GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prof Komarudin Hidayat: Pilkada dengan Kotak Kosong Tidak Sehat Bagi Demkorasi

Fenomena pilkada dengan calon tunggal yang melawan kotak kosong dinilai Komarudin Hidayat tak sehat bagi demokrasi. Meskipun nantinya menang, dianggap tidak sah
Selasa, 10 September 2024 - 15:01 WIB
Komaruddin Hidayat, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Sumber :
  • sandi irwanto

Surabaya, tvOnenews.com - Fenomena pilkada dengan calon tunggal yang melawan kotak kosong dinilai Komarudin Hidayat tidak sehat bagi demokrasi. Meskipun calon tunggal nantinya menang dalam pilkada, dianggap tidak legitimed karena tidak dikehendaki rakyat.

Hal ini disampaikan Komaruddin Hidayat, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, usai memberikan motivasi kepada ribuan mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Komarudin Hidayat, Pilkada merupakan salah satu instrumen untuk mewujudkan cita-cita demokrasi di tingkat daerah. Siapa pun yang terpilih dalam Pilkada serentak 2024 betul betul mempejuangkan aspirasi rakyat, bukan aspirasi pemilik modal.

“Pilkada ini salah satu instumen mewujudkan demokrasi di negeri ini. Jadi siapapun yang nantinya menang dalam pilkada harus benar-benar memerjuangkan aspirasi rakyat, bukan memerjuangkan pemodal,” ujarnya.

Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI) ini menambahkan,  jika nanti pada pilkada dengan calon tunggal melawan kotak kosong menang, dinilainya tidak legitimed karena yang bersangkutan tidak diterima oleh  rakyat.

“Kalau ada calon tunggal yang menang daam pilkada, itu tidak legitimed karena orangnya tidak diterima oleh rakyat. Karena itu, pilkada dengan kotak kosong tidak sehat bagi demokrasi,” tegas Komarudin.
 
Komarudin Hidayat menambahkan, hal tersebut menurutnya akibat dari sistem politik yang salah, karena biaya pemilu, pilkada maupu pileg yang  terlalu mahal. Hanya mereka yang punya uang dalam jumlah besar yang bisa maju dalam pilkada maupun pileg.Prof Komarudin Hidayat: Pilkada dengan Kotak Kosong Tidak Sehat Bagi Demkorasi

Surabaya, tvOnenews.com - Fenomena pilkada dengan calon tunggal yang melawan kotak kosong dinilai Komarudin Hidayat tidak sehat bagi demokrasi. Meskipun calon tunggal nantinya menang dalam pilkada, dianggap tidak sah karena tidak dikehendaki rakyat.

Hal ini disampaikan Komaruddin Hidayat, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, usai memberikan motivasi kepada ribuan mahasiswa baru Universitas  Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Menurut Komarudin Hidayat, Pilkada merupakan salah satu instrumen untuk mewujudkan cita-cita demokrasi di tingkat daerah. Siapa pun yang terpilih dalam Pilkada serentak 2024 betul betul mempejuangkan aspirasi rakyat, bukan aspirasi pemilik modal.

“Pilkada ini salah satu instumen mewujudkan demokrasi di negeri ini. Jadi siapapun yang nantinya menang dalam pilkada harus benar-benar memerjuangkan aspirasi rakyat, bukan memerjuangkan pemodal,” ujarnya.

Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI) ini menambahkan,  jika nanti pada pilkada dengan calon tunggal melawan kotak kosong menang, dinilainya tidak sah karena yang bersangkutan tidak diterima oleh  rakyat.

“Kalau ada calon tunggal yang menang daam pilkada, itu tidak sah karena orangnya tidak diterima oleh rakyat. Karena itu, pilkada dengan kotak kosong tidak sehat bagi demokrasi,” tegas Komarudin.
 
Komarudin Hidayat menambahkan, hal tersebut menurutnya akibat dari sistem politik yang salah, karena biaya pemilu, pilkada maupu pileg yang  terlalu mahal. Hanya mereka yang punya uang dalam jumlah besar yang bisa maju dalam pilkada maupun pileg.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Itu semua karena akibat dari sistem politik yang salah. Biaya poltik di sini cukup mahal. Hanya mereka yang berduit banyak yang bisa maju dalam pilkada. Oleh karena itu, politik itu sebagai pesta rakyat, sebuah festival untuk rakyat, mestinya harus dikembalikan sebagaimna mestinya,” tandasnya. (msi/far)

“Itu semua karena akibat dari sistem politik yang salah. Biaya poltik di sini cukup mahal. Hanya mereka yang berduit banyak yang bisa maju dalam pilkada. Oleh karena itu, politik itu sebagai pesta rakyat, sebuah festival untuk rakyat, mestinya harus dikembalikan sebagaimna mestinya,” tandasnya. (msi/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Ditutupi, Patrick Kluivert Akhirnya Jujur soal Alasan Gagal Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia

Tak Ditutupi, Patrick Kluivert Akhirnya Jujur soal Alasan Gagal Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia

Perjalanan Patrick Kluivert bersama Timnas Indonesia akhirnya mendapat sorotan setelah sang pelatih buka suara soal pengalamannya di 2025 kepada media Belanda.
Ramalan Shio Cinta 26 Maret 2026: Kuda Ayo Buka Hati, Kerbau Potensi Konflik

Ramalan Shio Cinta 26 Maret 2026: Kuda Ayo Buka Hati, Kerbau Potensi Konflik

​​​​​​​Ramalan shio cinta 26 Maret 2026, peruntungan asmara 12 shio, Kuda paling beruntung soal cinta, sementara Kerbau berpotensi menghadapi konflik hingga putus.
Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Normal! One Way Tol Trans Jawa Resmi Dihentikan, Ini Penjelasannya

Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Normal! One Way Tol Trans Jawa Resmi Dihentikan, Ini Penjelasannya

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri secara resmi menghentikan skema one way nasional yang sebelumnya diberlakukan dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek. 
Gagal Juara Lagi di Brasil, Ducati Akhirnya Sadar Tak Bisa Terus Andalkan Marc Marquez

Gagal Juara Lagi di Brasil, Ducati Akhirnya Sadar Tak Bisa Terus Andalkan Marc Marquez

Marc Marquez masih belum bisa meraih podium di dua seri pembuka MotoGP 2026. Terbaru The Baby Alien kalah duel lawan Fabio Diggia di Brasil, akhir pekan kemarin
Dikaitkan Isu Paspor Ganda, Dean James Justru Dicoret dari Timnas Indonesia Jelang FIFA Series

Dikaitkan Isu Paspor Ganda, Dean James Justru Dicoret dari Timnas Indonesia Jelang FIFA Series

Kabar mengejutkan datang dari skuad Timnas Indonesia jelang FIFA Series akhir pekan ini. Bek milik Go Ahead Eagles, Dean James, resmi dicoret dari daftar pemain yang akan didaftarkan ke turnamen.
Siapakah Tiga Sosok Perempuan Pilihan John Herdman di Timnas Indonesia?

Siapakah Tiga Sosok Perempuan Pilihan John Herdman di Timnas Indonesia?

Tiga sosok perempuan dengan keahlian berbeda dilibatkan langsung dalam Timnas Indonesia bersama John Herdman, menandai babak baru dalam pengelolaan sepak bola nasional

Trending

Ipswich Town Beri Sorotan Penuh untuk Elkan Baggott yang Kembali Dipanggil Timnas Indonesia

Ipswich Town Beri Sorotan Penuh untuk Elkan Baggott yang Kembali Dipanggil Timnas Indonesia

Bek jangkung Elkan Baggott dipastikan kembali memperkuat Timnas Indonesia setelah sempat absen, dan akan tampil di ajang FIFA Series. Ipswich Town akui kaget.
KNVB Ambil Keputusan setelah Status WNI Dean James Dipermasalahkan Klub Belanda NAC Breda

KNVB Ambil Keputusan setelah Status WNI Dean James Dipermasalahkan Klub Belanda NAC Breda

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) telah mengumumkan melalui juru bicaranya tentang tuntutan NAC Breda. Mereka menuntut mengulang laga kontra Go Ahead Eagles setelah status Dean James dipermasalahkan.
Media Prancis Terheran-heran dengan Calvin Verdonk, Dinilai Kurang Ofensif tapi Tampil Disiplin

Media Prancis Terheran-heran dengan Calvin Verdonk, Dinilai Kurang Ofensif tapi Tampil Disiplin

Media Prancis terheran-heran dengan Calvin Verdonk, bek Timnas Indonesia itu dinilai minim ofensif tapi tampil fokus dan disiplin saat laga Lille vs Marseille.
Media Vietnam Heran Bukan Main, Baru Mulai Era John Herdman, Timnas Indonesia Terus Tambah Kekuatan Baru di Tim Pelatih

Media Vietnam Heran Bukan Main, Baru Mulai Era John Herdman, Timnas Indonesia Terus Tambah Kekuatan Baru di Tim Pelatih

Sorotan tajam datang dari media Vietnam terhadap langkah PSSI dalam membenahi struktur kepelatihan Timnas Indonesia. Mereka heran PSSI tambah kekuatan baru.
Bung Binder Puji Setinggi Langit John Herdman atas Keputusan Mencoret Pemain Ini dari Skuad Timnas Indonesia

Bung Binder Puji Setinggi Langit John Herdman atas Keputusan Mencoret Pemain Ini dari Skuad Timnas Indonesia

Pengamat sepakbola Bung Binder memberikan apresiasi kepada John Herdman atas keputusan mencoret beberapa pemain diaspora yang dianggap tidak tampil maksimal.
Vanja Bukilic Ikut Tryout Draft Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027, Sahabat Megawati Hangestri Siap Reuni Bareng Red Sparks

Vanja Bukilic Ikut Tryout Draft Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027, Sahabat Megawati Hangestri Siap Reuni Bareng Red Sparks

KOVO mengumumkan tanggal tryout dan draft pemain asing untuk Liga Voli Korea 2026-2027, di mana sahabat Megawati Hangestri di Red Sparks yakni Vanja Bukilic dikabarkan akan menjadi salah satu peserta.
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Tim Geypens Resmi Dicoret dari Skuad FC Emmen Akibat Masalah Paspor

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Tim Geypens Resmi Dicoret dari Skuad FC Emmen Akibat Masalah Paspor

Bak jatuh dan kemudian tertimpa tangga, Tim Geypens dicoret dari skuad FC Emmen dalam duel kontra Cambuur, Rabu (25/3/2026) dini hari WIB. Sang pemain Timnas Indonesia sebelumnya sempat masuk skuad John Herdman.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT