Revitalisasi Alun-Alun Probolinggo Tertinggal 11 Persen, Wali Kota Turun Tangan
- tvOne - m syahwan
Probolinggo, tvOnenews.com – Hingga pertengahan Desember 2025, progres fisik proyek ruang publik Alun-Alun Kota Probolinggo masih tertinggal minus 11 persen dari target perencanaan.
Tak ayal, kondisi ini memunculkan kekhawatiran publik terkait potensi molornya penyelesaian proyek, meskipun saat ini telah memasuki masa perpanjangan pertama (P1), Rabu (17/12/2025).
Wali Kota Probolinggo, Haji Aminudin, mengatakan bahwa untuk mengetahui kondisi riil proyek, pihaknya turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak).
“Kami memastikan proyek benar-benar dikebut dan tidak kembali meleset dari tenggat waktu P1 yang dijadwalkan berakhir pada 29 Desember 2025,” katanya.
Dalam sidaknya, Aminudin menambahkan bahwa keterlambatan proyek disebabkan belum siapnya material pada fase awal pengerjaan. Dampaknya, progres mengalami deviasi yang cukup signifikan.
“Kendala awalnya memang material, sehingga progres sempat minus. Namun sekarang seluruh material sudah tersedia di lokasi. Kontraktor wajib mengejar ketertinggalan tersebut,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa upaya mengejar target tidak boleh mengorbankan kualitas. Ia menilai proyek revitalisasi Alun-Alun merupakan wajah Kota Probolinggo yang tidak boleh dikerjakan secara asal-asalan.
“Saya tidak ingin proyek ini selesai hanya demi mengejar waktu. Kualitas harus tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan pekerjaan masih tertinggal cukup jauh. Deviasi minus 11 persen harus ditutup dalam waktu kurang dari dua pekan.
“Kami meminta agar seluruh sumber daya, baik tenaga kerja maupun peralatan, difokuskan sepenuhnya untuk mengejar target P1,” tandasnya.
Sementara itu, Konsultan Pengawas Proyek Revitalisasi Alun-Alun Kota Probolinggo, Zulianto, menuturkan bahwa hingga saat ini sisa pekerjaan masih berkisar 15 persen. Sejak awal, proyek ini memang dirancang dengan durasi relatif singkat, yakni tiga bulan, sehingga penjadwalan pekerjaan bersifat sangat ketat.
“Ketika material utama tersedia di lokasi, jadwal pekerjaan langsung padat. Fokus saat ini pada pemasangan granit dan penyempurnaan teknis lainnya,” tuturnya.
Untuk masa perpanjangan pertama, target minimal progres 85 persen dipatok hingga batas akhir P1. Pihak pelaksana harus bekerja lebih intensif dengan pengawasan ketat guna memastikan kualitas tetap terjaga.
Load more