GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Inilah Empat Rentetan Kasus Pembuangan Mayat di Pacet, Bikin Kapolres dan Warga Mojokerto Geram

Kasus mutilasi yang dilakukan oleh AM (24) dengan membuang jasad di Jalur Pacet-Cangar, menambah rentetan fakta jika jalur tersebut kerap menjadi destinasi pembuangan mayat
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 10 September 2025 - 10:31 WIB
Jalur Pacet yang kerap jadi destinasi pembuangan mayat
Sumber :
  • ika nurulla

Mojokerto, tvOnenews.com – Kasus mutilasi yang dilakukan oleh AM (24) dengan membuang jasad di Jalur Pacet-Cangar, menambah rentetan fakta jika jalur tersebut kerap menjadi destinasi pembuangan mayat dan membuat warga Mojokerto geram. Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto mewanti-wanti masyarakat tak lagi membuang mayat di kawasan wisata ini, sebab pihaknya akan menindak tegas.

"Jangan jadikan Pacet tempat untuk membuang jenazah. Jangan kotori Pacet yang merupakan tempat indah untuk melepas lelah dengan alam yang luar biasa," ujarnya saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Mojosari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, semak, hutan dan jurang di sepanjang jalur Pacet-Cangar kerap menjadi lokasi pembuangan mayat. Sebab kawasan ini relatif sepi dan jauh dari permukiman penduduk, terutama saat malam hari.

"Saya pastikan kepada pelaku yang memanfaatkan Pacet untuk pembuangan terakhir, selama saya menjadi Kapolres Mojokerto, saya tangkap orang tersebut," tegas Ihram.

Terbaru, kasus mutilasi yang dilakukan AM ini terungkap dari penemuan potongan tubuh manusia di semak-semak Dusun Pacet Selatan oleh Suliswanto (30) pada Sabtu (6/9) sekitar pukul 10.30 WIB. Saat mencari rumput, ia menemukan potongan telapak kaki kiri.

Hasil penyisiran polisi di semak-semak tersebut berhasil menemukan puluhan potongan jasad manusia berupa jaringan otot, lemak, kulit kepala, serta rambut. Ukuran rata-rata potongan tubuh manusia ini 17x17 sentimeter. Panjang rambut rata-rata 14 sentimeter.

Sedangkan potongan lainnya berupa telapak kaki kiri dan telapak tangan kanan. Ukuran telapak kaki kiri 21 x sembilan sentimeter, pergelangan tangan kanan berukuran 16 x 10 sentimeter. 

Tidak hanya itu, Satreskrim Polres Mojokerto juga berhasil mengungkap identitas korban sekitar pukul 19.00 WIB. Pengungkapan ini atas peran besar anjing pelacakan umum jenis labrador dari Unit Polsatwa Ditsamapta Polda Jatim.

Berikut empat kasus pembuangan mayat di Pacet yang menggemparkan masyarakat:

1. Kasus Pembunuhan Mahasiswa Ubaya, Juni 2023
Korban: Angeline Nathania, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya).

Penemuan: Jasad korban ditemukan dalam koper yang terbungkus karung di jurang Gajah Mungkur, kawasan Pacet-Cangar, Kabupaten Mojokerto pada 7 Juni 2023. Mayat tersebut sudah dalam kondisi membusuk.

Kronologi: Kasus ini berawal dari laporan kehilangan Angeline pada 5 Mei 2023. Diduga kuat, korban dibunuh oleh guru musiknya di Surabaya, lalu jasadnya dibuang di jurang tersebut. Pelaku ditangkap oleh Polrestabes Surabaya.

2. Kasus Pembunuhan Wanita Kemeja Pink, September 2024
Korban: Wanita berkemeja pink, Anyk Mariyanni (37), seorang wanita asal Kediri.

Penemuan: Mayatnya ditemukan di hutan di Blok Lemah Bang Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Pacet, Mojokerto, pada 13 September 2024.

Kronologi: Pelaku pembunuhan adalah Dedi Abdullah (36), yang merupakan selingkuhan korban. Motifnya adalah perampokan. Pelaku membunuh korban dengan cara membekap dan mencekik di dalam mobil di Jombang, kemudian memastikan korban tewas di kawasan Pacet, lalu membuang jasadnya. Pelaku berhasil ditangkap di kebun sawit. Kasus ini segera disidangkan dengan dakwaan pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan.

3. Kasus Pembunuhan Ahmad Hasan Muntolip, November 2022
Korban: Ahmad Hasan Muntolip (26), seorang karyawan toko gorden asal Mojosari, Mojokerto.

Penemuan: Mayatnya ditemukan di bibir jurang di Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada 22 November 2022.

Kronologi: Pembunuhan ini merupakan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh tiga orang pelaku, yaitu Muhammad Nur Hidayatulloh alias Dayat, Muhammad Sirajuddin alias Udin (adik kandung Dayat), dan Anis Anjarwati. Para pelaku telah merencanakan pembunuhan tersebut dan berhasil diringkus polisi dua hari setelah penemuan mayat.

4. Kasus Pembunuhan Remaja, 2008
Pelaku: Syahrama (saat itu masih remaja) dan seorang temannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korban: Seorang remaja bernama Vembi Riskia Nugrah asal Desa Wonokupang, Balongbendo, Sidoarjo.

Kronologi: Syahrama dan temannya membunuh Vembi. Setelah melakukan pembunuhan, mereka membuang jasad korban di hutan kawasan Pacet, Mojokerto. Syahrama divonis 20 tahun penjara, namun hanya menjalani setengahnya dan bebas pada tahun 2018. (ikn/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Enam Pejabat Pemprovsu Mundur, Gubernur Sumut Bobby Nasution: Alhamdulillah Tahu Diri

Enam Pejabat Pemprovsu Mundur, Gubernur Sumut Bobby Nasution: Alhamdulillah Tahu Diri

Mantan Wali Kota Medan itu membantah jika mundurnya enam pejabat tersebut disebabkan oleh ekosistem kepemimpinannya di Pemprov Sumut. Ia menegaskan, setiap pejabat memiliki penilaian kinerja masing-masing yang menjadi bahan evaluasi.
Peneliti UNS Nilai PP Kesehatan Harus Perhatikan Hak Konstitusional Masyarakat

Peneliti UNS Nilai PP Kesehatan Harus Perhatikan Hak Konstitusional Masyarakat

Peneliti P3KHAM LPPM UNS nilai pemerintah harus memperhitungkan agar PP Kesehatan tidak membebani sektor tertentu, dengan lakukan uji proporsionalitas kebijakan
Sejak Awal Dianggap “Pemain Asing”, Megawati Hangestri Buktikan Kualitas dan Bawa JPE Tembus Final Four

Sejak Awal Dianggap “Pemain Asing”, Megawati Hangestri Buktikan Kualitas dan Bawa JPE Tembus Final Four

Megawati Hangestri kembali menunjukkan kelasnya bersama Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026. Bahkan sejak awal musim ia sudah “dianggap pemain asing”.
Ramai soal Pilpres 2029, Pengamat Sebut PDIP Bisa Mainkan ‘Kartu Truf’ Megawati

Ramai soal Pilpres 2029, Pengamat Sebut PDIP Bisa Mainkan ‘Kartu Truf’ Megawati

Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai Megawati Soekarnoputri masih layak diperhitungkan oleh PDI Perjuangan untuk didorong pada Pilpres 2029.
Jusuf Hamka: Banyak Lapangan Kerja Tercipta dari Program MBG

Jusuf Hamka: Banyak Lapangan Kerja Tercipta dari Program MBG

Tokoh Muslim Tionghoa, Jusuf Hamka atau Baba Alun menepis anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mematikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ternyata Ini Alasan Persib Bandung Pinjamkan Febri Hariyadi ke Persis Solo

Ternyata Ini Alasan Persib Bandung Pinjamkan Febri Hariyadi ke Persis Solo

Persib Bandung meminjamkan Febri Hariyadi ke Persis Solo. Simak alasan di balik keputusan tersebut serta pesan emosional sang winger untuk Bobotoh.

Trending

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 pekan ini yang akan diramaikan dengan sejumlah pertandingan di seri Sentul termasuk penentuan nasib Bandung bjb Tandamata dan Megawati Hangestri tak akan main.
Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Timnas Indonesia terus gencar memburu pemain keturunan demi meningkatkan daya saing level internasional. Namanya Jawa banget, Neraysho Kasanwirjo masuk radar?
Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Isu lama mengenai skandal perselingkuhan yang menyeret mendiang mantan istri Sule, Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana dibongkar oleh mantan asisten pribadi Lina
Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Berharap dilirik John Herdman untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia, striker keturunan Depok ini menggila di Belanda. Cetal 6 gol dan 2 assist hanya dari 2 laga
Top Skor Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Gagal Tembus Papan Atas, Megatron Terancam Terdepak dari 10 Besar

Top Skor Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Gagal Tembus Papan Atas, Megatron Terancam Terdepak dari 10 Besar

Top skor Proliga 2026 putri, di mana Megawati Hangestri (Jakarta Pertamina Enduro) terancam terdepak dari 10 besar seiring dominasi pemain asing yang tak terbendung.
Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa

Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa

Kiper Timnas Indonesia Emil Audero tampil solid ketika membela Cremonese saat ditahan imbang Genoa tanpa gol pada pekan ke-25 Liga Italia
Media Vietnam Heran Bukan Main, Timnas Indonesia kok Banyak Pemain Naturalisasi tapi Selalu Kalah di Final AFF

Media Vietnam Heran Bukan Main, Timnas Indonesia kok Banyak Pemain Naturalisasi tapi Selalu Kalah di Final AFF

Media Vietnam terheran-heran sekaligus sindir Timnas Indonesia yang kini punya banyak pemain naturalisasi tapi selalu kalah dalam laga final AFF alias tak juara
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT