Di Indonesia, perubahan pola pikir masyarakat terhadap layanan kesehatan juga mulai terlihat. Pasien kini semakin aktif mencari rumah sakit dengan teknologi modern, dokter spesialis
MUKISI ke-6 International IHEX 2026 yang digelar di Ballroom Novotel Tangerang, menegaskan komitmen dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis nilai syariah
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku aktivitasnya terhambat akibat mengalami sakit pinggang. beberapa kali memegang pinggangnya dan berjalan tergopoh
Bu Apong, warga Sumedang bercerita sedang menderita sakit saraf kejepit membuat Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) memberikan uang untuk biaya perobatannya.
Bulan April 2026 adalah bulan dimulainya sejumlah jamaah haji indonesia diberangkatkan secara bergelombang ke Tanah Suci. Berikut ini cegah sakit selama ibadah
Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos mengajak pengungsi terdampak gempa bumi M 7,6 di Batang Dua dirawat ke RSUD Chasan Boesoirie, Ternate viral.
Nina Saleha (27), ibu bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menceritakan detik-detik dihubungi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Tanpa perencanaan yang matang dan koordinasi yang kuat, sistem kesehatan berisiko timpang, berkualitas di kota besar, namun tertinggal di daerah.Pemerataan layanan kesehatan
Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati.
Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.