News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengapa Adopsi Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) di Bidang Pendidikan, Riset dan Industri Tak Bisa Ditunda?

Keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia. Bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan
Kamis, 23 April 2026 - 23:38 WIB
Ilustrasi Adopsi Teknologi Kecerdasan Buatan (AI)
Sumber :
  • Pixabay

tvOnenews.com - Transformasi digital melalui solusi kecerdasan buatan (AI) kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak di era disrupsi teknologi

Dalam beberapa tahun terakhir, AI telah menjadi katalis utama perubahan di berbagai sektor, mulai dari industri, pemerintahan, hingga pendidikan tinggi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perguruan tinggi, khususnya, mulai memanfaatkan AI untuk mempercepat riset, meningkatkan efisiensi operasional, hingga menciptakan inovasi berbasis data yang lebih adaptif.

Di negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris, pemanfaatan AI dalam riset akademik telah menghasilkan lompatan signifikan. 

Menurut laporan dari Stanford AI Index 2025, lebih dari 60 persen universitas top dunia telah mengintegrasikan AI dalam penelitian multidisiplin, mulai dari kesehatan hingga rekayasa lingkungan. 

Sementara itu, kampus seperti MIT dan Oxford menggunakan AI untuk mempercepat analisis data riset yang sebelumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan menjadi hitungan hari.

Di Indonesia, tren ini mulai menunjukkan geliat yang serupa. Perguruan tinggi dan institusi riset mulai mengeksplorasi potensi AI sebagai motor penggerak transformasi digital yang lebih cepat, efisien, dan adaptif. 

Kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi kunci untuk memastikan teknologi ini tidak hanya diadopsi, tetapi juga dimanfaatkan secara optimal untuk menjawab tantangan global.

Melansir dari Antara, upaya mendorong transformasi digital melalui AI terlihat dalam gelaran AP Solution Day 2026 yang diselenggarakan pada 15/04/26 di Surabaya. 

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi strategis yang mempertemukan pelaku industri, pemerintah, dan profesional IT untuk mengeksplorasi penerapan AI di berbagai sektor.

Lebih dari ratusan peserta hadir, mewakili sektor pendidikan, kesehatan, manufaktur, hingga korporasi. Mereka tidak hanya berdiskusi, tetapi juga menyaksikan langsung berbagai inovasi teknologi dari brand global seperti Acer, Asus Business, Cisco, Dell Technologies, hingga Huawei.

Kehadiran berbagai pemain teknologi ini menunjukkan bahwa transformasi digital berbasis AI telah memasuki tahap implementasi nyata. 

Bukan lagi sekadar wacana, melainkan solusi konkret yang siap diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Dalam paparannya bertajuk “Data, Realita, dan Strategi Adopsi AI dalam Mendukung Transformasi Digital di Perusahaan”, Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi ITS, Bagus Jati Santoso menekankan pentingnya peran AI dalam mendorong inovasi berbasis data.

Keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia. 

Hal ini selaras dengan temuan global yang menunjukkan bahwa sekitar 70 persen proyek transformasi digital gagal bukan karena teknologi, melainkan kurangnya kesiapan organisasi.

Di lingkungan perguruan tinggi, AI kini digunakan untuk berbagai kebutuhan riset, mulai dari analisis big data, simulasi eksperimen, hingga pengembangan model prediktif. 

Dengan kemampuan ini, peneliti dapat menghasilkan temuan yang lebih cepat dan akurat, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas disiplin yang sebelumnya sulit dilakukan.

Kolaborasi Lintas Sektor: Kunci Percepatan Transformasi Digital

Mengapa Adopsi Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) di Bidang Pendidikan, Riset dan Industri Tak Bisa Ditunda?
Mengapa Adopsi Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) di Bidang Pendidikan, Riset dan Industri Tak Bisa Ditunda?
Sumber :
  • Ist

Transformasi digital tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antara industri, pemerintah, dan dunia pendidikan menjadi faktor penentu keberhasilan. 

Hal ini juga ditekankan oleh CEO Anugrahpratama.com, Oliver Johanes Setiawan, yang menyebut bahwa AI kini telah menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan. Sinergi lintas sektor akan mempercepat adopsi teknologi sekaligus meningkatkan daya saing nasional.

Ini sejalan dengan praktik di negara maju seperti Jepang dan Jerman, di mana kolaborasi antara universitas dan industri telah melahirkan berbagai inovasi berbasis AI di bidang manufaktur dan otomasi.

Dalam konteks Indonesia, forum semacam ini menjadi jembatan penting untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. 

Peserta tidak hanya mendapatkan wawasan, tetapi juga kesempatan untuk melihat langsung implementasi teknologi melalui booth interaktif dan sesi Tech Vision.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Transformasi digital melalui AI pada akhirnya bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana manusia, sistem, dan strategi dapat beradaptasi dengan cepat. 

Dengan dukungan riset perguruan tinggi, kolaborasi lintas sektor, serta adopsi teknologi yang tepat, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat langkahnya di era digital global. (udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Karhutla Belum Padam, Penutupan Wisata Gunung Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus

Karhutla Belum Padam, Penutupan Wisata Gunung Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan perpanjangan penutupan melalui akun Instagram resminya @bbtnbtsbromotenggersemeru.
Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Bilal Hasan Menang KO di Dana White's Contender Series, The Indo Ninja Menanti Kontrak UFC dari Dana White

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan mengaku menanti kontrak UFC dari Dana White usai meraih kemenangan impresif lewat KO di Dana White's Contender Series.
Perusak Bendera Merah Putih di Bantul dan Palang KA Sleman Dipastikan Orang yang Sama, Polisi Bongkar Motifnya

Perusak Bendera Merah Putih di Bantul dan Palang KA Sleman Dipastikan Orang yang Sama, Polisi Bongkar Motifnya

Polisi memastikan aksi perusakan bendera Merah Putih di Kabupaten Bantul dan palang perlintasan kereta api (KA) di Kabupaten Sleman pada 9 Agustus 2026 dilakukan oleh orang yang sama. 
Sidang Perdana Kasus Daycare Little Aresha Digelar Pekan Depan, 5 Hakim Siap Adili 13 Terdakwa

Sidang Perdana Kasus Daycare Little Aresha Digelar Pekan Depan, 5 Hakim Siap Adili 13 Terdakwa

Perkara dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha segera memasuki babak persidangan. Sidang perdana terhadap 13 terdakwa dijadwalkan digelar pekan depan di Pengadilan Negeri Yogyakarta. 
Sidang Perdana Kasus Pelecehan Santriwati Ponpes Ndholo Kusumo di Pengadilan Negeri Pati Digelar Tertutup

Sidang Perdana Kasus Pelecehan Santriwati Ponpes Ndholo Kusumo di Pengadilan Negeri Pati Digelar Tertutup

Mantan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Ashari, terdakwa dalam perkara dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwatinya, mulai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Pati, Selasa (11/8/2026).
4 Zodiak Paling Beruntung soal Karier Besok 13 Agustus 2026: Aquarius Bersinar, Taurus Panen Apresiasi

4 Zodiak Paling Beruntung soal Karier Besok 13 Agustus 2026: Aquarius Bersinar, Taurus Panen Apresiasi

Ramalan karier besok 13 Agustus 2026 memprediksi 4 zodiak paling beruntung di dunia kerja. Simak siapa saja.

Trending

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

Inilah tampang jelas dari gadis baju putih yang diduga sebagai inisiator dalam menawarkan sebotol miras gratis dengan hafalan surat Ad-Dhuha di booth Newport.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Cetak Sejarah, Hantam Mridul Saikia Sampai KO Dalam 45 Detik!

Hasil Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1, Bilal Hasan berhasil membantai lawannya lewat KO kilat di ronde pertama.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT