Sering Donor Darah Sejak SMA, Pelaku Mutilasi di Depok Temukan Fakta Pahit dalam Tubuhnya: Baru Ketahuan saat Awal 2026
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap fakta baru dibalik peristiwa pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan Saepullah (26) terhadap pria berinisial K (51), yang jasadnya ditemukan di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Kota Depok, pada Selasa (4/8).
Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra Kartika mengatakan, tersangka mengetahui mengidap HIV sejak Februari 2026.
“Tersangka Saefullah baru mengetahui jika dirinya menghidap HIV pada saat hendak mendonorkan darahnya di event atau acara donor darah di PMI yang pada saat itu berlokasi di GDC, Depok,” kata Dimitri, kepada wartawan, Rabu (12/8).
Lebig lanjut, Dimitri menerangkan, tersangka juga mengetahui dirinya mengidap HIV, pasca-tiga minggu mendonorkan darahnya.
“Pada sekitar bulan Februari 2026, tersangka berhasil mendonorkan darahnya. Setelah tersangka berhasil mendonorkan darahnya, tiga minggu kemudian tersangka dikabarkan bahwa tersangka terindikasi terkena HIV,” ungkapnya.
Kemudian, tersangka melakukan pengecekan pada Maret 2026 di Puskesmas Pancoran Mas Depok dan mendapatkan hasil positif HIV.
Adapun diketahui bahwa yang bersangkutan aktif mendonorkan darah di kegiatan acara donor darah sejak menduduki bangku sekolah SMA.
Sebelumnya diberitakan, polisi mengungkap fakta baru terkait kasus pembunuhan disertai mutilasi, yang dilakukan oleh Saepul (26) terhadap pria berinisial K (51) di sebuah kontrakan, wilayah Cipayung, Depok, Jawa Barat, pada beberapa waktu lalu.
Dalam rekonstruksi yang digelar oleh Tim Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, pada Selasa (11/8/2026), diketahui bahwa tersangka membawa obat.
Kompol Dimitri Mahendra Kartika mengatakan, tersangka Saepul dari hasil pemeriksaan diketahui menderita penyakit HIV.
"Obatnya kami duga, itu dari hasil pemeriksaan kami, dia menderita penyakit HIV,” ujar Dimitri, di Depok, Selasa (11/8).
Dengan demikian, dalam rekonstruksi ini, tersangka Saepul harus membawa obat untuk dikonsumsi.
“Iya (dia diharuskan bawa obat),” ujar Dimitri. (ars/dpi)
Load more