News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dari NTT ke Surabaya: Suster Yustina Temukan Toleransi dan Kampus Inklusif di Unusa

Pengalaman seorang mahasiswi lintas agama di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menunjukkan bagaimana toleransi diimplementasikan di tingkat kampus.
Kamis, 23 April 2026 - 14:50 WIB
Cerita Toleransi Wisudawan Unusa, Suster Yustina Asal NTT
Sumber :
  • tim tvOne

Surabaya, tvOnenews.com - Di tengah dorongan global terhadap pendidikan inklusif dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), praktik toleransi di lingkungan perguruan tinggi menjadi semakin relevan. Pengalaman seorang mahasiswi lintas agama di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menunjukkan bagaimana nilai-nilai tersebut diimplementasikan secara nyata di tingkat kampus.

Dalam acara wisuda tersebut Unusa menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang inklusif dan berorientasi global melalui praktik nyata dalam kehidupan kampus. Hal ini tercermin dari pengalaman Suster (Sr) Yustina Klun Kolo. SSpS, wisudawan Program Studi D4 Analis Kesehatan asal Kefamenanu/Wini, Nusa Tenggara Timur, yang berhasil menyelesaikan studinya di tengah lingkungan kampus yang mayoritas muslim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rabu (22/4) siang, gadis kelahiran Dili, 5 Juli 1994 ini diberikan kepercayaan untuk berpidato mewakili para wisudawan dengan mengenakan pakaian kebesaran sebagai seorang biarawati lengkap dengan jubahnya. Sebagai mahasiswa beragama Katolik, Yustina, demikian ia biasa dipanggil, mengaku sempat memiliki kekhawatiran saat pertama kali memulai studi di Unusa. Namun, pengalaman yang ia rasakan justru berbanding terbalik dengan kekhawatiran tersebut.

“Saya merasakan langsung suasana kampus yang inklusif dan penuh toleransi. Interaksi dengan dosen maupun teman-teman berlangsung sangat baik, tanpa membedakan latar belakang,” ungkap anak keempat dari tujuh bersaudara ini.

Pengalaman alumni dari SMA Negeri Manamas, NTT ini menjadi representasi konkret implementasi agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) dalam sektor pendidikan tinggi.

Unusa mendorong pendidikan berkualitas (SDG 4) melalui sistem pembelajaran yang adaptif dan professional; berkurangnya kesenjangan (SDG 10) dengan membuka akses pendidikan tanpa diskriminasi; dan perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang Kuat (SDG 16) melalui budaya toleransi dan keberagaman di lingkungan kampus.

Melalui pendekatan ini, kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga ruang sosial yang membentuk karakter kebangsaan dan kemanusiaan mahasiswa.

Salah satu bentuk konkret implementasi nilai inklusivitas di Unusa adalah melalui mata kuliah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Bagi Yustina, pengalaman ini justru memperkaya perspektifnya sebagai mahasiswa lintas agama.

“Saya belajar memahami nilai-nilai keislaman yang moderat, sekaligus pentingnya hidup berdampingan secara harmonis,” kata putri dari pasangan ayah Laurensius Pauf Kolo dan Ibu Maria Kebo.

Kurikulum ini menjadi bagian dari strategi institusi dalam memperkuat moderasi beragama di lingkungan pendidikan tinggi.

Selain kurikulum, faktor kunci keberhasilan inklusivitas di Unusa terletak pada peran dosen dan tenaga kependidikan.

“Dosen dan tenaga kependidikan bersikap profesional, adil, dan tidak membeda-bedakan mahasiswa,” jelas Yustina.

Hal ini menunjukkan bahwa nilai kesetaraan tidak hanya menjadi wacana, tetapi diterapkan secara nyata dalam praktik akademik sehari-hari.

Komitmen Unusa terhadap SDGs juga tercermin dalam partisipasinya dalam Times Higher Education Impact Rankings, sebuah pemeringkatan global yang menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Partisipasi ini menempatkan Unusa sebagai bagian dari komunitas global perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga dampak sosial.

Pengalaman Yustina menunjukkan bahwa keberagaman di lingkungan pendidikan tinggi dapat menjadi kekuatan dalam membangun harmoni sosial.

“Perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang memperkuat persatuan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Perbedaan agama, suku, dan budaya hendaknya menjadi sarana untuk saling mengenal dan menghargai, sehingga tercipta kehidupan yang damai dan harmonis,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah tantangan polarisasi sosial dan meningkatnya isu intoleransi, pendidikan tinggi memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan nilai. Unusa menunjukkan bahwa kampus dapat menjadi ruang pembelajaran akademik; laboratorium sosial keberagaman; dan pusat pembentukan karakter moderat dan inklusif.

Kini Yustina sudah mengabdikan diri dan bekerja di RSK. Budi Rahayu, Blitar. Kisah Yustina menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis nilai, jika dijalankan secara konsisten, mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul, tetapi juga relevan dengan kebutuhan global. (far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Niat Tegur Pemotor Lawan Arus, Pria di Pamulang Jadi Korban Pembacokan

Niat Tegur Pemotor Lawan Arus, Pria di Pamulang Jadi Korban Pembacokan

Tim Polsek Pamulang meringkus tiga pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap seorang pria di depan Alun-Alun Kecamatan Pamulang, Jalan Pamulang Raya, Kota Tangerang Selatan, pada Minggu (6/9).
Daniel Olaniran Viral Usai Australia Kalah dari Indonesia, Kenapa Content Creator Ini Sebut Garuda Muda Tak Mengerti Sepak Bola?

Daniel Olaniran Viral Usai Australia Kalah dari Indonesia, Kenapa Content Creator Ini Sebut Garuda Muda Tak Mengerti Sepak Bola?

Daniel Olaniran viral setelah menyebut Indonesia tidak mengerti sepak bola usai Australia U-20 kalah 0-2. Kenali sosok content creator asal Australia tersebut
Toprak Razgatlioglu Tak Peduli Lagi Upgrade Yamaha di Sisa Musim Ini, Pilih Fokus ke Motor 850cc untuk MotoGP 2027

Toprak Razgatlioglu Tak Peduli Lagi Upgrade Yamaha di Sisa Musim Ini, Pilih Fokus ke Motor 850cc untuk MotoGP 2027

Toprak Razgatlioglu seolah sudah menyerah dengan pengembangan motor Yamaha V4 1000cc di sisa musim MotoGP 2026.
3 Zodiak Diselimuti Keberuntungan Sepanjang September 2026, Rezeki dan Peluang Terbuka Lebar

3 Zodiak Diselimuti Keberuntungan Sepanjang September 2026, Rezeki dan Peluang Terbuka Lebar

Berikut 3 zodiak yang diselimuti keberuntungan sepanjang bulan September 2026: Rezeki dan peluang terbuka lebar.
Pengurus Lama TKIP-SDIP Ungkap Ada Rasa Khawatir Wali Murid Soal Status Ijazah

Pengurus Lama TKIP-SDIP Ungkap Ada Rasa Khawatir Wali Murid Soal Status Ijazah

Konflik yang terjadi antara pengurus lama dan pengurus baru Yayasan Syarief Hidayatullah Jakarta turut menuai kekhawatiran bagi orangtua siswa TKIP-SDIP Pamulang.
Running Man Akan Rayakan Pernikahan Ji Ye Eun dan Vata, Bagaimana Reaksi Para Member? Ini Jadwal Tayangnya

Running Man Akan Rayakan Pernikahan Ji Ye Eun dan Vata, Bagaimana Reaksi Para Member? Ini Jadwal Tayangnya

Running Man akan rayakan pernikahan Ji Ye Eun dan Vata, bagaimana reaksi para member? Ini jadwal tayangnya.

Trending

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Viral satu kasus bunuh diri di media sosial (Medsos) yang masih didalami oleh Kepolisian. Korban FS ditemukan tak bernyawa di kawasan GBK, Jakarta.
Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi pihaknya memang telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP terhadap kematian Fajar Sahrudin.
Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Berdasarkan hasil oleh TKP Polsek Tanah Abang bersama Polres Jakarta Pusat kalau penemuan jasad dari Fajar Sahrudin ditemukan di GBK. Kini cuitannya jadi viral
Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Fajar Sahrudin mendokumentasikan aktivitasnya membuat kado perpisahan. Ia juga menulis tangan beberapa surat, dimana salah satunya ditujukkan untuk sang kakak.
Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Para pemain Timnas Indonesia terpantau meramaikan kolom komentar salah satu podcaster Australia, Daniel Olaniran. Hal itu viral lantaran dirinya menyebut jika skuad Garuda tak mengerti sepak bola. 
Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Kasus bunuh diri di Kawasan GBK lagi menjadi sorotan publik di media sosial. Sebab ada satu kasus viral mencuat dan mengingatkan satu nama yang dulu terjadi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT