GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fasum Berubah Fungsi, Warga Graha Famili Tagih Tanggung Jawab Pemkot Surabaya

Warga Perumahan Graha Famili, Jalan Boulevard Famili Selatan, melayangkan protes keras terhadap pembangunan Cafe Nook yang berdiri di atas lahan fasilitas umum (fasum).
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 7 Januari 2026 - 18:26 WIB
Alexander Maria Pribadi
Sumber :
  • tvOne - zainal azkhari

Surabaya, tvOnenews.com - Warga Perumahan Graha Famili, Jalan Boulevard Famili Selatan, melayangkan protes keras terhadap pembangunan Cafe Nook yang berdiri di atas lahan fasilitas umum (fasum). Selain dinilai melanggar peruntukan fasum, keberadaan bangunan komersial yang berdampingan dengan gardu listrik bertegangan tinggi juga dianggap berpotensi memicu kebakaran dan mengancam keselamatan warga.

Warga menilai pembangunan tersebut tidak hanya merampas hak atas fasum, tetapi juga memicu risiko kemacetan, kebisingan, hingga ancaman keselamatan jiwa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Di satu lokasi berdiri gardu listrik dan restoran, ini sangat berbahaya, risiko kebakaran sangat tinggi. Kalau sampai terjadi sesuatu, siapa yang bertanggung jawab atas keselamatan warga?,” tegas perwakilan warga, Alexander Maria Pribadi.

Menurut Alex, warga tidak pernah dilibatkan sejak awal proses pendirian bangunan yang berlokasi di belakang Blok U dan di samping Blok SS. Padahal, area tersebut sebelumnya dijanjikan sebagai ruang terbuka hijau dan sarana olahraga.

“Warga membeli rumah dengan janji adanya fasilitas umum. Di brosur pengembang jelas disebutkan fasum untuk olahraga, dan lapangan tenis. Itu yang menjadi dasar warga membeli rumah di sini,” ujarnya.

Namun, sejak 2023 warga mengetahui adanya perubahan fungsi lahan. Area yang dijanjikan sebagai fasum justru berdiri gardu listrik dan kemudian dibangun kawasan komersial.

“PT Sanggar Asri Sentosa (SAS) selaku pengembang jelas mengingkari janji. Lahan seluas sekitar 7.743,21 meter persegi yang dalam brosur disebut sebagai fasum olahraga, kini dialihfungsikan menjadi area komersial, yang sebelumnya sudah berdiri gardu listrik bertegangan tinggi,” tegas Alex.

Ia menegaskan perubahan fungsi lahan dilakukan tanpa persetujuan maupun sosialisasi kepada warga.

“Kami membeli rumah dengan janji fasum. Tapi sekarang malah berubah menjadi area komersial, tanpa persetujuan warga. Sejak 2023 kami tahu perubahan ini, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alex juga menyebut surat dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya menyatakan lahan tersebut tercatat sebagai fasum dan lapangan tenis, namun pembangunan tetap berjalan.

“Kami heran. Secara administrasi lahan tercatat sebagai fasum, tapi pembangunan tetap dibiarkan. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan pemerintah kota,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Anthony Leong Apresiasi Presiden Prabowo dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Jaga Stabilitas Politik Jadi Fondasi Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Anthony Leong Apresiasi Presiden Prabowo dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Jaga Stabilitas Politik Jadi Fondasi Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anthony Leong, menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen tidak akan dapat dicapai tanpa fondasi stabilitas politik yang kuat.
Pengakuan Jujur Maarten Paes kepada Media Belanda soal Keputusan Dinaturalisasi demi Bela Timnas Indonesia

Pengakuan Jujur Maarten Paes kepada Media Belanda soal Keputusan Dinaturalisasi demi Bela Timnas Indonesia

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, membuat pengakuan soal keputusannya dinaturalisasi. Sang penjaga gawang memutuskan untuk menanggalkan kewarganegaraan Belanda-nya.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Megawati Hangestri Sudah Tanda Tangan Kontrak dengan Hyundai Hillstate, Volimania Tinggal Tunggu Pengumuman Resmi

Megawati Hangestri Sudah Tanda Tangan Kontrak dengan Hyundai Hillstate, Volimania Tinggal Tunggu Pengumuman Resmi

Hyundai Hillstate dikabarkan telah menyelesaikan kesepakatan kontrak dengan Megawati Hangestri untuk bermain di Liga Voli Korea 2026-2027.
Hunian Rp50–89 Miliar Botanic Villa NavaPark Terjual Habis dalam 5 Bulan, Bukti Minat Kuat Pasar Super High-End Terhadap Hunian Premium di BSD City

Hunian Rp50–89 Miliar Botanic Villa NavaPark Terjual Habis dalam 5 Bulan, Bukti Minat Kuat Pasar Super High-End Terhadap Hunian Premium di BSD City

Minat dan kebutuhan akan produk hunian mewah saat ini masih menjadi primadona masyarakat super high-end karena menawarkan beragam fasilitas yang lengkap, mewah, dan terletak di kawasan eksklusif dan strategis.
Hari Jadi ke-733, Bupati Mojokerto Dorong Pembangunan Lebih Merata dan Berdampak bagi Masyarakat

Hari Jadi ke-733, Bupati Mojokerto Dorong Pembangunan Lebih Merata dan Berdampak bagi Masyarakat

Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 jadi momentum bagi Pemkab Mojokerto untuk memperkuat arah pembangunan yang lebih merata, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. 

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah santriwati bongkar kejanggalan di Ponpes Pati. Anaknya disebut dikeluarkan usai menolak temani tidur pelaku di pesantren. Simak cerita selengkapnya!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT