Ngeri, Belasan Rumah Warga Terbelah hingga Rusak Parah Akibat Tanah Gerak di Pamekasan
- Veros Afif
Pamekasan, tvOnenews.com - Bencana tanah bergerak yang membuat rumah warga terbelah dan rusak parah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (17/1/2026), terus meluas.
Kejadian tanah gerak itu membuat belasan rumah warga di Dusun Paseser Timur, Desa Sanah Daya, Kecamatan Pasean, Pamekasan, retak parah hingga rusak.
Sedangkan beberapa rumah lain yang berada di sekitar kejadian kini hanya mengalami retakan biasa.
Bencana tanah gerak yang disinyalir akibat kondisi tanah yang didirikan bangunan tidak stabil dan posisi rumah berada di samping tebing.
Akibat kejadian itu warga kini khawatir rumah mereka ambruk dan semakin meluas.
"Kejadian retakan akibat tanah bergerak itu sudah dirasakan tiga hari yang lalu, namun tadi sekira pukul 02:00 WIB dini hari, terdengar ada gerkan tanah yang membuat ratakan makin mebesar hingga merusak banguan," ucap Asmu'i, warga yang rumahnya rusak parah.
Menurutnya, saat ini para warga mulai melakukan evakuasi semua barang berharga dan mengungsi ke sejumlah kerabat terdekat.
"Beruntung tidak ada korban jiwa, tapi warga cemas takut ambruk memilih mengungsi ke runah famili," terangnya.
Sementara petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan bersama anggota TNI dan Polri melakukan asesmen retakan hingga mendata seluruh rumah warga yang retak hingga rusak akibat tanah bergerak.
"Petugas BPBD kini sudah melakukan asesmen dan mendata kerusakan akibat kejadian tanah bergek," kata Akhmad Dofir, Plt Kalaksa BPBD Pamekasan.
Petugas saat ini juga melakukan pengecekan ke rumah-rumah warga lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Kami mengimbau kepada warga lainnya yang mengalami ada tanda-tanda retakan pada dinding atau teras segera melapor dan melakukan evakuasi barangnya untuk mengungsi ke lokasi lain," tambahnya.
Namun jika kejadian tanah bergerak hingga meluas dan merusak semua rumah-rumah warga kami siapkan tenda darurat pengungsian.
"Apa tanah gerak itu semakin meluas ke rumah warga lain, kami akan terus memantaunya dan melakukan langkah-langkah," pungkasnya.
Kejadian tanah gerak yang membuat rumah warga retak hingga rusak itu bukan hanya terjadi kali ini saja, melainkan beberapa tahun lalu juga terjadi di wilayah lain di Pamekasan. Namun tidak sampai memakan korban jiwa. (vaf/far)
Load more