News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kesehatan Jemaah Jadi Fokus Evaluasi PPIH Surabaya Pasca Ibadah Haji

Pasca pelaksanaan ibadah haji, PPIH Embarkasi Surabaya menggelar evaluasi. Di antaranya, evaluasi terkait kesehatan jemaah haji asal Jawa Timur yang banyak mengalami gangguan, baik saat di Asrama Haji Sukolilo maupun di Tanah Suci.
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 16 Juli 2025 - 10:43 WIB
jemaah haji asal Jawa Timur
Sumber :
  • tvOne - sandi irwanto

Surabaya, tvOnenews.com - Pasca pelaksanaan ibadah haji, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menggelar evaluasi.

Di antaranya, evaluasi terkait kesehatan jemaah haji asal Jawa Timur yang banyak mengalami gangguan, baik saat di Asrama Haji Sukolilo maupun di Tanah Suci. Hingga saat ini masih ada jemaah haji asal Jatim yang dirawat di rumah sakit. Tiga orang dirawat di rumah sakit Surabaya, dan lima masih dirawat di RS Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam evaluasi pelaksanaan haji tahun ini, masalah kesehatan jemaah haji masih menjadi perhatian serius Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, khususnya bidang kesehatan.

Banyak jemaah haji asal Jawa Timur yang mengalami gangguan kesehatan saat berada di Asrama Haji Sukolilo maupun saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Mereka yang mengalami gangguan kesehatan ini didominasi jemaah haji lanjut usia atau lansia.

Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Kota Surabaya, Dr. Rosidi Roslan, menyebutkan tantangan kesehatan jemaah haji masih menjadi momok utama dalam pelaksanaan ibadah haji.

“Banyak jemaah haji mengalami gangguan kesehatan seperti hipertensi, diabetes, batuk-pilek, kelelahan, hingga munculnya penyakit yang sebelumnya tidak terdeteksi, sehingga banyak jemaah haji mendadak sakit,” ungkap Rosidi Roslan.

“Biasanya karena kelelahan dan pola istirahat yang terganggu saat persiapan, banyak penyakit kambuh. Kami siapkan klinik kesehatan di lokasi. Jika perlu dirujuk, kami kirim ke Rumah Sakit Haji,” imbuhnya.

Rosidi Roslan menyoroti pentingnya edukasi dan sosialisasi kesehatan kepada jemaah haji, terutama terkait perubahan cuaca ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi. Cuaca yang panas dan aktivitas fisik tinggi bisa menyebabkan dehidrasi, kelelahan parah, hingga risiko kematian.

Usai menjalankan ibadah haji dan kembali ke Tanah Air, jemaah haji tetap diwajibkan memantau kondisi kesehatannya. Selama 21 hari sejak kedatangan, jemaah diminta melapor ke puskesmas terdekat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pemeriksaan ini gratis dan sangat penting untuk mendeteksi penyakit yang mungkin muncul setelah ibadah haji,” ujar Rosidi.

Hingga saat ini, tercatat lima jemaah asal Jawa Timur sempat dirawat di rumah sakit di Surabaya, dengan tiga orang di antaranya masih menjalani rawat inap. Sementara itu, lima jemaah haji masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi, dan satu orang karena usai menjalani proses persalinan. (msi/gol)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Amalan Paling Utama Sebelum Adzan Subuh: Pesan Syekh Ali Jaber tentang Istighfar di Waktu Sahur

Amalan Paling Utama Sebelum Adzan Subuh: Pesan Syekh Ali Jaber tentang Istighfar di Waktu Sahur

Amalan paling utama sebelum adzan subuh, pesan Syekh Ali Jaber tentang istighfar di waktu sahur.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Amalan Paling Utama Sebelum Adzan Subuh: Pesan Syekh Ali Jaber tentang Istighfar di Waktu Sahur

Amalan Paling Utama Sebelum Adzan Subuh: Pesan Syekh Ali Jaber tentang Istighfar di Waktu Sahur

Amalan paling utama sebelum adzan subuh, pesan Syekh Ali Jaber tentang istighfar di waktu sahur.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT