News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Misteri Mayat Membusuk di Rumah Duda Jember, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

Sesosok mayat perempuan ditemukan tergeletak di dalam rumah di Dusun Krajan I, Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, pada Jumat (6/12) sore
  • Reporter :
  • Editor :
Jumat, 6 Desember 2024 - 23:33 WIB
rumah di Dusun Krajan I
Sumber :
  • tvOne - sinto sofian

Jember, tvOnenews.com – Sesosok mayat perempuan ditemukan tergeletak di dalam rumah di Dusun Krajan I, Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, pada Jumat (6/12) sore. Saat ditemukan, jasad tersebut sudah dalam kondisi membusuk dengan luka di bagian kepala.

Menurut Kepala Desa Patemon, Arismanto, korban bernama Muslimah (55), warga Dusun Krajan, Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Korban ini bukan warga Desa Patemon, tapi dari Desa Manggisan,” ujar Aris.

Rumah tempat ditemukannya korban diketahui milik seorang pria bernama Suri (60). Namun, saat penemuan mayat, Suri sudah tidak berada di lokasi.

“Suri pamit ke rumah anaknya di Lumajang pada Rabu sore kemarin,” jelas Aris.

Berdasarkan informasi yang beredar, Muslimah diduga memiliki hutang kepada Suri sebesar Rp600 ribu. Selain itu, Suri disebut sering menagih hutang tersebut dan bahkan dikabarkan ingin menikahi Muslimah.

“Menurut warga, Muslimah juga sering datang ke rumah Suri, tapi kita tidak tahu hubungan pasti di antara keduanya,” ungkap Aris.

Mayat korban pertama kali ditemukan oleh tetangga yang mencium bau busuk dari dalam rumah. “Karena curiga, tetangga bersama Pak RT mendobrak pintu rumah dan menemukan korban sudah meninggal dalam kondisi membusuk,” kata Aris.

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi terlentang di atas dipan ruang tamu dengan tubuh tertutup kain sarung, sementara kakinya menjuntai ke lantai.

“Kami langsung melapor ke polisi, dan petugas segera melakukan olah TKP,” tambahnya.

Kanit Reskrim Polsek Tanggul, Bripka Aditya Prahara P. Utama, membenarkan penemuan tersebut. Namun, ia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

“Kami masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” ujar Aditya.

Aditya menjelaskan bahwa terdapat luka di kepala kiri korban serta lebam di wajah. Namun, belum dapat dipastikan apakah luka tersebut disebabkan oleh hantaman benda keras atau sebab lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Masih perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan meminta keterangan dari saksi, termasuk pemilik rumah,” tegasnya.

Hingga kini, keberadaan Suri sebagai pemilik rumah masih belum diketahui. Dari lokasi kejadian, polisi menyita beberapa barang bukti, seperti selimut dan pakaian korban.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Hujan deras menyebabkan 39 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan, terendam banjir, Rabu (4/2/2026).
Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko menanggapi kasus anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) nekat bunuh diri. Ia menyinggung soal bansos.
Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Namun, kepolisian memastikan proses pendalaman tetap dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh.
Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Ketum Kadin menegaskan bahwa agenda pertumbuhan hijau Indonesia tidak terlepas dari kisah besar transisi energi yang kini menjadi medan persaingan global.
Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya amankan dua wanita yang terlibat dalam peredaran narkotika jenis Etomidate di dua lokasi berbeda, wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Komisi XI DPR Bentuk Panja Revisi UU P2SK, Misbakhun: Penguatan Sektor Keuangan Harus Responsif ke Pasar

Komisi XI DPR Bentuk Panja Revisi UU P2SK, Misbakhun: Penguatan Sektor Keuangan Harus Responsif ke Pasar

Komisi XI DPR RI menyepakati pembentukan panitia kerja untuk membahas revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT