Viral Video Mesum di Pos Polisi Tulungagung
- Antara
tvOnenews.com - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung menyelidiki video mesum yang viral di media sosial yang memperlihatkan sepasang pria dan perempuan diduga melakukan perbuatan tidak pantas di pos polisi simpang empat Kemuning, Kelurahan Kutoanyar, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Taufik Nabila, di Tulungagung, Selasa, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti video tersebut dengan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan langsung.
"Setelah video itu beredar, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Saat petugas tiba, pos dalam kondisi kosong dan tidak ditemukan siapa pun," kata Taufik.
Ia menjelaskan petugas kepolisian juga tidak menemukan barang-barang mencurigakan di dalam pos, termasuk alat kontrasepsi, saat dilakukan pengecekan di tempat kejadian perkara.
Taufik menambahkan pos polisi simpang empat Kemuning merupakan pos aktif yang digunakan untuk pengaturan lalu lintas, khususnya pada pagi hari dan saat terjadi kepadatan arus kendaraan. Namun, pos tersebut tidak dijaga petugas selama 24 jam.
Menurut dia, kondisi pos yang terbuka dan tidak dilengkapi pintu memungkinkan siapa saja masuk ke dalam area pos saat tidak ada petugas yang berjaga.
"Kami sangat menyayangkan jika fasilitas kepolisian yang masih aktif justru disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, Satlantas Polres Tulungagung akan meningkatkan pengawasan di lokasi tersebut, salah satunya dengan menempatkan petugas patroli untuk berjaga secara berkala.
Selain itu, pihaknya juga berencana memasang pintu dan sistem pengamanan pada pos polisi simpang empat Kemuning agar tidak mudah dimasuki warga saat tidak ada petugas.
Taufik menegaskan kepolisian masih melakukan penelusuran terhadap identitas pasangan yang terekam dalam video viral tersebut dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan identitas yang bersangkutan dan mencegah kejadian serupa terulang,” katanya.(chm)
Load more