News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dugaan Gratifikasi, Oknum Pegawai Puskesmas di Pacitan Terima Tenaga Sukarelawan Tanpa Prosedur

Seorang pegawai pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Pacitan diduga menerima gratifikasi atas penerimaan dua orang pegawai sukarelawan (sukwan).
Kamis, 24 April 2025 - 15:04 WIB
Dugaan Gratifikasi, Oknum Pegawai Puskesmas di Pacitan Terima Tenaga Sukarelawan Tanpa Prosedur
Sumber :
  • agus wibowo

Pacitan, tvOnenews.com - Seorang pegawai pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Pacitan diduga menerima gratifikasi atas penerimaan dua orang pegawai sukarelawan (sukwan). 

Kasus dugaan yang terjadi di Puskesmas Desa Tanjungsari Kecamatan Kota Pacitan mencuat setelah salah seorang warga Pacitan yang sempat melamar pekerjaan ditolak dengan alasan tidak berani menerima pelamar karena belum ada kebutuhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, tak berselang lama, Puskesmas tersebut menerima tiga orang tenaga sukarelawan. Hebatnya dua orang sukarelawan itu dapat mengeser posisi yang sebelumnya ditempati Aparatur Sipil Negara dan diposisikan pada pelayanan (rujukan dan amamnesa) ruang kerja dr. Wahyu Basuki Rahmat. Sedangkan satu orang menempati kekosongan apotek.

“Waktu itu sekitar Desember 2024 saya ditolak katanya tidak menerima sukwan lagi. Seminggu kemudian saya tanya lagi ke tata usaha tetap saya tidak diterima, katanya ada tiga orang tenaga sukwan yang baru diterima kerja masuk pada bulan Januari 2025,” terang Suci Maharani, warga Pacitan Kota.

Berawal penasaran, Suci pun mencari tahu identitas tiga tenaga sukwan yang sudah masuk kerja di puskesmas tersebut.

“Saya sempat berbincang dengan mereka. Dua orang sukwan mengaku merupakan anak dari pegawai fungsional tata usaha puskesmas setempat. Kalau tidak salah namanya (inisial) MW dan WMS (perawat). Satu lagi di apotek mas, anaknya pak polisi. Mungkin ada yang disuap, kok gampang banget bisa diterima, anaknya pegawai situ lagi,” tambahnya dengan nada kesal.

Sementara Indra Gunawan, PJ Tata Usaha Puskesmas Tanjungsari saat dikonfirmaai mengakui menerima tiga orang tenaga sukarelawan. Saat itu ada kekurangan tenaga untuk pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Tanjungsari.

“Tiga orang pelamar yang sudah kami terima bekerja menjadi sukarelawan. Honor dan jasa pelayanan setara dengan sukwan yang sudah lama bekerja di puskesmas. Soal orientasi memang tidak kami berikan. Tapi saya yakin mereka sudah paham dengan pekerjaan. Berkasnya sudah saya serahkan ke Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu Dinas Kesehatan hingga kini masih belum mengetahui apakah ada oknum pegawai Tata Usaha yang terlibat kasus gratifikasi atas penerimaan tenaga di Puskesmas Tanjungsari tersebut.

PJ Sekretarias Dinas Kesehatan Pacitan, dr Nurfarida tidak tahu menahu soal adanya tenaga sukwan yang bekerja di sana. Sesuai aturan yang berlaku untuk CPNS, Honorer, PPPK memang sudah tidak lagi menerima lowongan. Akan tetapi untuk tenaga sukarelawan dibuka lowongan dengan mengacu pada prosedur yang tepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pemerintah daerah tidak ada lagi membuka lowongan penerimaan pegawai baru CPNS, honorer atau PPPK. Meski demikian, untuk peningkatan pelayanan memungkinkan ada penambahan tenaga, Puskesmas terlebih dahulu harus mengusulkan rencana kebutuhan ke Dinas Kesehatan Ini sepertinya kami tidak menerima dari PJ Tata Usaha. Biar nanti saya cek,” jelasnya.

Bilamana ada temuan kasus gratifikasi maka penegakan disiplin akan dilaksanakan oleh Inspektorat Pacitan dengan BKSDM. Jika benar ditemukan maka sanksi akan diberikan sesuai undang-undang yang berlaku. (asw/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kadin Indonesia Yakin Kepri Bisa Jadi Pusat Industri Hijau dan AI, Investasi Dipacu Lewat FTZ

Kadin Indonesia Yakin Kepri Bisa Jadi Pusat Industri Hijau dan AI, Investasi Dipacu Lewat FTZ

Pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, dan dihadiri Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, jajaran pengurus Kadin Indonesia, serta pengurus Kadin Kepulauan Riau yang dipimpin Mustafa.
Pulang Haji, Mantan Pimpinan Bank Sumsel Babel Ditahan Kejati Sumsel dalam Kasus Dugaan Korupsi KUR Rp3,9 Miliar

Pulang Haji, Mantan Pimpinan Bank Sumsel Babel Ditahan Kejati Sumsel dalam Kasus Dugaan Korupsi KUR Rp3,9 Miliar

Tim Penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) menahan tersangka SF, mantan Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Martapura periode 2022–2024, terkait dugaan penyimpangan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, Kabupaten OKU Timur.
Jurgen Klopp Minta Maaf Usai Dicecar Legenda Timnas Jerman karena Kritik Strategi Julian Nagelsmann di Piala Dunia 2026

Jurgen Klopp Minta Maaf Usai Dicecar Legenda Timnas Jerman karena Kritik Strategi Julian Nagelsmann di Piala Dunia 2026

Eks pelatih Liverpool asal Jerman, Jurgen Klopp, mendapat sorotan pada Piala Dunia 2026 usai melontarkan kritik kepada pelatih Der Panzer, Julian Nagelsmann.
Kronologi Istri Usia 53 Tahun Tiba-tiba Hilang saat Tunggu Suami Shalat Jumat di Masjid Bogor

Kronologi Istri Usia 53 Tahun Tiba-tiba Hilang saat Tunggu Suami Shalat Jumat di Masjid Bogor

Arif Setiawan mengungkap kronologi lengkap istri, Rahmawati (53) hilang saat menunggu dirinya shalat Jumat di Masjid Agung At-Tohiriyah, Empang, Kota Bogor.
Viral Video Diduga Pemerasan Pekerja JPO di Jakpus, Polisi Amankan dan Periksa Tukang Cat Duko

Viral Video Diduga Pemerasan Pekerja JPO di Jakpus, Polisi Amankan dan Periksa Tukang Cat Duko

Video viral memperlihatkan pria yang diduga tukang cat duko, memalak pekerja proyek billboard jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kramat Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.
Menteri ESDM Bahlil Targetkan Tak Ada Lagi 5.700 Desa dan 4.400 Dusun Gelap 2030

Menteri ESDM Bahlil Targetkan Tak Ada Lagi 5.700 Desa dan 4.400 Dusun Gelap 2030

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia jelaskan, masih ada lebih dari 10 ribu lebih titik wilayah yang belum dialiri listrik.

Trending

Terungkap, Penyebab Utama Elza Syarief Mengundurkan Diri sebagai Kuasa Hukumnya Sony Sonjaya: Saya Tak Nyaman

Terungkap, Penyebab Utama Elza Syarief Mengundurkan Diri sebagai Kuasa Hukumnya Sony Sonjaya: Saya Tak Nyaman

Mencuat kabar terkait Elza Syarief mengundurkan diri sebagai kuasa hukumnya eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG. Sontak
Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Wasit Liga Indonesia Bertingkah di Piala Dunia, Bikin Gestur White Supremacy: Untungnya Dibela FIFA

Seorang wasit yang memiliki rekam jejak pernah memimpin pertandingan di kompetisi Liga Indonesia Shaun Evans sempat menjadi sorotan tajam di Piala Dunia 2026 ..
Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026

Jersey Haiti Dianggap Bermuatan Politik, FIFA Larang Dipakai di Piala Dunia 2026

Kabar mengejutkan datang dari kontestan Piala Dunia 2026. Timnas Haiti terpaksa harus mengganti desain jersey yang sedianya bakal mereka gunakan sepanjang ... -
Media Vietnam Mulai Curiga, Jangan-jangan Pemain Keturunan Jerman dan Belanda Ini akan Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Mulai Curiga, Jangan-jangan Pemain Keturunan Jerman dan Belanda Ini akan Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam mulai curiga Timnas Indonesia akan kedatangan dua pemain naturalisasi baru. Ada yang dari Jerman dan dari Belanda. Siapakah calon pemain tersebut?
Baru juga Jadi Suami Istri, Unggahan Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Buat Jennifer Coppen Kesal: Uji Kesabaran

Baru juga Jadi Suami Istri, Unggahan Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Buat Jennifer Coppen Kesal: Uji Kesabaran

Satu unggahan Instagram pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner membuat sang istri, Jennifer Coppen mengamuk setelah sehari melaksanakan pernikahan di Bali.
Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Skor akhir 0-0 membuat Tanjung Verde sukses mencuri perhatian dunia setelah menahan imbang raksasa Eropa, Spanyol pada laga Grup H, Senin (15/6/2026) waktu setempat.
Diskusi Publik UGM Ricuh Tiga Pejabat Sampai Dievakuasi Polisi, Ketum Serikat Mahasiswa: Pejabat Banyak Bohong!

Diskusi Publik UGM Ricuh Tiga Pejabat Sampai Dievakuasi Polisi, Ketum Serikat Mahasiswa: Pejabat Banyak Bohong!

Diskusi publik bertajuk "Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia" yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Yogyakarta berakhir ricuh. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT