News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bakti Kesehatan Alumni AKABRI 91, Ribuan Warga Malang Terima Pelayanan Kesehatan dan Bantuan Sosial Gratis

Alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) angkatan tahun 1991 menggelar kegiatan Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial di dua lokasi di Malang.
Sabtu, 21 Oktober 2023 - 14:27 WIB
Bakti Kesehatan di Malang
Sumber :
  • edi cahyono

Malang, tvOnenews.com - Alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) angkatan tahun 1991 menggelar kegiatan Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial yang menggugah hati di dua lokasi berbeda di Malang. Acara ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat, tetapi juga memberikan bantuan sosial dalam bentuk paket sembako.

Kegiatan mulia ini dihelat di Lapangan Rampal, Kota Malang, serta di Pondok Pesantren Yatim Dhuafa Al-Ikhlas Putra, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (21/10).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasihumas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik mengungkapkan, bahwa kegiatan Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial Alumni AKABRI 91 di Pondok Al-Ikhlas Singosari bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pemeriksaan gratis kepada tidak kurang dari 1000 pasien. Sementara kegiatan serupa di Lapangan Rampal, Kota Malang, diikuti sekitar 15.000 peserta.

"Ikhtiar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial Alumni AKABRI 91 di Pondok Al-Ikhlas Singosari diikuti oleh sekitar 1000 peserta, sementara untuk kegiatan di Lapangan Rampal diikuti sekitar 15.000 peserta," ungkap Iptu Taufik saat dikontirmasi di Malang, Sabtu (21/10).

Lebih dari ratusan personel Polres Malang dilibatkan dalam kegiatan ini untuk memastikan kelancaran pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan pengobatan gratis.

Kegiatan Bakti Kesehatan di Pondok Al-Ikhlas Singosari, pimpinan KH. Muhammad Ali Zubair tersebut, menyediakan berbagai jenis layanan kesehatan, termasuk Poli Umum, Poli Gigi, Poli Syaraf, Poli Kulit dan Kelamin, Poli THT-KL, serta khitan. 

Di Lapangan Rampal, Kota Malang, terdapat beragam pelayanan yang dapat diikuti, seperti pengobatan umum, pengobatan spesialis, pemeriksaan laboratorium, konsultasi gizi, mobil katarak, mobil gigi, mobil bedah, mobil chamber, layanan KB atau ibu hamil, pencegahan stunting, visus, penghilangan tatto, fisioterapi, donor darah, serta khitan.

Sebanyak 85 relawan terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari enam dokter gigi, 179 perawat, tujuh tenaga kesehatan lainnya, 22 petugas Palang Merah Indonesia (PMI), 40 personel TNI, dan 120 relawan non-nakes. Mereka dengan penuh semangat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sebagai bagian dari pengabdian mereka kepada bangsa dan negara.

Selain pelayanan kesehatan yang memuaskan, seluruh peserta juga menerima bantuan sosial berupa paket sembako setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian selama 32 tahun dari para alumni AKABRI 91 yang berkumpul di Malang. Mereka berkomitmen untuk memberikan beragam pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat dan memberikan sentuhan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan.

Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial Alumni AKABRI 91 tidak hanya memberikan harapan dan kesembuhan kepada warga Malang, tetapi juga menciptakan ikatan sosial yang kuat antara alumni dengan masyarakat, menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan pengabdian kepada sesama masih sangat hidup dan bermanfaat. (eco/far)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Gelar OTT di Jakarta Hari Ini

KPK Gelar OTT di Jakarta Hari Ini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan di Jakarta pada Rabu (4/2/2026). Belum terungkap sosok yang ditangkap kali ini.
Diduga Curi Uang Penumpang, Dua WN Cina Diamankan di Bandara Juanda

Diduga Curi Uang Penumpang, Dua WN Cina Diamankan di Bandara Juanda

Dua warga negara (WN) Cina berinisial WM dan LJ diamankan oleh petugas Bandara Internasional Juanda bersama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya setelah diduga melakukan pencurian di dalam pesawat pada penerbangan Citilink rute Jakarta–Surabaya. Keduanya kini terancam dideportasi.
Jurnalis Arab Bongkar Kelakuan Minus Karim Benzema di Balik Transfernya ke Al Hilal yang Ikut Bikin Ronaldo Murka

Jurnalis Arab Bongkar Kelakuan Minus Karim Benzema di Balik Transfernya ke Al Hilal yang Ikut Bikin Ronaldo Murka

Efek kepindahan Karim Benzema ke Al Hilal menimbulkan efek domino, salah satunya membuat Ronaldo murka. Jurnalis Arab pun membongkar kelakuan Benzema di balik transfer kontroversialnya itu.
Mulai Hari Ini, Girik hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tak Berlaku, Wajib Dikonversi ke SHM

Mulai Hari Ini, Girik hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tak Berlaku, Wajib Dikonversi ke SHM

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menekankan pentingnya tertib administrasi pertanahan guna mencegah konflik dan praktik mafia tanah.
5 Fakta Dibalik Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta, Dibocorkan Rizky Ridho hingga Punya Darah Bandung

5 Fakta Dibalik Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta, Dibocorkan Rizky Ridho hingga Punya Darah Bandung

Mulai dari informasi terselubung Rizky Ridho sampai punya garis keturunan Bandung mengiringi fakta-fakta dibalik transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta.
Anindya Bakrie Sebut Elektrifikasi dan Hilirisasi Mineral Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Hijau Ekonomi Indonesia

Anindya Bakrie Sebut Elektrifikasi dan Hilirisasi Mineral Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Hijau Ekonomi Indonesia

Ketum Kadin Anindya Bakrie menilai, transisi hijau justru membuka peluang investasi, industrialisasi, hingga penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT