News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Korban Pengroyokan dan Penganiayaan Sekelompok Suporter Bola, Kondisinya Membaik

Setelah menjalani operasi akibat luka bacok serius di bagian perut, kondisi kesehatan Alwi Sihab Hantri Pratama, 18 tahun, korban pengeroyokan dan penganiayaan sekelompok supporter bola, kini sudah mulai membaik dan tinggal pemulihan.
Jumat, 25 Februari 2022 - 12:13 WIB
korban pengroyokan membaik
Sumber :
  • tim tvone - wawan sugiarto

Lumajang, Jawa Timur - Setelah menjalani operasi akibat luka bacok serius di bagian perut, kondisi kesehatan Alwi Sihab Hantri Pratama, 18 tahun, korban pengeroyokan dan penganiayaan sekelompok supporter bola, kini sudah mulai membaik dan tinggal pemulihan.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang, didampingi kedua orang tuanya, Sutrisno dan Khunaeni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Alhamdulliah, sudah dioperasi, kondisinya kini sudah mulai membaik dan menunggu pemulihan,” kata Sutrisno (25/02/2022).

Pada saat kejadian yang menimpa putra semata wayangnya ini, Sutrisno mengaku sedang tidak berada di rumah. Warga  Dusun Besuki, Desa Kloposawit, Candipuro ini sedang berada di Surabaya untuk bekerja.

“Saya baru pulang kemarin siang (24/02/2022) setelah ditelepon istri dan langsung datang ke Polres untuk dimintai keterangan hingga sore hari,” kata Sutris.

Selesai menjalani pemeriksaan, Sutris langsung bergegas ke rumah sakit untuk melihat kondisi anaknya yang baru saja menjalani operasi dan bisa bernafas lega, setelah melihat kondisi anaknya sudah membaik. Kepada pihak kepolisian, orang tua korban mengucapkan banyak terima kasih atas upaya kerasnya, untuk segera mengungkap kasus ini.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada polres lumajang, yang terus berupaya keras mengungkap kasus ini. Saya berharap, polisi segera mengungkap dan menangkap para pelaku pengeroyokan anak saya ini,” tegas Sutris.

Sutris juga meminta kepada teman-teman anaknya maupun masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing dan terprovokasi untuk melakukan aksi balasan. 

Senada dengan harapan orang tua, Riki selaku koordinator Bonek Lumajang juga menghimbau kepada semua anggota komunitas Bonek Lumajang, tetap menjaga kondusifitas Lumajang pasca terjadinya insiden pengeroyokan.

“Saya berharap kepada seluruh dulur-dulur Bonek, agar menjaga kondusifitas Lumajang dan tidak terpancing untuk melakukan tindakan anarkhis dan untuk daerah lainnya. Mohon tidak terprovokasi karena kejadian tersebut sudah masuk dalam kejadian kriminal, maka kita percayakan untuk penyelesaianya secara hukum,” kata Riky.

Sementara itu, Wakapolres Lumajang, Kompol Kristiyan Beorbel Martino menyatakan, bahwa kasus pengeroyokan dan penganiayaan ini telah ditangani Satreksrim Polres Lumajang yang saat ini masih dilakukan upaya pengungkapan. 

Saat ini, tim di lapangan terus melakukan serangkaian penyelidikan, pengumpulan barang bukti pendukung seperti rekaman cctv, dan memeriksa sejumlah saksi. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat tetap tenang dan menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menahan diri, menjaga situasi tetap kondusif serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada polres Lumajang,” tegas Wakapolres.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, insiden aksi pengeroyokan menimpa tiga pemuda usai acara nonton bareng (nobar) BRI Liga 1, yang mempertemukan Persebaya vs Arema di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu malam (22/02/2022). Kejadian berawal ketika tiga pemuda nonton bareng (nobar) di depan kantor DPC Nasdem. Usai laga, tiga orang yang merupakan korban pengeroyokan tersebut berpindah tempat untuk nongkrong di sebuah warung kopi, jalan Imam Suja'i. Tak berselang lama lewatlah gerombolan bermotor sejumlah kurang lebih 35 orang dengan menggunakan motor, sekitar pukul 23.00 WIB. 

Melihat tiga orang ngopi dengan atribut Persebaya, gerombolan tersebut putar balik menghampiri korban dan langsung menyerang , sehingga mengakibatkan satu pemuda mengalami luka bacok cukup parah dan harus dilarikan kerumah sakit. (Wawan Sugiarto/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Legenda Voli Korea Kaget Lihat Kualitas Asli Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate

Legenda Voli Korea Kaget Lihat Kualitas Asli Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate

Pevoli veteran Korea Selatan Bae Yoo-na memberikan penilaian mengejutkan terkait kualitas permainan Megawati Hangestri Pertiwi usai keduanya menjalani latihan -
Prediksi Mengejutkan Media Thailand soal Pertandingan Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Cetak Gol Lebih Dulu

Prediksi Mengejutkan Media Thailand soal Pertandingan Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Cetak Gol Lebih Dulu

Media Thailand, Siamsport, membuat prediksi menarik jelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Mereka menilai Timnas Indonesia berpeluang mencetak gol lebih dahulu.
Menteri Pertanian Pastikan Produksi Padi Aman di Tengah Ancaman El Nino

Menteri Pertanian Pastikan Produksi Padi Aman di Tengah Ancaman El Nino

Fenomena El Nino kategori sangat kuat bersamaan dengan musim kemarau menghasilkan kondisi atmosfer Indonesia yang kering. Pemerintah pastikan produksi padi aman
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba, 20 Rumah Rusak dan Ada Korban Tewas

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba, 20 Rumah Rusak dan Ada Korban Tewas

Gempa Magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (4/10/2026) pukul 06.55 WITA.
Hilirisasi Nikel Ubah Wajah Ekonomi Indonesia

Hilirisasi Nikel Ubah Wajah Ekonomi Indonesia

Hilirisasi nikel menjadi salah satu kebijakan industri yang mulai mengubah struktur ekspor Indonesia. Proyek ini mengubah wajah industri Indonesia dari pengolah
Kabar Buruk Hantam Malaysia Usai Menang 6-0 atas Singapura, Harimau Malaya Pincang Jelang Lawan Vietnam di Perebutan Juara 3 FIFA ASEAN Cup 2026

Kabar Buruk Hantam Malaysia Usai Menang 6-0 atas Singapura, Harimau Malaya Pincang Jelang Lawan Vietnam di Perebutan Juara 3 FIFA ASEAN Cup 2026

Malaysia mendapat kabar buruk jelang laga perebutan tempat ketiga FIFA ASEAN Cup 2026. Harimau Malaya dipastikan tidak diperkuat kapten mereka, Dion Cools.

Trending

Penilaian Jujur Pevoli Senior Korea soal Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate, Beri Peringatan Jelang Debut

Penilaian Jujur Pevoli Senior Korea soal Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate, Beri Peringatan Jelang Debut

Pevoli senior Korea, Kim Hee-jin, memberikan penilaian jujur terhadap Megawati Hangestri yang akan menjalani tantangan baru bersama Hyundai Hillstate. Katanya..
Hillstate Gelar Uji Tanding Lawan Pink Spiders, Duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson Langsung Turun

Hillstate Gelar Uji Tanding Lawan Pink Spiders, Duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson Langsung Turun

Dalam laga uji coba tertutup antara Hyundai Hillstate vs Pink Spider akhir pekan ini, duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson langsung diturunkan bersamaan.
Digerebek Polisi saat Pesta Narkoba, Pria Ini Mengaku Mantan Pemain Sepak Bola Liga Indonesia

Digerebek Polisi saat Pesta Narkoba, Pria Ini Mengaku Mantan Pemain Sepak Bola Liga Indonesia

Satu dari tiga orang tersangka pesta narkoba di Petojo, Jakarta Pusat mengaku kepada polisi kalau dirinya mantan pesepakbola liga Indonesia yakni Persija..
Bung Towel Minta FIFA Tak Tugaskan Wasit Korea Selatan untuk Pimpin Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand

Bung Towel Minta FIFA Tak Tugaskan Wasit Korea Selatan untuk Pimpin Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand

Timnas Indonesia akan menjamu Thailand di babak final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). 
Polres Metro Bekasi Ringkus Empat Sindikat Pencurian Modus Geser Tas Milik WNA di Mal

Polres Metro Bekasi Ringkus Empat Sindikat Pencurian Modus Geser Tas Milik WNA di Mal

Atas perbuatannya, keempat terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti selanjutnya dibawa ke Polres Metro Bekasi untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Pengungkapan Kasus Majikan Bakar Sopir Hidup-Hidup di Bali, Polisi: Bos Sumbu Pendek, Jarang Berinteraksi hingga Awalnya untuk Menakut-nakuti

Pengungkapan Kasus Majikan Bakar Sopir Hidup-Hidup di Bali, Polisi: Bos Sumbu Pendek, Jarang Berinteraksi hingga Awalnya untuk Menakut-nakuti

Pihak kepolisian akhirnya mengungkap kasus majikan membakar sopirnya hidup-hidup secara detail. Berdasarkan hasil pendalaman penyidik, majikan disebut jarang berinteraksi dengan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Prakiraan Cuaca 4 Oktober 2026, BMKG Sebut Jakarta Berpotensi Hujan Ringan dan Wilayah Sekitarnya

Prakiraan Cuaca 4 Oktober 2026, BMKG Sebut Jakarta Berpotensi Hujan Ringan dan Wilayah Sekitarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, danGeofisika (BMKG) memprakirakan cuaca hari ini beragam, karena transisi dan pengaruh El Nino. Berikut prakiraan cuaca hari ini
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT