Di Bulan Ramadhan, Siswa di MAN Surabaya Belajar Kajian Kitab Kuning di Tengah Modernisasi Pendidikan
- tvOne - sandi irwanto
Sementara itu, ustadz Muhammad Suwar, Pembina para siswa MAN mengakui memang ada kesulitan siswa didiknya mempelajari kitab kuningĀ karena jarang berinteraksi dengan kitab kuning.Ā Tetapi di kegiatan iniĀ bisa diajarkan supaya mereka juga mengenal dan termasuk itu bagian dari budaya Pesantren warisan para ulamaĀ yang harus dilestarikan.
āMumpung ini momentumnya Ramadhan dan di madrasah kita ada program Pondok Ramadan maka kajian kitab kuning ini, juga menjadi bagian terpenting. Diharapkan, anak anak ini memiliki karakteristik yang diturunkan dan diwariskan oleh Rasulullah, yang ditulis oleh para ulama di kitab kuning, sehingga dimana akhir-akhir ini dekadensi moral anak terhadap guru, keluarga, masyarakat kerap terjadi. Karena itu, kitaĀ mengenalkan kajian kitab kuning,ā ungkap ustadz M Suwar.
āKajian kitab kuning ini sebagai warisan untuk kita pelajari dan tentunya kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari,ā tandasnya.
Sedangkan salah seorang siswa MAN, Muhammad Zulfi mengatakan kegiatan ini Pondok Ramadhan, yang paling menarik memang kajian kitab kuning.
āMemang awalnya, kayak agak asing gitu. Saya kan awalnya dari sekolah umum bukan sekolah Islam. Saya juga tidak paham bahasa Arab. Tapi setelah dipelajari dan disimak betul, ternyata menarik juga dan akhirnya saya memahamiĀ maknanya yang disampaikan ustadz,ā ujar M Zulfi.
āMenurut saya sih penting sekali Ā kitab kuning ini kita pelajari, bukan dari pandangan Pondok (pesantren) doang sih yang pembelajaran kitab kuning, Jadi masyarakat umum itu harus tahu kalau kitab kuning itu isiannya pembelajaran agama yang yang cukup beragam, baik untuk kita terapkan sehari-hari,ā tandasnya. (msi/gol)
Ā
Load more