News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Bojonegoro Diduga Bermasalah Lagi

Ada dugaan manipulasi titik koordinat alamat calon siswa baru di sekolah favorit di Bojonegoro, jalur zonasi jarak dan sebaran
Selasa, 2 Juli 2024 - 13:40 WIB
PPDB di Bojonegoro Diduga Bermasalah
Sumber :
  • tim tvone - dewi

Bojonegoro, tvOnenews.com - Ada dugaan manipulasi titik koordinat alamat calon siswa baru di sekolah favorit di Bojonegoro, jalur zonasi jarak dan sebaran. Wali pendaftar dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dari jalur zonasi SMA sempat mendatangi SMAN 1 Bojonegoro dan SMAN 4 Bojonegoro, beberapa hari lalu. 

Namun belum ada respon tanggapan dari pihak terkait, akhirnya mengadu kejadian tersebut ke pihak Polres Bojonegoro.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yusti Rubiantika, salah satu orang tua pendaftar mengatakan merasa sangat dirugikan dengan adanya ulah oknum yang berani memanipulasi data. Pada titik koordinat atau berkas lain yang terkait dengan proses pendaftaran PPDB dari jalur zonasi yang tidak dilakukan sebagaimana mestinya.

"Di monitor panitia tercatat siswa dengan jarak titik koordinat 94 meter. Titik itu tepatnya berada di Jalan Panglima Sudirman, gang irigasi yang berada di Kelurahan Kepatihan. Namun alamat KK yang terlampir beralamatkan di Jalan Panglima Polim, Kelurahan Sumbang, Bojonegoro, yang seharusnya memiliki titik koordinat lebih jauh dari titik koordinat yang terlampir," ungkapnya.

Dengan adanya data tak sesuai dapat merugikan pendaftar lain, khususnya para calon siswa yang beralamat di sekitar sekolah. Terlebih perbuatan tersebut dapat menimbulkan keributan dan melanggar peraturan.

"Kemarin saya juga mendatangi kantor polisi untuk adukan kejadian ini dan juga ke dinas pendidikan cabang Bojonegoro," tegasnya.

Diketahui melalui monitor panitia juga, verifikasi berkas pengambilan PIN pendaftar titik koordinat yang tidak sesuai itu ternyata dilakukan di SMAN 4 Bojonegoro. Namun pihak SMAN 4 Bojonegoro membantah telah memverifikasi data pada berkas pendaftar tersebut. Dimana tidak ditemukannya berkas atas nama pendaftar dimaksud.

"Lebih parahnya lagi, kedua sekolah baik SMAN 1 dan SMAN 4, mengaku tidak pernah menerima berkas calon siswa yang seharusnya diserahkan ke pihak sekolah oleh calon siswa saat proses pengambilan PIN, guna kepentingan input data calon siswa, ini kan aneh, sehingga data calon siswa tersebut terimput secara siluman," imbuhnya.

Sementara Ketua PPDB SMAN 1 Bojonegoro, Aris Yuliantono mengatakan bahwa pendaftar yang jarak rumah dengan sekolah 94 meter ini pengambilan PIN bukan di SMAN 1 Bojonegoro. Namun tertulis pengambilan PIN di SMAN 4 Bojonegoro pada 6 Juni lalu. 

“Disarankan wali pendaftar bisa memeriksa di SMAN 4 Bojonegoro sehingga bisa jelas. Terlebih SMAN 1 Bojonegoro terdampak dengan adanya permasalahan tersebut,” ungkapnya.

Menurut Aris, dasar penentuan titik koordinat untuk PPDB jalur zonasi menggunakan alamat KK antara titik koordinat dan alamat KK harus sesuai.

Waka Kesiswaan SMAN 4 Bojonegoro, Hesty saat dikonfirmasi mengatakan data atau berkas untuk verifikasi pengambilan PIN dan penentuan titik koordinat tidak ada atas nama pendaftar yang dimaksud tersebut. Sehingga tidak mengetahui dan tidak bisa menjelaskan bagaimana SMAN 4 Bojonegoro bisa muncul sebagai pihak yang memverifikasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‘’Semua melalui sistem,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban, Maskun, mengatakan ditunggu perkembangan lebih lanjut karena semua proses dan tahapan PPDB melalui sistem. Nanti sistem yang akan mengkoreksi apabila ada dugaan titik koordinat yang yang kurang sesuai. (dra/hen)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kapolri Ungkap Pesan Eyang Meri dan Warisan Moral Jenderal Hoegeng yang Jadi Pegangan Keluarga Besar Polri

Kapolri Ungkap Pesan Eyang Meri dan Warisan Moral Jenderal Hoegeng yang Jadi Pegangan Keluarga Besar Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengakui bahwa pesan yang sering disampaikan Eyang Meri memiliki makna mendalam bagi masa depan Polri.
Penyebab Utama Anak SD di NTT Gantung Diri, Bukan Masalah Alat Tulis Polisi Singgung Orang Tua...

Penyebab Utama Anak SD di NTT Gantung Diri, Bukan Masalah Alat Tulis Polisi Singgung Orang Tua...

Polisi sampaikan perkembangan terbaru kasus kematian tragis siswa SD berinisial YRB (10) di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) usai nekat gantung diri.
Anggota Komisi III Nilai Isu Polri di Bawah Kementerian Malah Kesampingkan Esensi Reformasi Kepolisian Sesungguhnya

Anggota Komisi III Nilai Isu Polri di Bawah Kementerian Malah Kesampingkan Esensi Reformasi Kepolisian Sesungguhnya

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mengatakan reformasi Polri bukan berarti harus ada perubahan posisi lembaga tersebut di bawah kementerian.
Jadikan Indonesia Basis Penting dalam Ekosistem Baterai Global, Dirut CBL Indonesia Beberkan Strateginya saat RDP dengan DPR

Jadikan Indonesia Basis Penting dalam Ekosistem Baterai Global, Dirut CBL Indonesia Beberkan Strateginya saat RDP dengan DPR

Dirut CBL Indonesia, Wu Zhihui saat RDP bersama Komisi XII DPR RI beberkan komitmennya untuk menjadikan Indonesia basis penting dalam ekosistem baterai global.
Belum Juga Hengkang dari Manchester United, Casemiro Malah Sudah Dilirik LA Galaxy: Bukan Masalah Besar bagi Setan Merah

Belum Juga Hengkang dari Manchester United, Casemiro Malah Sudah Dilirik LA Galaxy: Bukan Masalah Besar bagi Setan Merah

Casemiro belum hengkang dari Manchester United, tapi LA Galaxy, raksasa Major League Soccer yang tengah menjajaki kemungkinan mendatangkan dirinya.
Memangnya Sehebat Apa Sergio Castel, Pemain Anyar Persib di Paruh Musim Super League 2025/2026?

Memangnya Sehebat Apa Sergio Castel, Pemain Anyar Persib di Paruh Musim Super League 2025/2026?

Menjelang penutupan bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026, Persib Bandung dikabarkan telah mengamankan jasa penyerang asal Spanyol Sergio Castel ...

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Update Ranking Timnas Futsal Indonesia: Tembus Peringkat 24 Dunia FIFA, Enam Besar Asia

Update Ranking Timnas Futsal Indonesia: Tembus Peringkat 24 Dunia FIFA, Enam Besar Asia

Timnas Futsal Indonesia mencatatkan pencapaian membanggakan di level internasional. Berdasarkan FIFA World Ranking Futsal, Indonesia kini menempati peringkat ke
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT