paddle board Surf atau semacam papan selancar dengan dayung hingga terseret arus. 

Tampak di lokasi, paddle board milik Ana tersangkut di salah satu pulau kecil tak jauh dari lokasi hilangnya para korban.

“Sudah ada yang memperingatkan, mereka ada yang bawa semacam selancar dan akhirnya hanyut. Yang mau nolong malah ikut terbawa ombak,” imbuh Rokip. 

Sementara itu, Ruspandi alias Pendik (24) warga Jalan Tritomulyo, Desa Klagen, Kecamatan Tajinan, juga sempat terseret gelombang laut. Keluarganya sempat menangis sebelum mendapat informasi Ruspandi, yang menjadi tulang punggung keluarga itu, ditemukan.

“Orang tuanya Pendik sekarang masih di pantai untuk bertemu. Mereka terkejut mendengar informasi musibah dan langsung ke pantai jam 10 malam (Sabtu),” ujar Maryadi, kakek Ruspandi.

Ruspandi bekerja sebagai pemandu wisata. Dia diketahui kerap mengajak tamu berwisata. Ruspandi melakukan itu sembari kuliah di UB. Sebentar lagi ujian skripsi. Ia tulang punggung keluarga. Saudaranya dua, perempuan. Masih duduk di bangku kelas 1 SD dan Kelas 1 SMP. Orang tuanya tinggal dengan Maryadi.

“Orang tua bersama dua adiknya tinggal di sini (rumah Maryadi). Sedangkan, Ruspandi jarang tidur di rumah. Dia sibuk kerja sambil kuliah,” urainya.

Bagian tubuh Ruspandi diketahui Maryadi mengalami memar akibat terombang-ambing di laut. Lalu diduga terbentur karang. Hal itu membuat keluarga panik.

“Saya mendapat informasi dan fotonya, tubuh Ruspandi memar,” sambung Maryadi.

Perlu diketahui  dengan ditemukannya I Made Indraprastha, total sebanyak tiga dari lima korban yang terseret ombak di Pantai Jembatan Panjang, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur sudah ditemukan.

Dua korban yang belum ditemukan adalah Jana Olovia Soland (24) asal Swiss dan Bayu (40), warga Kedungkandang, Kota Malang.

Sekadar diketahui, pada Sabtu (8/7) rombongan 29 mahasiswa Fakulktas Kedokteran dari Universitas Brawijaya Malang mengadakan tour ke Pantai Jembatan Panjang. 29 mahasiswa terdiri dari 17 WNA dan 12 WNI. 

Setibanya di lokasi, rombongan berenang di pantai, termasuk korban Anna asal Spanyol dan Janna asal Swiss. Nahas, karena ombak terlalu besar, Anna dan Janna tidak bisa menepi.

Mereka justru terbawa ombak dan menyangkut di pulau kecil. 

Melihat wisatawan asing yang tidak bisa kembali, tiga tour leader yakni Bayu, Pendik, dan Made berusaha menolongnya. 

Namun, nahasnya lagi mereka justru ikut terseret ombak dan dikabarkan hilang. 

Pada malam harinya, tour leader Muhammad Ruspandi alias Pendik berhasil diselamatkan oleh rescue di tengah laut sisi selatan Pantai Kondangmerak. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendik berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Kini menyisakan tiga korban yang belum ditemukan.

Kemudian, kemarin Minggu (9/7) mahasiswa asal Spanyol yang bernama Ana Brieva Ramirez ditemukan di Pantai Bantol, Desa Banjarejo Kecamatan Donomulyo. Ia ditemukan dalam keadaan selamat. (eco/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mendikdasmen Sebut Mulai 2027 Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD

Mendikdasmen Sebut Mulai 2027 Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkapkan mulai tahun 2027 bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di SD.
Jelang 17 Agustus, Bendera dan Pernak-pernik Kemerdekaan Ramai Diburu Warga Surabaya

Jelang 17 Agustus, Bendera dan Pernak-pernik Kemerdekaan Ramai Diburu Warga Surabaya

Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, semangat cinta tanah air tampak semakin memancar di sudut-sudut Kota Surabaya.
Pawai HUT ke-81 RI di SD Muhlas Surabaya, Siswa Tampil dengan Kostum Daur Ulang

Pawai HUT ke-81 RI di SD Muhlas Surabaya, Siswa Tampil dengan Kostum Daur Ulang

Sebanyak 821 siswa tampil memukau mengenakan kostum hasil kreasi berbahan bekas dalam Pawai Kemerdekaan bertema “Green and Clean Kostum Daur Ulang”,
Gugatan Cerai di Karawang, Didominasi Pengajuan Isteri

Gugatan Cerai di Karawang, Didominasi Pengajuan Isteri

Gugatan perceraian yang diajukan oleh pihak isteri lebih mendominasi dalam perkara perceraian yang ditangani oleh Pengadilan Agama Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Gempa Sumatera Utara Terasa Hingga Pantai Barat Malaysia

Gempa Sumatera Utara Terasa Hingga Pantai Barat Malaysia

Gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang terjadi di Sumatera Utara pada Sabtu sekitar pukul 17.57 WIB, terasa hingga ke Pantai Barat Semenanjung Malaysia.
Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong

Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong

Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pukul 23.25 WITA.

Trending

Mendikdasmen Sebut Mulai 2027 Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD

Mendikdasmen Sebut Mulai 2027 Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkapkan mulai tahun 2027 bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di SD.
Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong

Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong

Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pukul 23.25 WITA.
Jelang 17 Agustus, Bendera dan Pernak-pernik Kemerdekaan Ramai Diburu Warga Surabaya

Jelang 17 Agustus, Bendera dan Pernak-pernik Kemerdekaan Ramai Diburu Warga Surabaya

Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, semangat cinta tanah air tampak semakin memancar di sudut-sudut Kota Surabaya.
Pawai HUT ke-81 RI di SD Muhlas Surabaya, Siswa Tampil dengan Kostum Daur Ulang

Pawai HUT ke-81 RI di SD Muhlas Surabaya, Siswa Tampil dengan Kostum Daur Ulang

Sebanyak 821 siswa tampil memukau mengenakan kostum hasil kreasi berbahan bekas dalam Pawai Kemerdekaan bertema “Green and Clean Kostum Daur Ulang”,
Gempa Sumatera Utara Terasa Hingga Pantai Barat Malaysia

Gempa Sumatera Utara Terasa Hingga Pantai Barat Malaysia

Gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang terjadi di Sumatera Utara pada Sabtu sekitar pukul 17.57 WIB, terasa hingga ke Pantai Barat Semenanjung Malaysia.
Bertahun-tahun Nyeri Akibat Asam Lambung akan Segera Sirna, Minum Resep Alami ala dr Zaidul Akbar

Bertahun-tahun Nyeri Akibat Asam Lambung akan Segera Sirna, Minum Resep Alami ala dr Zaidul Akbar

Asam lambung dapat menjadi gangguan kesehatan yang serius. dr. Zaidul Akbar membagikan sebuah resep minuman alami yang diyakini ampuh mengatasi asam lambung
Gugatan Cerai di Karawang, Didominasi Pengajuan Isteri

Gugatan Cerai di Karawang, Didominasi Pengajuan Isteri

Gugatan perceraian yang diajukan oleh pihak isteri lebih mendominasi dalam perkara perceraian yang ditangani oleh Pengadilan Agama Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT