News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

10 Tahun Menabung dari Hasil Jualan Es Campur, Mbah Said dan Istri Akhirnya Berangkat Haji

Pasangan suami istri asal Batu, tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, mereka berangkat haji dari hasil kerjanya menjadi penjual es campur selama 10 tahun.
Sabtu, 17 Mei 2025 - 19:08 WIB
10 Tahun Menabung dari Hasil Jualan Es Campur, Mbah Said dan Istri Akhirnya Berangkat Haji
Sumber :
  • edi cahyono

Batu, tvOnenews.com – Pasangan suami istri asal Kota Batu, tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, mereka menjadi salah satu dari jutaan orang yang mampu berangkat haji di tahun 2025 ini dengan cara menyisihkan uang hasil kerjanya menjadi penjual es campur selama 10 tahun.

Pasangan suami istri itu adalah Muhammad Said (86) dan Kasiatun (82), warga Jalan Panglima Sudirman, Gang 4, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu. Sehari-hari mereka berjualan es campur di Gang Kauman, Kelurahan Sisir, tepatnya di samping Masjid Agung An-Nur Kota Batu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mbah Said dan istrinya tergabung dalam kloter 81, yang merupakan gabungan jemaah dari Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kota Malang. Mereka dijadwalkan masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada 24 Mei 2025, kemudian berangkat ke Tanah Suci pada hari berikutnya yakni 25 Mei 2025. ‎

Mbah Said sapaan akrabnya, telah berjualan es campur sejak tahun 1954, saat usianya baru menginjak 16 tahun. Setelah 70 tahun berjualan es campur, Mbah Said akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya untuk menunaikan ibadah Haji.

‎"Saya sudah jualan pas umur 16 tahun, waktu itu masih berharga Rp60 sen satu mangkok. Masa itu, saya jualan sama paklek (paman) saya, sampai akhirnya bisa berjualan sendiri di tahun 1983 dengan modal Rp1000 waktu itu sudah banyak," ungkap Mbah Said saat ditemui dirumahnya Sabtu, (17/5/2025).

Lebih lanjut, Mbah Said juga mengisahkan, bahwa dia berjualan es campur dengan meminta modal dari orang tua. Saat itu dia ingin menikah namun tidak memiliki pekerjaan. Karena rumahnya berdekatan dengan Alun-alun Kota Batu yang waktu itu juga berfungsi sebagai pasar. Dia nekat berjualan pecah belah sebelum jualan es campur.

"Saat itu saya diberi modal oleh orang tua sebesar Rp1.000. Lalu saya belanjakan bahan-bahan. Dari modal Rp1.000 itulah saya bisa menghidupi keluarga saya hingga saat ini," tuturnya.

Mbah Said sempat berdagang keliling sebelum kemudian menemukan tempat yang dipakainya berjualan sampai sekarang.

"Pindah kesini itu kira-kira tahun 1985. Dulu masih sepi. Tapi alhamdulillah sejak Batu jadi kota wisata itu sekarang jadi ramai," ujarnya.

Meski Kota Batu dikenal dengan kota yang cenderung dingin. Menurut Mbah Said, dengan kombinasi ketan hitam dan tape yang ada di dalam es campur racikannya, membuat es campur tersebut tidak sepenuhnya dingin ketika masuk ke tubuh.

"Dengan kombinasi ketan hitam dan tape, membuat tubuh sedikit hangat ketika menikmati es campur ini," imbuh dia.

Sosok Mbah Said masih segar bugar, meski telah berusia lanjut. Dengan tangan yang mulai gemetaran, pria ramah ini melayani pelanggannya hingga sekarang.

"Saya ya kerjanya cuma ini. Mau kerja apa lagi, karena bisanya ya bikin es campur. Tapi seperti ini sudah alhamdulillah, saya sangat bersyukur," ucapnya.

Mbah Said pun sangat bersyukur bisa menunaikan ibadah haji tahun ini setelah puluhan tahun menyisihkan uang dari hasil berjualan es campur.

"Penghasilan saya itu nggak mesti, kadang pelanggan sepi ya saya menabung Rp30 ribu, kalau ramai kadang Rp50 ribu sehari," katanya.

Mbah Said memiliki dua anak lima cucu dan enam buyut. Dari ketekunannya menjual es campur itu, dia juga berhasil bertahan hidup selama puluhan tahun. Bahkan dia juga bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi.

"Alhamdulillah dari penghasilan itu, saya bisa menghidupi keluarga saya semuanya sampai anak-anak bisa sekolah, bisa kerja. Karena saya rasa anak-anak sudah bisa mandiri, saya punya niat untuk pergi haji," jelasnya.

Bisa berangkat haji, lanjut Mbah Said, merupakan hasil ia menabung selama 10 tahun atau sejak tahun 2014. Setelah memiliki cukup uang, akhirnya pada tahun 2018 Ia bersama istrinya berniat mendaftarkan diri untuk pergi haji.

"Ya itu hasil saya menabung setiap hari Rp30-50 ribu, terkumpul kalau nggak salah sampai Rp50 juta. Uang itu saya buat daftar haji, alhamdulillah cukup. Ya meskipun ada sedikit kekurangan untuk keperluan haji yang lain, setidaknya cukup dulu buat daftar," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fernando Alonso Bertahan di Aston Martin, Duet dengan Lance Stroll Lanjut ke F1 2027

Fernando Alonso Bertahan di Aston Martin, Duet dengan Lance Stroll Lanjut ke F1 2027

Aston Martin resmi kembali mempertahankan dua pembalap andalannya, Fernando Alonso dan Lance Stroll untuk Formula 1 musim 2027.
Jauh Sebelum Era Aidit, Inilah Dua Tokoh Senior PKI Disegani Internasional: Ada yang Belajar Langsung ke Stalin

Jauh Sebelum Era Aidit, Inilah Dua Tokoh Senior PKI Disegani Internasional: Ada yang Belajar Langsung ke Stalin

Nama Dipa Nusantara (DN) Aidit selama ini identik sebagai pucuk pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) sekaligus tokoh kunci di balik peristiwa berdarah G30S -
Soal Kematian Sutrimo, Polda Metro Jaya Ungkap Belum Menemukan Bukti Tindak Pidana

Soal Kematian Sutrimo, Polda Metro Jaya Ungkap Belum Menemukan Bukti Tindak Pidana

Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa dalam peristiwa tewasnya Karumga Eks Jampidsus, Febrie Adriansyah yakni Sutrimo, yang ditemukan tewas di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum ditemukan adanya tindak pidana yang terjadi.
Esteban Ocon Resmi Tinggalkan Haas, Ungkap Karier Formula 1 Belum Berakhir

Esteban Ocon Resmi Tinggalkan Haas, Ungkap Karier Formula 1 Belum Berakhir

Esteban Ocon resmi mengumumkan bahwa dirinya telah mengakhiri kerjasamanya dengan Haas. Pembalap asal Prancis itu tak akan memperkuat Haas di Formula 1 2027.
Wasit Piala Asia 2027 Gunakan Kamera di Tubuh, AFC Perkenalkan Teknologi Anyar

Wasit Piala Asia 2027 Gunakan Kamera di Tubuh, AFC Perkenalkan Teknologi Anyar

Piala Asia 2027 akan digelar di Arab Saudi ada 7 Januari sampai 5 Februari 2026 mendatang. Kurang dari 3 bulan lagi, AFC memperkenalkan sejumlah teknologi yang akan diterapkan pada turnamen. 
3 Pemain Ini Diprediksi Dicadangkan John Herdman Saat Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Nomor 1 Maarten Paes

3 Pemain Ini Diprediksi Dicadangkan John Herdman Saat Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Nomor 1 Maarten Paes

Tiga pemain Timnas Indonesia diprediksi menjadi cadangan saat menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A, termasuk kiper utama yang sebelumnya tampil.

Trending

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Lima Bulan Kasus Penganiayaan Murid SD, Polisi Sebut Perkara Sudah Naik Penyidikan

Lima Bulan Kasus Penganiayaan Murid SD, Polisi Sebut Perkara Sudah Naik Penyidikan

Miarni Oktari Yanti(27), ibu dari M. Khalifah Siddiq(9), mengajukan Surat Pengaduan Masyarakat (DUMAS) karena mempertanyakan perkembangan perkara yang dilaporkannya sejak April 2026. Kasus tersebut bermula dari dugaan penganiayaan terhadap korban pada 19 April 2026 di SD Swasta IT Tahfiidzul Qur’an Al Umm Smart Centre.
Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Rabu (30/9/2026) pukul 04.00 WIB. Tim Indonesia masih tertahan meski berhasil meraih satu medali emas dari cabor bulu tangkis.
Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

Berikut ini enam zodiak yang diprediksi bakal paling beruntung soal karier pekerjaan besok, 1 Oktober 2026, cek adakah zodiak milikmu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT