Cegah Terlibat Gengster dan Tawuran, Siswa di Surabaya Bikin Komunitas Koor Suporter Sekolah Pembakar Semangat
- tim tvone - sandi irwanto
Surabaya, tvOnenews.com - Maraknya aksi gengster dan tawuran di sejumlah daerah di Indonesia yang meresahkan masyarakat, membuat semua pihak prihatin, termasuk dari kalangan guru dan pengajar di Kota Surabaya. Nekadnya lagi, mereka juga membawa senjata tajam saat tawuran, sehingga harus berurusan dengan pihak berwajib.
Karena itu, para guru merasa senang jika siswa melakukan kegiatan positif, seperti komunitas koor suporter sekolah. Selain mampu mencegah siswa terlibat kegiatan negatif, komunitas ini menunjukkan solidaritas dan kreatifitas siswa.
Mengantisipasi munculnya kelompok gengster baru dan terjadinya tawuran, para siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 3 Surabaya punya cara sendiri, dengan membuat kelompok koor suporter sekolah.
Siswa yang tergabung dalam komunitas koor suporter Masga Mania ini kerap berkumpul di halaman sekolah untuk berlatih koor supporter, dengan alat perkusi seperti drumband dan trompompom.
“Ya mending kita bikin komunitas macam ini (koor supporter sekolah) sama teman-teman di sini. Seru dan ramah. Daripada kita gangster terus cari musuh, bikin rebut dan tawuran di jalan, kita salurkan aja ke aktifitas yang positif seperti ini,” ujar M Risky Xamzami, salah satu siswa di MTSN 3 Surabaya.
Remaja ini merupakan koordinator di komunitas Masga Mania. Dirinya yang mengumpulkan teman-temannya dan berlatih koor supporter dengan alat musik perkusi. Dia dan teman-temannya yang meramu seperti apa koor dan musik perkusi yang dimainkan.
”Asal enak didengar, kita kompak dan bisa bikin semangat tim futsal kami yang lagi bertanding,” ungkap Rizky.
Tak hanya pelajar laki-laki yang tergabung, namun pelajar perempuan juga banyak yang bergabung. Biasanya, para siswi ini selain koor nyanyi, juga ikut meramaikan dengan koreografi dan gerak yang kompak.
“Seneng juga kegiatan semacam ini. Ramai dan happy bisa bikin tim kita terbakar semangatnya saat berlaga. Kami terus mensupport dengan memberikan dukungan melalui koor supporter sekolah ini,” ungkap Mala Saedina Kamila, salah seorang siswi MTSN 3 Surabaya, yang ikut dalam komuitas Masga Mania.
“Kegiatannya kami banyak, selain Kopdar untuk berlatih koor dan koreografi, kami tampil jika ada tim sekolah seperti futsal, sepak bola, basket atau voli sedang ikut turnamen. Pasti kami juga mensupport dan membakar semangat tim kami agar jadi juara,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah MTSN 3 Surabaya Amiati menyetujui saat sejumlah siswa menghadap kepadanya untuk menyampaikan keiinginannya membentuk komunitas koor supporter sekolah. Gayung bersambut, pihak sekolah mewadahi para siswa siswi ini dengan membuat ekstrakulikuler koor supporter Masga Mania.
“Saya sebagai Kepala Sekolah saat itu menyetujui ide anak-anak yang ingin membuat kelompok koor supporter. Kami pun meyediakan fasilitas dan tempat agar mereka bisa berlatih, dan kegiatan mereka bisa tersalurkan secara positif,” ungkap Amiati.
“Saya pikir mereka tak hanya kompak dan solid, namun juga kreatif dalam memberi dukungan kepada tim futsal sekolahnya. Jadi daripada mereka terlibat kelompok gengster dan bikin masalah di jalanan dengan tawuran melawan kelompok lainnya, mending mereka mengasah kreatifitas di kegiatan ini, yang cukup besar manfaatnya untuk memberi semangat tim sekolah,” tutur Asmiati.
Para siswa yang tergabung dalam komunitas Masga ini memang tampil pada saat ada momen kejuaran atau turnamen futsal antar sekolah, atau kejuaraan lain di tim sepak bola, basket atau voli yang diikuti yang melibatkan sekolah mereka.
“Komunitas Masga Mania ini memberikan support dengan koor nyanyian dan tambuhan perkusi untuk membakar semangat teman-temannya yang sedang berlaga. Mereka cukup enerjik dan kreatif. Kami bersyukur mereka bisa beraktifitas dengan positif,” pungkasnya. (msi/hen)
Load more