News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ingin Pindahkan Tiang Listrik di Teras Rumahnya, Seorang Warga di Surabaya Dikenai Tarif Rp 29 Juta

Seorang warga di kawasan Bulak Banteng, Surabaya, memindah tiang listrik di teras rumahnya dikenai Rp29 juta oleh PLN
Senin, 15 Januari 2024 - 11:20 WIB
pindah tiang listrik, dikenai tarif 29 juta rupiah
Sumber :
  • tim tvone - sandi irwanto

Surabaya, tvOnenews.com – Seorang warga di kawasan Bulak Banteng, Surabaya, harus tepuk jidat dan mengelus dada. Pasalnya, keinginannya untuk memindah tiang listrik yang ada di teras rumahnya mesti terganjal. Oleh pihak PLN Kenjeran, pemilik rumah tersebut dikenai Rp29 juta untuk bisa memindahkan tiang listrik tersebut.
 
Lelaki yang tengah bermasalah dengan tiang listrik di teras rumahnya ini bernama Abdul Karis, warga asal Jalan Bulak Banteng Perintis, Surabaya. Dirinya mengeluhkan tarif yang dikenakan oleh PLN. Untuk memindahkan tiang listrik yang berdiri di teras rumahnya yang berlokasi di jalan Tambak Wedi Lama, Abdul Karim dikenai tarif sebesar Rp 29 juta.  
 
Niatan Karim untuk memindahkan tiang listrik ini karena dirasa menggangunya. Hal ini lantaran rumah tersebut hendak direnovasi agar lebih bagus dan bisa cepat laku dikontrakkan. Namun niatan untuk memindah tiang listrik biayanya cukup tinggi, dia pun harus berpikir ulang.
 
"Tanah tempat berdirinya tiang listrik itu milik saya, tapi kenapa saat saya mengajukan niatan untuk memindahkan tiang listrik  tersebut, malah saya dikenai tariff sebesar 29 juta rupiah. Terus saya harus bagaimana. Itu besar sekali tarifnya,” keluh Abdul Karim.
 
Sebenarnya, niatan untuk memindahkan tiang listrik itu sudah diajukan sejak 2 bulan silam di kantor PLN Jl Kenjeran. Namun keinganannya tersebut belum mendapat respon dari pihak PLN setempat.
 
Abdul Karim pun kembali mengajukan permohonan memindahkan tiang listrik besar yang ada di teras rumahnya itu kepada PLN.
 
Alasan memindahkan tiang listrik PLN, Karim menyebut sudah disampaikan sejak 2 bulan lalu kepada PLN setempat, di kantor Kenjeran. Selanjutnya pada tanggal 5 Januari 2024, pengajuan tersebut mendapat balasan dari PLN.
 
"Surat balasan  itu membuat saya kaget. Karena untuk memindahkan tiang listrik yang ada di rumah saya itu, saya mesti membayar tarif sebesar 29 juta rupiah lebih,” ungkapnya.
 
Dengan memindahkan tiang listrik itu, Karim bisa segera merenovasi rumahnya, yang dibeli sejak 2013 lalu karena kondisi bangunannya kurang layak. Menurut Karim, rumahnya tidak ada yang berani mengontrak karena ada tiang listrik PLN di teras rumah yang dinilai mengganggu.
 
"Jadi dengan kondisi seperti itu, orang yang sebelumnya minat mengontrak rumah saya, mesti berpikir ulang karena ada tiang listriknya yang berdiri persis di depan pintu utama, jadi kondisi ini sangat mengganggu," sesal Karim.
 
Saat ini Karim hanya bisa pasrah lantaran tiang listrik PLN masih berdiri di teras rumahnya. Dia tidak kunjung merevonasi rumah tersebut, dan bangunan untuk sementara dibiarkan kosong. Padahal Karim menginginkan rumahnya ini bisa segera dikontrakan.
 
Hingga kini, Karim tidak memahami aturan yang ditentukan oleh pihak PLN untuk memindah tiang listrik tersebut harus membayar Rp29 juta. Angka ini dinilainya cukup besar bagi Karim karena ia juga butuh biaya untuk renovasi rumah.
 
“Semoga ada jalan keluar bagaimana tiang listrik tersebut bisa dipindahkan. Sebab saya juga ingin rumah ini bisa laku dikontrakkan , tidak mangkrak dan kosong terus,” harap Karim.
 
Sementara itu, pihak PLN Kenjeran, dimana Abdul Karim mengajukan permohonan pemindahan tiang listrik, sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut. (msi/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT