Dua Terduga Curanmor di Jombang Babak Belur Diamuk Massa, Motor Pelaku Dibakar Warga
- tvOne - rohmadi
Jombang, tvOnenews.com – Aksi pencurian sepeda motor di Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berujung ricuh. Dua pria yang diduga sebagai pelaku curanmor babak belur setelah dipergoki warga, sementara sepeda motor yang mereka gunakan dibakar massa yang tersulut emosi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (18/2) malam di Desa Sumberjo. Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial Achmad Sofyan (31) dan Edi Susanto (20), warga Desa Tanggungkramat, Kecamatan Ploso, Jombang.
Kapolsek Plandaan, AKP Sartono, menjelaskan aparat kepolisian harus bergerak cepat untuk mengendalikan situasi yang memanas. Ratusan warga sempat berkerumun di sekitar Balai Desa Sumberjo dan berupaya melampiaskan kemarahan mereka.
“Evakuasi berlangsung cukup sulit. Kami dibantu Unit Resmob Polres Jombang untuk membawa pelaku keluar dari lokasi,” ujar AKP Sartono saat dikonfirmasi, Senin (22/2).
Kedua terduga pelaku akhirnya berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Jombang untuk proses hukum lebih lanjut.
Sebelumnya, kedua pria tersebut diduga mencuri sepeda motor Honda Vario bernomor polisi S 4716 YL milik warga Dusun Ngentak, Desa Sumberjo. Kendaraan itu diambil dari dapur rumah korban.
Kecurigaan warga berujung pada pencarian intensif hingga akhirnya motor ditemukan tersembunyi di area persawahan, tepatnya di balik tumpukan daun jati. Warga kemudian sepakat menjadikan motor tersebut sebagai umpan untuk menangkap pelaku.
Sekitar pukul 22.00 WIB, kedua terduga pelaku kembali ke lokasi untuk mengambil hasil curian. Tanpa perlawanan berarti, mereka langsung disergap warga yang telah bersiaga.
Kericuhan tak terhindarkan. Massa yang geram sempat melakukan pemukulan sebelum polisi tiba dan mengamankan pelaku. Meski kedua terduga sudah dibawa ke balai desa, amarah warga belum mereda. Sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi akhirnya dibakar di lokasi.
Kasus ini kini ditangani oleh Polres Jombang melalui Satuan Reserse Kriminal. Kasatreskrim AKP Dimas Robin Alexander membenarkan kejadian tersebut dan memastikan proses penyelidikan masih berlangsung.
“Benar, kasusnya masih dalam proses pendalaman,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi secara terpisah melalui aplikasi WhatsApp. (roi/gol)
Load more