Pengusaha Tahu Goreng Jombang Terhimpit Harga Minyak, Omzet Menurun
- tvOne - rohmadi
Jombang, tvOnenews.com – Pelaku usaha kecil menengah (UKM) pangan lokal di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tengah menghadapi tekanan berat akibat kenaikan harga minyak goreng.
Salah satunya dialami pengusaha tahu goreng di sentra industri Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, yang kini harus memutar otak agar usahanya tetap bertahan.
Kenaikan harga minyak goreng tidak hanya berdampak pada meningkatnya biaya produksi, tetapi juga mulai menekan omzet penjualan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas usaha kecil yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat sekaligus pemasok kebutuhan pangan hingga ke luar daerah.
Di tengah situasi tersebut, para pelaku usaha terpaksa mengambil langkah sulit dengan menaikkan harga jual produk. Hal ini dilakukan sebagai upaya menutup lonjakan biaya produksi yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu pelaku usaha, Nuryatin, pemilik usaha tahu goreng rumahan di Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, mengaku sangat terdampak dengan kenaikan harga minyak goreng sejak menjelang Idulfitri lalu. Hingga kini, harga komoditas tersebut belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Dalam kesehariannya, Nuryatin memproduksi tahu goreng yang kemudian didistribusikan ke sejumlah pasar di Jawa Timur, seperti Surabaya dan Gresik. Aktivitas produksi dilakukan secara rutin untuk memenuhi permintaan pasar yang cukup tinggi.
Namun, di balik aktivitas tersebut, biaya produksi yang harus dikeluarkan terus membengkak. Untuk sekali proses memasak, Nuryatin membutuhkan sekitar 7 kilogram minyak goreng. Dalam sehari, ia bisa melakukan hingga 60 kali proses produksi.
“Sejak harga minyak naik, otomatis sangat berpengaruh karena bahan utama kami untuk menggoreng. Kami tidak mengurangi ukuran, tetapi terpaksa menaikkan harga. Sebelumnya per sekali masak itu Rp160 ribu, sekarang menjadi Rp185 ribu, dan ini terus naik sejak menjelang hari raya,” ujar Nuryatin saat dikonfirmasi, Selasa (28/4).
Kondisi tersebut membuat margin keuntungan semakin menipis. Bahkan, jika kenaikan harga terus berlanjut tanpa adanya solusi, bukan tidak mungkin usaha yang telah berjalan bertahun-tahun ini terancam gulung tikar.
Para pelaku usaha berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga minyak goreng di pasaran. Mereka menilai intervensi sangat diperlukan agar pelaku UKM tetap bisa bertahan di tengah gejolak harga bahan pokok.
Load more