News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kreatif! Lukisan dari Ampas Kopi, Membingkai Peristiwa Perlawanan Surabaya Melawan Penjajah

Unik, di Surabaya ampas kopi yang dianggap banyak orang sebagai barang tak bernilai dan dibuang, namun ditangan dosen dan mahasiswa Visual Communication Design Universitas Ciputra (VCD UC), ampas kopi dikreasikan jadi salah satu karya seni lukis yang cukup indah dan menarik.
  • Reporter :
  • Editor :
Minggu, 5 November 2023 - 15:21 WIB
Lukisan dari Ampas Kopi, Membingkai Peristiwa Perlawanan Surabaya Melawan Penjajah
Sumber :
  • tvOne - zainal azkhari

Surabaya, tvOnenews.com – Unik, di Surabaya ampas kopi yang dianggap banyak orang sebagai barang tak bernilai dan dibuang, namun ditangan dosen dan mahasiswa Visual Communication Design Universitas Ciputra (VCD UC), ampas kopi dikreasikan jadi salah satu karya seni lukis yang cukup indah dan menarik.

Lukisan bertinta ampas kopi itu mengangkat semangat Hari Pahlawan yang akan diperingati pada 10 November mendatang, sekaligus menggambarkan semangat Hari Sumpah Pemuda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dosen VCD UC, Putu Wardhani mengungkapkan, terlibatnya enam mahasiswa dalam pembuatan karya lukis dengan menggunakan ampas kopi ini untuk mengedukasi mereka dan masyarakat luas, bahwa yang bisa berguna tidak hanya kopi saja. Melainkan ampas yang dihasilkan kopi juga bisa dibuat untuk kreasi seni.

Salah satu contohnya dengan membuat beberapa ikon Kota Surabaya menggunakan dasar ampas kopi sebagai objek media melukis sekaligus pewarna.

Sejumlah karya mahasiswa melukis ekspresi pidato Bung Tomo yang membakar semangat arek-arek Suroboyo, peristiwa perobekan bendera di Hotel Yamato saat ini Hotel Majapahit, dan peristiwa tewasnya Jenderal Malaby dari tentara Sekutu di tangan perlawanan arek-arek Suroboyo di Jembatan Merah, hingga aksen wajah pahlawan Nasional Slamet Riyadi.

“Seluruh ikon Hari Pahlawan yang merupakan bagian dari Kota Pahlawan kami tuangkan menjadi karya lukis dengan manfaatkan ampas kopi,” terangnya.

Meski cukup menarik perhatian, karya lukis ampas kopi ini rupanya juga memiliki tantangan dan kesulitan tersendiri.

Berbeda jika lukisan menggunakan media cat watercolour, penggunaan ampas kopi justru membutuhkan waktu yang cukup detail. Sebab, pigmen warna pada ampas kopi tidak segelap bahan cat lain.

“Perlu kesabaran karena butuh waktu lama untuk menambahkan tiap layer dari ampas kopi untuk menghasilkan garis Lukisan dengan subject warna gelap siluete menegaskan objeck tema lukisan seperti lukisan pada umumnya,” tambahnya.

Dalam pembuatan ini, Putu menjelaskan jika langkah pertama yang dilakukan adalah membuat sketsa. Kemudian ditumpuk dan diwarna dengan ampas kopi yang terendam air panas. Tahapan perendaman ini, kata Putu, yang menentukan warna atau pignen ampas kopi keluar. Nah, jika air mulai dingin ia akan menuangkan kembali air panas. Dengan begitu, pigmen warna ampas kopi terbuka.

“Kalau buat satu karya, butuh waktu 2 sampai 4 jam tergantung kondisi kerumitan objek. Karena hasil lukis ampas kopi air dingin dan air panas akan berubah. Kegunaan air panas sangat menguntungkan menghasilkan pigmen warna yang kuat,” tambah dia.

Usai diwarna dengan ampas kopi, gambar lukis kemudian di semprot dengan clear atau pernis untuk membuat warna kopi awet dan tajam, sehingga lebih hidup dan menarik.

“Di UC kita juga mengkampanyekan SGDs (Suistanable Development Goals). Penggunaan ampas kopi juga sekaligus untuk mengkampanyekan peduli lingkungan dan ini bisa jadi bentuk awal cinta kepada Pahlawan dengan memanfaatkan limbah jadi karya futuristik,” pungkasnya.

Salah satu mahasiswa yang teribat menggambar Sherin Luvita mengaku, tertarik melukis dengan memanfaatkan ampas kopi. Meski mengalami tantangan dan kesulitan, namun pengalaman ini cukup berkesan bagi dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini pertama kali mencoba lukis dengan ampas kopi. Cukup asik, karena juga melatih kesabaran dengn menunggu warna ampas kopi sampai kering. Kemudian mengulangi langkah pewarnaan kembali,” tandas mahasiswa angkatan 2021.

Rencanaya seluruh hasil karya lukis mahasiswa ini akan di pajang dan di pamerkan secara terbuka di setiap sudut kampus, selama moment Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2023 mendatang. (zaz/gol) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

3 Kebiasaan Kecil Bikin Cepat Sukses Menurut Chandra Putra Negara

3 Kebiasaan Kecil Bikin Cepat Sukses Menurut Chandra Putra Negara

Berikut 3 kebiasaan kecil yang bisa bikin cepat sukses menurut Chandra Putra Negara.
5 Bahaya Narkoba bagi Kesehatan Mental yang Sering Diabaikan, WHO Ungkap Dampaknya Bisa Bertahan Seumur Hidup

5 Bahaya Narkoba bagi Kesehatan Mental yang Sering Diabaikan, WHO Ungkap Dampaknya Bisa Bertahan Seumur Hidup

Bahaya narkoba bagi kesehatan mental tidak hanya menyebabkan kecanduan, tetapi juga meningkatkan risiko depresi, psikosis, hingga bunuh diri. Simak penjelasan lengkap
Cinta Buta Berujung Maut: Istri Jadi Otak Pembunuhan Berencana Bos Bengkel di Arcawinangun Purwokerto

Cinta Buta Berujung Maut: Istri Jadi Otak Pembunuhan Berencana Bos Bengkel di Arcawinangun Purwokerto

Misteri kematian tragis seorang lanjut usia pemilik bengkel kendaraan di Kelurahan Arcawinangun, Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, akhirnya terkuak.
Lantik Pengurus ALTI Jawa Tengah, Wamendagri Bima Dorong Trail Run Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Lantik Pengurus ALTI Jawa Tengah, Wamendagri Bima Dorong Trail Run Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Wamendagri mendorong pengurus ALTI yang baru untuk memperkuat pembinaan olahraga trail run sekaligus menjadikannya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Inter Milan Dibuat Pusing, Rencana Boyong Curtis Jones Terganjal Harga Tinggi dari Liverpool

Inter Milan Dibuat Pusing, Rencana Boyong Curtis Jones Terganjal Harga Tinggi dari Liverpool

Upaya Inter Milan memboyong Curtis Jones dari Liverpool menghadapi hambatan besar. Perbedaan nilai transfer yang dipatok kedua klub membuat peluang kian kecil.
Mengungkap Penyebab Kematian Dokter Icha, Penjaga IGD RS Leona yang Diduga Diintimidasi Oknum DPRD TTU

Mengungkap Penyebab Kematian Dokter Icha, Penjaga IGD RS Leona yang Diduga Diintimidasi Oknum DPRD TTU

Penyebab kasus kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha diduga diintimidasi oleh tiga oknum anggota DPRD TTU, NTT diungkap pihak keluarga.

Trending

Farhan Halim Jadi Rebutan Volimania Korea Usai Bawa Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026, Minta Abroad di V-League

Farhan Halim Jadi Rebutan Volimania Korea Usai Bawa Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026, Minta Abroad di V-League

Farhan Halim mendadak menjadi perbincangan hangat volimania Korea Selatan usai tampil gemilang membawa Timnas Voli Indonesia juara AVC Men's Cup 2026.
Pensiunan Kemlu Tuntut Hak Pembayaran Gaji Pokok, Mahkamah Konstitusi: Pemerintah Harus Bantu

Pensiunan Kemlu Tuntut Hak Pembayaran Gaji Pokok, Mahkamah Konstitusi: Pemerintah Harus Bantu

Mahkamah Konstitusi menggelar Pengucapan Putusan Nomor 177/PUU-XXIV/2026 tentang Pengujian Pasal 40 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif

Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif

Ramalan keuangan shio 1 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka hoki! Siapa shio yang buka bulan baru dengan cuan paling kencang dan siapa yang perlu strategi dulu?
BREAKING NEWS Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara

BREAKING NEWS Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara

Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi periode 2019–2024 Nadiem Makarim divonis tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi Chromebook PN Jakarta Pusat
Boy Arnez Singgung Reidel Toiran, Sebut Kunci Jadi MVP di AVC Men's Cup 2026

Boy Arnez Singgung Reidel Toiran, Sebut Kunci Jadi MVP di AVC Men's Cup 2026

Outside Hitter Timnas Voli Indonesia, Boy Arnez Arabi menyebutkan bahwa Reidel Toiran menjadi salah satu kunci dirinya bisa menjadi MVP di AVC Men's Cup 2026.
Kapten Belanda Kecewa, Anak Patrick Kluivert Disorot setelah Gagal Penalti: Belanda Angkat Koper dari Piala Dunia 20262026

Kapten Belanda Kecewa, Anak Patrick Kluivert Disorot setelah Gagal Penalti: Belanda Angkat Koper dari Piala Dunia 20262026

Langkah Belanda dipastikan terhenti: tiga eksekutor penalti mereka, termasuk anak kandung mantan pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert yakni Justin Kluivert
Jurnalis Belanda Sebut Tim Geypens Bakal Pamit Jelang Timnas Indonesia Tampil di Piala AFF 2026: Kesepakatan Tak Tercapai

Jurnalis Belanda Sebut Tim Geypens Bakal Pamit Jelang Timnas Indonesia Tampil di Piala AFF 2026: Kesepakatan Tak Tercapai

Bursa transfer musim panas di Eropa hadirkan kabar mengejutkan bagi Timnas Indonesia. Bek Garuda, Tim Geypens, dikabarkan berpisah dengan klubnya, FC Emmen.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT