News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Minyak Goreng Langka dan Mahal, Warga Rela Tempuh Perjalanan Hingga 10 Kilometer untuk Antri Pasar Murah

Ada cerita unik di balik kegiatan pasar murah minyak goreng, yang digelar oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Lumajang, di Kantor Kecamatan Pronojiwo. Mulai dari kisah warga yang harus rela menempuh perjalanan jauh sambil menggendong balita, meminjamkan balita demi lolos antrian, hingga aksi curang membayar pakai uang palsu.
Rabu, 2 Maret 2022 - 17:49 WIB
warga bayar minyak goreng dengan uang palsu
Sumber :
  • tim tvone - wawan sugiarto

Lumajang, Jawa Timur - Ada cerita unik di balik kegiatan pasar murah minyak goreng, yang digelar oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Lumajang, di Kantor Kecamatan Pronojiwo, Rabu (02/03). 

Mulai dari kisah warga yang harus rela menempuh perjalanan jauh sambil menggendong balita, meminjamkan balita demi lolos antrian, hingga aksi curang membayar pakai uang palsu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wiranti (35), warga Dusun Besuk Cukit, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang mengaku, harus menempuh jarak sekitar 10 km untuk mendapatkan minyak goreng murah.

"Rumah saya Dusun Besuk Cukit, kira-kira jaraknya 10 km," kata Wiranti di Kantor Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Sambil menggendong anaknya yang masih berusia dua tahun, Wiranti mengendarai sepeda motornya untuk sampai di Kantor Kecamatan Pronojiwo. Perjuangan Wiranti untuk mendapatkan minyak goreng tidak cukup sampai disitu. Setiba di Kantor Kecamatan Pronojiwo, Ia harus mengantri sampai satu jam, bersama ratusan warga lainnya.

Pasalnya, pasokan minyak goreng di Kecamatan Pronojiwo memang langka. Selain karena faktor kelangkaan minyak goreng itu sendiri, juga putusnya jembatan Gladak Perak menjadi faktor sulitnya distribusi minyak goreng.

"Antrinya satu jam, kasian anaknya kepanasan, tapi mau bagaimana lagi, minyak juga susah," ungkap Wiranti.

Senada dengan Wiranti, Atia (42), warga Sumberurip yang mengaku menempuh jarak sekitar 9 km. Menurut Atia, dirinya rela datang dari jauh karena di pasar dekat rumah, harga minyak goreng masih Rp40 ribu per dua liter.

"Ini jauh lebih murah. Kalau di pasar masih Rp40 ribuan, jadi walaupun jauh ya kita datangi aja," kata Atia.

Tidak sampai disitu, keunikan lain terlihat ketika ada yang meminjam anak kepada warga lain agar tidak antre lama. Petugas kecamatan memang memberikan keutamaan bagi warga yang membawa balita untuk didahulukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kasian lihat antrinya lama, lalu ada yang pinjam anak saya, ya saya kasihkan, ternyata ketauan petugas," cerita Abdul Aziz, warga Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Di sisi lain, moment antrian ini justru dimanfaatkan salah satu oknum ibu rumah tangga untuk berbuat curang dengan membayar dua liter minyak goreng seharga 28 ribu dengan uang palsu, namun berhasil digagalkan petugas.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Kali Krukut Meluap Sebabkan 39 RT di Jaksel Terendam Banjir

Hujan deras menyebabkan 39 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan, terendam banjir, Rabu (4/2/2026).
Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Anak SD di Ngada NTT Bunuh Diri, DPR Sentil Bansos Tak Tepat Sasaran

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko menanggapi kasus anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) nekat bunuh diri. Ia menyinggung soal bansos.
Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Motif Lain Siswa SD Gantung Diri di NTT, Bukan Hanya Tak Mampu Beli Buku dan Pena

Namun, kepolisian memastikan proses pendalaman tetap dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh.
Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Anindya Bakrie Ungkap Ancaman dan Peluang Transisi Energi: Menuju Net Zero Kita Butuh 100 Gigawatt Daya

Ketum Kadin menegaskan bahwa agenda pertumbuhan hijau Indonesia tidak terlepas dari kisah besar transisi energi yang kini menjadi medan persaingan global.
Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Warga Endus Adanya Transaksi Narkoba, Dua Wanita Diringkus Polisi Usai Kedapatan Simpan Obat Jenis Cartride-Etomidate

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya amankan dua wanita yang terlibat dalam peredaran narkotika jenis Etomidate di dua lokasi berbeda, wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Komisi XI DPR Bentuk Panja Revisi UU P2SK, Misbakhun: Penguatan Sektor Keuangan Harus Responsif ke Pasar

Komisi XI DPR Bentuk Panja Revisi UU P2SK, Misbakhun: Penguatan Sektor Keuangan Harus Responsif ke Pasar

Komisi XI DPR RI menyepakati pembentukan panitia kerja untuk membahas revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT