GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cegah Abrasi Pantai, 90 Mahasiswa Asing Tanam Bibit Pohon Mangrove di Hutan Wonorejo

Puluhan mahasiswa asing dari berbagai negara yang tergabung dalam Summer School Unair, melakukan penanaman bibit pohon mangrove di hutan ekowisata Wonorejo
Jumat, 7 Juni 2024 - 10:26 WIB
Cegah Abrasi Pantai, 90 Mahasiswa Asing Tanam Bibit Pohon Mangrove di Hutan Wonorejo
Sumber :
  • tim tvOne

Surabaya, tvOnenews.com - Puluhan mahasiswa asing dari berbagai negara yang tergabung dalam Summer School Universitas Airlangga (Unair), melakukan penanaman bibit pohon mangrove di hutan ekowisata mangrove Wonorejo, Surabaya. Penanaman pohon bakau atau mangrove ini, sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan memberikan solusi preventif terhadap permasalahan kondisi pesisir timur Surabaya, seperti abrasi.

Dalam rangka mencegah abrasi di wilayah timur Surabaya, puluhan mahasiswa dari berbagai negara mengikuti kegiatan cinta lingkungan dengan melakukan penanaman bibit pohon mangruve di hutan ekowisata mangrove Wonorejo, Surabaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk sampai pada lokasi penanaman, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Summer School Unair ini harus menempuh perjalanan 10 kilometer dengan jarak tempuh selama 15 menit dengan menaiki perahu yang telah disiapkan pihak pengelola.

Sesampai di hutan mangrove, mahasiswa pascasarjana dari 90 negara ini langusng melakukan penanaman pohon bakau mangrove secara bergantian. Aksi peduli lingkungan ini juga sebagai solusi preventif dan represif terhadap permasalahan kondisi pesisir timur Surabaya.

“Tujuan acara ini untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan dan abrasi alam. Kami menyadari penting menjaga lingkungan dan abrasi alam untuk keselamatan kita dan anak cucuk kita kelak,” ungkap Prof. Iftekhar Ahmed, University of Newcastle Australia.

Sementara itu, pengelola ekowisata mangrove Wonorejo Joko Suwondo mengatakan, kegiatan penanaman pohon bakau ini, bisa menyelamatkan bumi terhadap kondisi pesisir timur Surabaya yang lebih rendah.

“Hanya ada satu pohon yang bisa menahan abrasi air pantai, yakni pohon bakau atau mangrove. Akar-akar pohon mangrove ini bisa menembus ke tanah hingga sedalam seratus meter. Karena itu, upaya mahasiswa pascasarjana Unair Surabaya ini tepat,” ujar Joko Suwondo, pengelolah Ekowisata Mangrove Wonorejo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan Irjen Pol (Purn) Juansih, salah satu dosen yang juga mewakili IKA Unair menegaskan, mahasiswa pascasarjana dan 90 mahasiswa asing dari berbagai negara ini memiliki perhatian serius terhadap lingkungan hidup, yang akhir-akhir ini jauh dari perhatian masyarakat.

“Aksi menanam bibit pohon mangrove ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan perhatian para mahasiswa terhadap lingkungan hidup. Jadi ini langkah konkrit mereka dalam ikut serta menjaga lingkungan hidup, terutama mencegah abrasi pantai di pesisir timur Surabaya,” ujar Juansih.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman Bakal Lebih Selektif Pilih Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Fokus ke Talenta Muda

John Herdman menegaskan pemain diaspora muda tetap jadi bagian penting Timnas Indonesia, namun seleksinya akan lebih ketat dari sebelumnya demi proyek Garuda.
WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

WN India Diduga Bunuh Diri di Kantor Imigrasi Surabaya karena Depresi Menunggu Deportasi

SN tercatat overstay selama 248 hari sehingga diduga melanggar Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT