Banjir Lamongan Semakin Meluas, 20 Ribu Jiwa Terdampak dan 4.986 Rumah Terendam
- Moh Mahrus
Lamongan, tvOnenews.com - Darurat bencana banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero, anak Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Lamongan kian meluas. Berdasarkan data rekapitulasi terbaru BPBD Kabupaten Lamongan per 16 Januari 2026, tercatat sebanyak 4.986 rumah dan 20.850 jiwa di lima kecamatan terdampak langsung oleh genangan air yang tak kunjung surut.
Kondisi tersebut memaksa Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana guna mempercepat proses penanganan dan penyaluran bantuan bagi warga yang terisolasi.
Dari data yang ada, Kecamatan Turi menjadi wilayah yang paling parah terdampak dengan total 1.946 rumah terendam yang dihuni oleh 6.066 jiwa. Di wilayah ini pula, sebanyak 28 lembaga pendidikan dan 1.366 hektare lahan tambak ikut tergenang.
Menyusul berikutnya, Kecamatan Glagah dengan 951 rumah terdampak dan 4.751 jiwa warga yang kesulitan beraktivitas. Sementara itu, di Kecamatan Karangbinangun, meski jumlah rumah terdampak tercatat sebanyak 784 unit, wilayah ini mengalami kerugian sektor pertanian terluas dengan 2.347 hektare sawah dan tambak yang terendam air.
Sementara dua kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Deket dan Kalitengah, juga mencatatkan dampak yang tidak sedikit. Di Deket, terdapat 701 rumah dengan 3.038 jiwa terdampak, sedangkan di Kalitengah tercatat 604 rumah terendam yang dihuni oleh 2.229 jiwa.
Secara komulatif, banjir di lima kecamatan ini telah merendam 92 lembaga pendidikan dan 7.125 hektare lahan pertanian milik warga.
Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menyatakan bahwa distribusi bantuan logistik, khususnya beras, telah disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Hingga saat ini, sebanyak 14,5 ton beras telah didistribusikan kepada 17.623 jiwa yang terdampak.
"Total target distribusi bantuan beras kita adalah 24 ton. Saat ini, stok yang siap salur mencapai delapan ton. Kami masih kekurangan sekitar dua ton lagi dan telah bersurat ke pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional serta pemerintah provinsi untuk mencukupi sisa kebutuhan tersebut," jelas Dirham saat ditemui, Sabtu (17/1).
Selain bantuan logistik, Pemkab Lamongan juga memprioritaskan layanan kesehatan dengan menyediakan pengobatan gratis di setiap desa. Camat di wilayah terdampak juga diinstruksikan untuk selalu siaga dalam menghadapi situasi darurat.
Di sektor pendidikan, Dirham menambahkan bahwa proses belajar mengajar tetap berlangsung. Untuk sekolah yang terdampak banjir cukup parah, kegiatan belajar dilakukan secara daring (online). Namun, jika masih memungkinkan untuk dilakukan secara tatap muka, BPBD Lamongan telah menyiapkan perahu karet dan Polres Lamongan menyediakan truk sebagai sarana transportasi bagi siswa.
Load more