GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waspada!! Banyuwangi Darurat Kebakaran Lahan, Seminggu Empat Titik

Hanya dalam waktu seminggu, sedikitnya empat kebakaran lahan melanda kabupaten Banyuwangi. Meski tak ada korban jiwa, peristiwa ini cukup meresahkan.
Selasa, 12 September 2023 - 10:26 WIB
Kebakaran lahan di Banyuwangi
Sumber :
  • happy oktavia

Banyuwangi, tvOnenews.com – Bencana kebakaran menghantui Banyuwangi. Hanya dalam waktu seminggu, sedikitnya empat kebakaran lahan melanda kabupaten ini. Meski tak ada korban jiwa, peristiwa ini cukup meresahkan. Pasalnya, lahan yang terbakar selalu berdekatan dengan perumahan dan perkampungan.

Kebakaran lahan pertama kali muncul pada Kamis (7/9) siang lalu. Sebuah lahan kosong di dekat perumahan Adi Mas, Kelurahan Sobo, mendadak terbakar. Lahan berupa alang-alang ini mendadak dilalap api akibat naiknya suhu udara. Cuaca panas membuat alang-alang terbakar. Api dengan cepat merembet. Bahkan, asap kebakaran sudah menyerbu ke perumahan warga. Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat oleh petugas pemadam kebakaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus serupa kembali muncul, Jumat (8/9) malam, sebuah lahan kosong di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, mendadak dilalap api. Lahan ini juga ditumbuhi ilalang. Naiknya suhu udara membuat api dengan cepat menyebar. Kebakaran juga nyaris masuk ke perkampungan warga. Beruntung, api berhasil dijinakkan dengan cepat.

Kebakaran lahan berlanjut pada Sabtu (9/9) siang. Bekas lahan tebu di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo mendadak terbakar. Api berkobar dengan cepat akibat angin dan naiknya suhu udara. Kebakaran berhasil diredam setelah petugas pemadam mengerahkan sejumlah mobil pemadam.

Terbaru, kebakaran lahan melanda lahan kosong di dekat Perumahan Gedong Kertosari, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Lahan yang tak jauh dari perumahan mendadak terbakar. Lahan ini juga ditumbuhi ilalang yang mengering.

Tingginya kasus kebakaran lahan di Banyuwangi ternyata dipicu musim kemarau. Versi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, saat ini adalah puncak musim kemarau. Sehingga, cukup rawan terjadinya kebakaran lahan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saat ini memang puncak musim kemarau. Penyebabnya, angin musiman atau angina monsoon dari Australia membawa dampak pengurangan curah hujan dan kelembaban di Indonesia, termasuk Banyuwangi,” kata Prakirawan BMKG Banyuwangi Fredi Dwi Kurniawan, Senin (11/9) siang.

Puncak kemarau ini diprediksi akan berlangsung mulai awal hingga akhir September.  Setelah itu, akan mulai memasuki musim hujan. Di Banyuwangi, musim hujan awal akan melanda di kawasan Banyuwangi barat. Mulai Kecamatan Songgon, Kalibaru dan sebagian Pesanggaran.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

​​​​​​​John Herdman Terapkan Standardisasi Baru untuk Timnas Indonesia: Wajib Main di Liga Top Eropa atau Level Elite

​​​​​​​John Herdman Terapkan Standardisasi Baru untuk Timnas Indonesia: Wajib Main di Liga Top Eropa atau Level Elite

Nakhoda anyar Timnas Indonesia John Herdman memastikan bahwa perburuan pemain keturunan potensial untuk memperkuat Skuad Garuda masih terus berjalan agresif...
MAXi Tour Boemi Nusantara 2026 Susuri Keindahan Alam dan Budaya di Bumi Pasundan, Jelajahi Kampung Naga hingga Keraton Kasepuhan Cirebon

MAXi Tour Boemi Nusantara 2026 Susuri Keindahan Alam dan Budaya di Bumi Pasundan, Jelajahi Kampung Naga hingga Keraton Kasepuhan Cirebon

MAXi Tour Boemi Nusantara 2026 (MTBN) kembali melanjutkan rangkaian eksplorasinya dengan singgah di Bumi Pasundan yakni Jawa Barat, yang menjadi etape ke-4.
Persija Pecahkan Rekor Poin, Mauricio Souza Mengakui Target Macan Kemayoran Tak Tercapai Musim Ini

Persija Pecahkan Rekor Poin, Mauricio Souza Mengakui Target Macan Kemayoran Tak Tercapai Musim Ini

Pelatih Mauricio Souza justru menegaskan bahwa Persija belum sepenuhnya puas karena target utama gagal tercapai sebagai juara Super League 2025-2026
Kasus Hipertensi di Indonesia Terus Meningkat

Kasus Hipertensi di Indonesia Terus Meningkat

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengungkapkan kasus hipertensi di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Jaksa Tuntut Irwan 1,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Deli Megapolitan, Kuasa Hukum sebut Fakta Sidang Diabaikan

Jaksa Tuntut Irwan 1,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Deli Megapolitan, Kuasa Hukum sebut Fakta Sidang Diabaikan

Sidang dugaan tindak pidana korupsi proyek Kota Deli Megapolitan kembali bergulir di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan. Dalam agenda pembacaan
Kim Myungsoo atau L Siap Sapa Penggemar di Jakarta dalam Fancon Unchanged

Kim Myungsoo atau L Siap Sapa Penggemar di Jakarta dalam Fancon Unchanged

Promotor Three Angles Production mengumunkan detail acara 2026 KIM MYUNGSOO (L) FAN-CON ASIA TOUR <UNCHANGED> in JAKARTA.

Trending

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler kemarin: Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi, KDM minta ubah pandangan soal situs Sunda, hingga reaksi warganet atas sikap tegas SMAN 1 Pontianak.
Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

MPR RI memberikan pernyataan untuk menanggapi desakan publik kepada dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) di Kalimantan Barat untuk memberikan permintaan maaf.
KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tiba-tiba minta maaf ke warga Jawa Barat usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bandung. Ada apa?
Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

pengakuan siswi SMAN 1 Pontianak setelah dipanggil ke Istana. kisah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pertama kali jatuh cinta dengan mendiang Benny Laos
Daftar Sementara Pemain Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Jadi Andalan

Daftar Sementara Pemain Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Jadi Andalan

Daftar sementara pemain Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Megawati Hangestri bakal menjadi sakah satu andalan.
Bukan Klenik, Ini Penjelasan Ilmiah Ahli BRIN Soal Mahkota Binokasih yang Baru Selesai Dikirab Dedi Mulyadi

Bukan Klenik, Ini Penjelasan Ilmiah Ahli BRIN Soal Mahkota Binokasih yang Baru Selesai Dikirab Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru saja selesai melakukan puncak acara kirab budaya milangkala tatar sunda mahkota binokasih pada Sabtu (16/5/2026) Bandung -
Mohon Maaf Warga Malut, Gubernur Sherly Tjoanda Sampaikan Keputusan Tegas untuk Orang yang Punya Utang Pinjol

Mohon Maaf Warga Malut, Gubernur Sherly Tjoanda Sampaikan Keputusan Tegas untuk Orang yang Punya Utang Pinjol

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, menyampaikan keputusan tegas untuk warganya yang punya utang pinjol ataupun utang di bank. Sherly Tjoanda tegaskan soal utang.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT