GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Elon Musk akan Wajibkan Pengguna X Bayar, Begini Tanggapan Pakar Politik Digital

Rencana Elon Musk yang akan mengenakan biaya terhadap seluruh pengguna X (sebelumnya Twitter) ramai menjadi perbincangan dan memicu kemarahan warganet.
Kamis, 5 Oktober 2023 - 12:43 WIB
Logo twitter
Sumber :
  • sandi irwanto

Surabaya, tvOnenews.com - Rencana Elon Musk yang akan mengenakan biaya terhadap seluruh pengguna X (sebelumnya Twitter) ramai menjadi perbincangan warganet. Rencana tersebut juga telah memicu kemarahan dari penggemar platform media sosial yang kini berlogo huruf X itu.

Rencana itu Elon sampaikan secara langsung dalam diskusi bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia mengatakan, tujuan pengenaan biaya tersebut tak lain adalah untuk memerangi akun bot yang ada di aplikasinya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi hal itu, Dosen Politik Digital Universitas Airlangga (UNAIR) Febby Risti Widjayanto menilai, bahwa Elon ingin menanamkan budaya digital baru melalui paywall yaitu pembayaran jasa untuk langganan sebuah aplikasi atau platform.

“Kemunculan gagasan untuk semakin meluaskan budaya membayar jasa platform digital masih berkaitan dengan kondisi sosial yang berkembang saat ini. Kebetulan rencana itu ditujukan untuk membasmi akun palsu dan bot-bot yang masih bertebaran di X,” imbuhnya.

Selain itu, Febby juga menilai bahwa pemberlakuan biaya tersebut menjadi salah satu upaya untuk menerapkan liberasi digital pada aplikasi X. Bos Tesla itu berusaha agar X dapat berperan lebih banyak dalam meminimalisasi kekerasan, pelecehan, dan kriminalitas di ruang digital. Terutama mereka yang melakukan kejahatan-kejahatan tersebut dengan memanfaatkan akun palsu atau bot.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu menjelaskan, bahwa dalam kajian politik dan demokrasi digital, rencana Elon dapat dilihat melalui pandangan konstruktivisme. Konstruktivisme adalah sebuah perspektif yang memandang interaksi antara teknologi dengan budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Yang mana interaksi tersebut dapat melahirkan sebuah perbaikan, pembaruan, atau kemunculan produk teknologi yang baru dan berbeda dari sebelumnya.

“Karena kondisi sosial budaya yang berkembang ialah maraknya akun palsu dan bot di X yang kemudian menjadi kultur yang lazim. Sehingga akhirnya membuat pihak perusahaan merespons dan memutuskan untuk memperbaiki celah ini dengan menerapkan pembayaran bagi semua pengguna X,” jelasnya.

Timbulkan Risiko Bagi Kelompok Tertentu

Lebih lanjut Febby mengatakan, rencana pengenaan biaya tersebut diibaratkan seperti dua buah mata pisau. Di satu sisi, langkah tersebut dapat berpeluang efektif untuk mengatasi masalah bot, tetapi di sisi lain dapat menimbulkan risiko untuk kelompok tertentu.

Jika tarif pembayaran dikenakan bagi seluruh pengguna X, para produsen akun bot dan palsu akan berpikir dua kali karena konsekuensi pembiayaannya yang besar. Namun, hal itu juga akan berdampak kepada kelompok-kelompok relawan, komunitas, atau organisasi sipil masyarakat yang secara kemampuan finansial tidak terlalu besar atau bahkan sangat terbatas.

“Mereka tentu akan mendapati ini sebagai tantangan karena selama ini mereka mengandalkan X untuk mengadvokasi isu-isu sosial yang terabaikan,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada akhir, Alumnus University of Manchester itu juga menekankan, pemberlakuan tarif tersebut dapat menimbulkan seleksi alamiah bagi pengguna aplikasi X berdasarkan tingkat sosio ekonomi mereka. Bagi kelompok kelas menengah dan atas, mereka tidak akan terlalu mempermasalahkan rencana tersebut. Namun, mereka yang tergolong tidak mampu akan berpotensi besar meninggalkan platform tersebut karena bukan kebutuhan pokok.

“Takdir dari sebuah teknologi secara historis memang dapat mengakomodir semua atau dapat meminggirkan kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat karena sifatnya yang eksklusif,” pungkasnya. (msi/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ngadu Beasiswa Tak Kunjung Cair ke Dedi Mulyadi, Mahasiswa Uninus Ini Malah Dibiayai Kuliah sampai Lulus

Ngadu Beasiswa Tak Kunjung Cair ke Dedi Mulyadi, Mahasiswa Uninus Ini Malah Dibiayai Kuliah sampai Lulus

Aksi penertiban bangunan liar yang dipimpin Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Kota Bandung mendadak berubah haru setelah seorang mahasiswa menyampaikan curhatan.
Effendi Simbolon Anggarkan Rp10 M Benahi Kampus UHN: Kami Ingin Kampus Ini Jadi Persemaian Tunas-tunas Harapan Bangsa

Effendi Simbolon Anggarkan Rp10 M Benahi Kampus UHN: Kami Ingin Kampus Ini Jadi Persemaian Tunas-tunas Harapan Bangsa

Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, menegaskan yayasan berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan sarana prasarana kampus.
Kapolri Lapor Pembangunan SPPG Polri ke Presiden: 33 Dibangun di Wilayah 3 T dan 47 Pakai Energi Terbarukan

Kapolri Lapor Pembangunan SPPG Polri ke Presiden: 33 Dibangun di Wilayah 3 T dan 47 Pakai Energi Terbarukan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Polri yang tersebar di seluruh Indonesia di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Resmi! Teja Paku Alam Masuk Pertimbangan John Herdman untuk Dipanggil ke Timnas Indonesia setelah Tampil Impresif di Persib

Resmi! Teja Paku Alam Masuk Pertimbangan John Herdman untuk Dipanggil ke Timnas Indonesia setelah Tampil Impresif di Persib

Teja Paku Alam resmi masuk pertimbangan John Herdman ke Timnas Indonesia setelah tampil impresif bersama Persib Bandung dengan catatan clean sheet terbanyak.
FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

FKS Group dan PT Pelindo Multi Terminal Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

FKS Group bersama Pelindo Multi Terminal kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat yang kini memasuki tahap kedua di Surabaya.
LPG Mahal, KDM Ajak Warga Jabar Masak Pakai Kayu atau Gas dari Kotoran Sapi: Yang di Kota Pakai Kompor Listrik

LPG Mahal, KDM Ajak Warga Jabar Masak Pakai Kayu atau Gas dari Kotoran Sapi: Yang di Kota Pakai Kompor Listrik

Kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi yang terjadi belakangan ini memantik respons dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pria yang akrab disapa KDM ini menilai

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT