GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sukardi, Difabel Asal Jombang Sukses Kreasikan Kerajinan Bambu Bernilai Jual Tinggi

Sukardi, seorang penyandang disabilitas asal Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Jombang, membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi halangan untuk berkarya
Selasa, 3 Desember 2024 - 11:06 WIB
Hari Disabilitas International
Sumber :
  • tim tvone - rohmadi

Jombang, tvOnenews.com - Sukardi, seorang penyandang disabilitas asal Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi halangan untuk berkarya. 

Dengan kreativitasnya, Sukardi berhasil mengubah potongan bambu menjadi berbagai kerajinan unik yang bernilai jual tinggi, mendatangkan keuntungan hingga puluhan juta rupiah per bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setiap harinya, Sukardi sibuk di halaman rumahnya, mengolah potongan-potongan bambu menjadi barang-barang kerajinan seperti tempat tisu, hiasan bunga, mainan anak-anak, hingga berbagai kerajinan lainnya. Meskipun proses pembuatannya cukup rumit, Sukardi dengan terampil dan cekatan mampu menyelesaikannya dengan baik.

Proses pembuatan dimulai dengan memilih bambu berkualitas untuk bahan dasar. Setelah itu, bambu dipotong menggunakan gergaji dan dibelah sesuai kebutuhan. Agar halus, Sukardi menghaluskan potongan bambu tersebut dengan amplas sebelum akhirnya merakitnya menjadi kerajinan, seperti kotak tisu. 

“Sehari bisa membuat 10-15 kerajinan tergantung tingkat kerumitannya. Kalau buat miniatur ringin contong bisa sampai satu bulan,” ucapnya kepada awak media, Selasa (3/12). 

Dia hanya menggunakan lem sebagai perekat, dan menyempurnakan hasil karyanya dengan melapisi plitur agar terlihat lebih indah.

Dalam sehari, Sukardi mampu memproduksi lima hingga sepuluh kerajinan, tergantung tingkat kesulitannya. Harga dari kerajinan bambu yang dihasilkannya pun bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp3 juta, tergantung kompleksitas desain dan pembuatannya.

“Harga mulai dari 10 ribu untuk mainan anak-anak. Ada yang sampai 3 juta. Biasanya orang pesen miniatur untuk cenderamata pejabat,” paparnya.

Selain dijual secara lokal, Sukardi memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk memasarkan hasil kreasinya. Dari usahanya ini, ia mampu mengantongi pendapatan antara Rp2 juta hingga Rp10 juta setiap bulannya, tergantung jumlah pesanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Omset per bulan bisa mencapai Rp10 juta kalau banyak orderan, tapi kalau hari-hari biasa sekitar Rp2 juta,” ungkapnya.

Tepat di Hari Disabilitas Internasional tahun 2024 ini, Sukardi menekankan bahwa keterbatasan fisik tidak boleh dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Ia berharap semua penyandang disabilitas di Indonesia bisa tetap aktif dan produktif, karena menurutnya, dengan tetap berkarya, tubuh menjadi lebih sehat.
 
“Pesan saya untuk teman-teman penyandang disabilitas di Indonesia, jangan malas. Semangatlah, karena dengan semangat, kita akan sehat," ujar Sukardi. (roi/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tingkah Gemas Gubernur Sherly Tjoanda saat Blusukan di Hutan Suku Togutil, Tiba-tiba Akui Ingin Menghilang

Tingkah Gemas Gubernur Sherly Tjoanda saat Blusukan di Hutan Suku Togutil, Tiba-tiba Akui Ingin Menghilang

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda kembali mencuri perhatian publik usai membagikan momen ketika menyusuri hutan untuk menemui masyarakat adat Suku Togutil.
Gara-gara WNI Asal Karawang Terlantar di Libya, Dedi Mulyadi Langsung Beri Pesan Tegas untuk Warga Jabar

Gara-gara WNI Asal Karawang Terlantar di Libya, Dedi Mulyadi Langsung Beri Pesan Tegas untuk Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bantu pulangkan WNI asal Karawang yang terlantar di Libya. Kasus ini jadi peringatan keras untuk warga Jabar.
Hasil Super League: Persis Solo Jaga Asa Bertahan di Super League usai Tumbangkan Dewa United

Hasil Super League: Persis Solo Jaga Asa Bertahan di Super League usai Tumbangkan Dewa United

Persis Solo menjaga asa keluar dari zona merah setelah menang 1-0 atas Dewa United, sementara Malut United ditahan imbang Persita Tangerang.
5 Weton yang Diprediksi Kurang Beruntung pada Tanggal 17 Mei 2026, Harus Ekstra Sabar saat Menghadapi Ujian Berat

5 Weton yang Diprediksi Kurang Beruntung pada Tanggal 17 Mei 2026, Harus Ekstra Sabar saat Menghadapi Ujian Berat

Menurut perhitungan kitab Primbon Jawa, ada lima weton yang disarankan untuk memperlambat tempo, menahan diri, dan ekstra waspada pada tanggal 17 Mei 2026.
Pantas Saja Berani Protes, Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak Ternyata Pernah Juara 1 LCC Kalbar hingga Lolos Tingkat Nasional

Pantas Saja Berani Protes, Josepha Alexandra SMAN 1 Pontianak Ternyata Pernah Juara 1 LCC Kalbar hingga Lolos Tingkat Nasional

Sosok Josepha Alexandra (Ocha) ternyata bukan anak bawang di panggung LCC garapan MPR RI ini. Ia adalah sang petahana yang punya rekam jejak cukup mengagumkan.
Rico Waas Tak Hadir di Kopdes, Bobby Nasution Soroti Tingkah Wali Kota Medan: Kita Lapor ke Kemendagri

Rico Waas Tak Hadir di Kopdes, Bobby Nasution Soroti Tingkah Wali Kota Medan: Kita Lapor ke Kemendagri

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menyoroti tingkah Wali Kota Medan, Rico Waas. Pasalnya, orang nomor satu di Kota Medan itu tak hadir dalam acara Kopdes

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT