Selalu Ditunggu, Tradisi Tadarus Al-Qur’an Raksasa di Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi
- tim tvone - happy oktavia
Saat ini, Al-Qur’an raksasa tersebut disimpan dan digunakan di Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi. Namun pembacaannya khusus pada bulan Ramadhan saja.
“Khusus dibaca saat Ramadan. Dalam satu Ramadhan maksimal bisa tiga kali khatam. Setiap hari ditargetkan tiga juz, dibaca secara bergantian,” ungkap Ahmad Rifa’i.
Salah satu pembaca Al-Qur’an raksasa, Ahmad Nabil, mengaku telah dipercaya membaca mushaf tersebut selama sekitar 10 tahun terakhir setiap Ramadhan.
“Alhamdulillah tidak ada kesulitan sama sekali. Cuma memang ada beberapa harakat yang tidak tertulis, tapi itu tidak jadi masalah karena sudah terbiasa,” kata Nabil.
Ia menambahkan, membaca Al-Qur’an raksasa justru memberikan pengalaman spiritual tersendiri. Selain harus fokus pada bacaan, ia juga harus menyesuaikan posisi duduk dan jarak pandang karena ukuran tulisan yang besar.
“Rasanya tentu berbeda, ada kebanggaan sekaligus tanggung jawab,” ujarnya.
Keberadaan Al-Qur’an raksasa ini tak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga daya tarik tersendiri bagi jamaah. Banyak warga yang datang lebih awal untuk menyaksikan langsung proses tadarus, terutama saat momen membalik lembaran yang membutuhkan dua orang.
Meski ukurannya besar, pengelola memastikan perawatan dilakukan secara berkala. Lembaran dijaga agar tetap bersih dan tidak lembap, mengingat bahan yang digunakan harus dirawat dengan baik agar tahan lama.
Bagi jamaah, tadarus Al-Qur’an raksasa ini menjadi simbol semangat memuliakan kitab suci. Ukurannya yang jumbo seolah menjadi penegas bahwa Al-Qur’an menempati posisi agung dalam kehidupan umat Islam.
Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk kota, tadarus Al-Qur’an raksasa di Masjid Agung Baiturrahman menjadi pengingat bahwa Ramadhan adalah bulan untuk kembali mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. (hoa/hen)
Load more