News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rakit Petasan dan Balon Udara, 11 Anak di Bawah Umur di Ponorogo Dilaporkan ke Polisi Oleh Orang Tuanya

Sebelas anak di bawah umur asal Dukuh Porwosari, Desa Gelang Lor, Sukorejo, Ponorogo, dilaporkan orang tuanya sendiri ke pihak perangkat desa, hingga akhirnya pihak kepolisian turun tangan
  • Reporter :
  • Editor :
Jumat, 6 Maret 2026 - 15:34 WIB
Rakit Petasan dan Balon Udara, 11 Anak di Bawah Umur di Ponorogo Dilaporkan ke Polisi Oleh Orang Tuanya
Sumber :
  • Aris Sutikno

Ponorogo, tvOnenews.com — Sebelas anak di bawah umur asal Dukuh Porwosari, Desa Gelang Lor, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, dilaporkan orang tuanya sendiri ke pihak perangkat desa, hingga akhirnya pihak kepolisian turun tangan karena khawatir akan keselamatan anak-anak mereka. Apalagi sejumlah siswa sekolah dasar dan SMP ini, kedapatan membuat balon udara berukuran besar.

Kecurigaan para orang tua ini, bermula saat anak-anak yang masih berstatus pelajar tersebut kerap menerima paket COD (Cash On Delivery) bahan-bahan secara online. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekhawatiran para orang tua ini semakin memuncak saat para pelajar sekolah dasar ini, ternyata mampu meracik bahan-bahan tersebut menjadi serbuk petasan siap ledak, apalagi selongsong petasan juga telah disiapkan. Akhirnya, para orang tua melaporkan hal tersebut ke pihak perangkat desa karena anak-anak di bawah umur tersebut selalu beralasan saat diperingatkan orang tuanya. 

Polisi yang menerima informasi langsung datang ke lokasi dan menemukan sejumlah anak-anak membuat balon udara dari plastik ukuran besar, serta menemukan selongsong petasan yang disembunyikan di dapur. Petugas juga menemukan serbuk petasan racikan anak-anak sekolah dasar tersebut. Mereka mengaku mendapatkan bahan serbuk yang dibeli secara online. 

Sebagai upaya preventif kepolisian dengan melakukan upaya pendekatan, ternyata terdapat 11 anak di bawah umur yang membuat petasan dan balon udara secara bersama-sama. Mereka iuran 30 ribu rupiah per anak dari uang saku sekolah untuk dibelikan bahan bahan petasan dan plastik balon udara. 

"Kami mengapresiasi keberanian orang tua dan perangkat desa yang segera melapor. Ini adalah bentuk kasih sayang orang tua agar anak-anak tidak menjadi korban ledakan petasan maupun bahaya kebakaran akibat balon udara," terang Iptu Agus Tri Cahyo Wiyono Kapolsek Sukorejo.

Petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang diserahkan secara sukarela melalui perangkat desa, di antaranya 500 gram bubuk petasan, 250 gram belerang, belasan selongsong petasan berbagai ukuran (hingga diameter 10 cm), sumbu petasan sepanjang dua meter, serbuk pigmen silver, peralatan rakitan serta 10 potong plastik sepanjang lima meter untuk bahan balon udara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, para siswa di bawah umur ini langsung diberi pengarahan serta pembinaan dengan didampingi orang tua secara langsung dengan disaksikan pihak perangkat desa serta aparat kepolisian. 

Polsek Sukorejo berkomitmen akan terus meningkatkan patroli preventif dan penegakan hukum guna memastikan wilayah hukum Sukorejo tetap kondusif dan bebas dari bahaya petasan maupun balon udara liar. (asn/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.

Trending

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Sebelumnya, AIS alias Abah merupakan eks pimpinan Ponpes Abdul Barokat Wannafahat, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santriwatinya.
Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman siap berkoordinasi dan memberikan informasi yang diperlukan kepada DPR RI sebagai bagian dari upaya bersama memperbaiki tata kelola pelayanan publik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT