News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sulap Sampah Jadi Briket, Cara Pemuda Sungonlegowo Wujudkan Gresik Bebas Sampah

Demi impiannya mewujudkan Gresik bebas sampah dan ramah anak, para pemuda dan Pemdes Sungonlegowo, berhasil menyulap tumpukan sampah menjadi bahan bakar briket.
Selasa, 8 Agustus 2023 - 15:15 WIB
Pengolahan sampah jadi bahan bakar briket
Sumber :
  • m habib

Gresik, tvOnenews.com - Demi impiannya mewujudkan Gresik bebas sampah dan ramah anak, para pemuda dan Pemdes di Desa Sungonlegowo, berhasil menyulap tumpukan sampah menjadi bahan bakar briket. Hal itu ditandai dengan diresmikannya Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di desa mereka oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, Senin (7/8).

"Alhamdulillah, Sungonlegowo sudah revolusioner. Punya inovasi dalam pengolahan sampah melalui TPS3R ini. Maka, ini menjadi bukti bahwa masyarakat kita berfikir untuk menjaga lingkungan dari sampah, meskipun dengan proses yang cukup lama," ujar Bupati Gresik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikatakan Gus Yani, panggilan Bupati Gresik, membutuhkan waktu cukup lama karena pembangunan TPS3R ini telah dicicil sejak tiga tahun yang lalu melalui dana desa. Bangunan berukuran 20x8 meter itu telah beroperasi sejak beberapa waktu lalu dan menyerap delapan tenaga kerja yang didominasi oleh pemuda desa.

TPS3R Desa Sungonlegowo sendiri dapat mengolah sampah hingga empat ton sehari. Sampah organik yang telah diolah dapat digunakan sebagai pupuk kompos. Ditambah lagi dengan adanya bantuan mesin briket dari Gus Yani, TPS3R Sungonlegowo juga dapat memproduksi briket dari sampah.

"Kita juga bantu belikan peralatan pengolahan sampah. Artinya kita membantu sesuai dengan konsentrasi desa. Di sini kita berikan mesin RDF yang dapat menghasilkan briket, yang dapat menjadi bahan bakar alternatif pengganti kayu bakar," ujarnya.

Gus Yani juga mengatakan, Desa Sungonlegowo merupakan yang pertama menerapkan TPS3R di wilayah Gresik utara. Sehingga, dengan kapasitas pengolahan sampah yang besar dan tepat, Sungonlegowo berpotensi menyerap sampah dari luar desa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Artinya, masyarakat Sungonlegowo sudah punya tempat sampah terpadu. Maka diharapkan partisipasi masyarakat jangan buang sampah sembarangan. Dan semoga ini menjadi inspirasi untuk para Camat dan Kepala Desa Gresik Utara dalam membuat TPS seperti ini," jelasnya.

Seperti dikabarkan, Kabupaten Gresik terus berupaya dalam meningkatkan kualitasnya dalam berbagai aspek. Salah satunya adalah pengelolaan sampah. Hal ini tercermin saat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, bersama Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, menghadiri serangkaian acara di Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah, Senin (7/8).

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Eks Rekan Layvin Kurzawa di PSG Jadi Kandidat Pemain Naturalisasi Anyar Timnas Indonesia?

Eks Rekan Layvin Kurzawa di PSG Jadi Kandidat Pemain Naturalisasi Anyar Timnas Indonesia?

Mitchel Bakker, bek kiri 25 tahun yang pernah memperkuat PSG bersama pemain anyar Persib, Layvin Kurzawa, kembali menjadi sorotan suporter Timnas Indonesia.
Perkiraan Nilai Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta

Perkiraan Nilai Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta

Persija Jakarta resmi mendatangkan penyerang muda Timnas Indonesia Mauro Zijlstra pada Rabu (4/2/2026). Perekrutan ini menjadi langkah konkret Macan Kemayoran -
Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Hujan deras menyebabkan 39 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan, terendam banjir, Rabu (4/2/2026).
Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko menanggapi kasus anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) nekat bunuh diri. Ia menyinggung soal bansos.
Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Namun, kepolisian memastikan proses pendalaman tetap dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh.
Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Ketum Kadin menegaskan bahwa agenda pertumbuhan hijau Indonesia tidak terlepas dari kisah besar transisi energi yang kini menjadi medan persaingan global.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT