News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Perusakan dan Penganiayaan Terjadi di Sebuah Resto di Surabaya, Korban Lapor ke Polisi

Membawa bukti rekaman perusakan rumah makan dan bukti visum penganiayaan atas dirinya, Tjiu Hong Me (53) pemilik restoran Hainan di Jalan Pahlawan Surabaya melaporkan saudara kandungnya ke Mapolrestabes Surabaya.
  • Reporter :
  • Editor :
Senin, 3 Juni 2024 - 15:22 WIB
Tjiu Hong Me
Sumber :
  • tvOne - zainal azkhari

Surabaya, tvOnenews.com – Membawa bukti rekaman perusakan rumah makan dan bukti visum penganiayaan atas dirinya, Tjiu Hong Me (53) pemilik restoran Hainan di Jalan Pahlawan Surabaya melaporkan saudara kandungnya ke Mapolrestabes Surabaya.

Peristiwa itu bermula pada tahun 2020, saat usaha Resto Hainan warisan orang tuanya diturunkan kepada dirinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Awal mulanya karena iri hati tempat usaha saya maju (yang diwariskan) dari orangtua saya. Saya yang olah, awal mulanya seperti itu, karena orang tua memberikan hak-haknya (usaha) ke saya,” kata Ameng, sapaan akrab Tjiu Hong Me, Senin (1/6).

Ameng mengatakan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Sabtu 20 April 2024 lalu, sekitar pukul 23.00 WIB.

Korban mengaku dianiaya tiga orang, yakni kakak pertama inisial HE, kakak kedua inisial HO, dan L keponakan perempuan yang juga anak dari HE.

Dia menceritakan pada Sabtu malam itu, lampu di restoran Ameng tiba-tiba mati. Korban yang berada di dalam ruangan itu kemudian mencoba keluar untuk mengecek saklar listrik. Namun, Ameng tiba-tiba mendapat pukulan oleh keponakannya yang perempuan.

“Lampu itu tiba-tiba mati. CCTV-nya dirusak. Awal mula yang mukul saya itu ponakan saya yang bernama L,” katanya.

Sesudah dipukul keponakannya, Ameng meminta L untuk keluar, lalu saat ia membuka pintu samping restonya. Pria berusia 53 tahun itu tiba-tiba dipukul balok kayu oleh kedua saudaranya.

“Pas saya buka pintu samping dipukul pakai kayu balok terus bertubi-tubi dengan dua saudara saya. Lha itu terjadinya gitu,” ungkapnya.

Sesudah mengalami peristiwa penganiayaan itu, korban langsung melakukan visum di RS Adi Husada Surabaya pada keesokan harinya, Minggu (21/4) pukul 04.00 WIB pagi.

Hasil visum korban menunjukkan adanya patah tulang rusuk dan memar di kepala. Akibatnya korban harus menjalani rawat inap selama empat hari.

“Saya juga meliburkan sementara pegawai dan restaurant saya agar kakak saya tidak lagi meneror dan menghancurkan properti saya,” ucapnya.

Selain menganiaya korban, pada Kamis (25/4), para terduga pelaku itu juga merusak sejumlah perabotan di restoran Ameng. Seperti merusak kaca samping dapur, etalase untuk piring, merusak pompa air, dan mematahkan selang LPG.

Ameng juga mengaku saudara kandungnya melontarkan kalimat ingin membunuhnya. Korban juga akan dipukul dengan palu, namun korban berhasil diselamatkan oleh salah satu pegawainya.

“Kakak saya kembali datang ke restoran dan merusak properti restoran. Bahkan salah satu gadget pegawai saya juga rusak dihancurkan. Beliau juga berusaha membunuh saya dengan palu namun terhindar karena ada salah satu pegawai laki-laki yang menolong saya,” tuturnya.

Korban juga sudah melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Surabaya dan sudah terbit LP TBL/B/384/|V|2024/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur. Ameng berharap, supaya pihak kepolisian segera menangani kasus ini dan menindak para pelaku.

“Saya minta penegak hukum bisa menyelesaikan kasus saya dengan baik. Saya berharap ada keadilan buat saya. Karena nyawa saya terancam,” tandasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, AKBP Hendro Sukmono Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya memastikan pihaknya sedang menangani kasus ini dan masih berproses hingga saat ini.

“Kasus berjalan, Insya’Allah berprogres. Sedang proses penanganan oleh penyidik,” jelas Hendro. (zaz/gol) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT