News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siswa SMAN 11 Surabaya Tewas Diduga Dikeroyok 4 Teman Gara-gara Sandal Crocs Rp1,5 Juta

Seorang siswa SMAN 11 Surabaya bernama Thomas Julianus Kristianto meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh empat orang temannya.
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 10 Juni 2026 - 17:03 WIB
Siswa SMAN 11 Surabaya bernama Thomas Julianus Kristianto disemayamkan
Sumber :
  • tvOne - zainal azkhari

Surabaya, tvOnenews.com - Kabar duka menyelimuti lingkungan pendidikan dan masyarakat Surabaya. Seorang siswa SMAN 11 Surabaya bernama Thomas Julianus Kristianto meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh empat orang temannya.

Perselisihan yang berujung maut ini bermula dari hal sepele yakni hilangnya sepasang sandal bermerek yang diklaim bernilai jutaan rupiah. Keempat pelaku kini telah diamankan Polrestabes Surabaya guna diselidiki lebih lanjut.

Suasana duka terlihat jelas di kediaman korban di kawasan Manukan, Surabaya. Peristiwa ini bermula sejak Mei 2026 lalu. Saat berkunjung ke rumah seorang teman, Thomas diketahui tanpa sengaja memakai sandal Crocs milik salah satu pelaku. Masalah muncul ketika sandal tersebut kemudian hilang, sehingga pemiliknya menuntut ganti rugi.

Kakak kandung korban, Hana Novia Kristiani, menceritakan bahwa ia telah memberikan uang kepada adiknya untuk membeli sandal pengganti. Thomas pun sudah menyerahkan sepasang sandal baru kepada pihak yang menuntut, dan Hana mengira persoalan sudah selesai.

"Adik saya info ke saya bahwa si pelaku meminta ganti rugi. Saya sudah kasih uang untuk ganti rugi dan adik saya sudah mengganti dengan sandal baru. Jadi saya menganggap tidak ada utang piutang," ujar Hana.

Namun, dugaan itu keliru. Pelaku menolak sandal pengganti yang diserahkan Thomas. Masalah justru membesar karena adanya selisih nilai harga yang sangat jauh. Sandal yang hilang diklaim bernilai sekitar Rp1,5 juta, sedangkan sandal pengganti yang diberikan korban diperkirakan hanya bernilai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

Hana sangat meragukan klaim harga tersebut karena tidak pernah melihat barang asli maupun bukti pembeliannya.

"Apakah betul Rp1,5 juta? Bahkan model sandalnya pun saya tidak tahu. Bagaimana caranya saya percaya harga sandal tersebut sebesar itu jika tidak ada bukti pembeliannya?" tegasnya.

Perselisihan yang tak kunjung usai itu akhirnya berujung pada ajakan penyelesaian secara fisik. Thomas diajak bertarung satu lawan satu, namun ajakan itu ternyata merupakan jebakan. Menurut keterangan saksi, saat tiba di lokasi yang disepakati, korban justru langsung diserang beramai-ramai oleh keempat pelaku, salah satunya memiliki julukan "Klipet".

Akibat pengeroyokan tersebut, Thomas mengalami luka parah terutama di bagian kepala. Ia sempat dilarikan ke Klinik dr Danu pada dini hari, sebelum dirujuk ke RSUD dr Soetomo sekitar pukul 04.30 WIB. Setelah menjalani pemeriksaan dan operasi, kondisi korban terus memburuk akibat pendarahan pascaoperasi hingga akhirnya meninggal dunia.

Menanggapi kasus ini, Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, AKP Aditya Herlambang, membenarkan pihaknya telah mengamankan keempat pelaku.

"Kami sudah mengamankan empat orang pelaku yang masing-masing berinisial CJF, AAY, KVRL, dan RU. Saat ini kami sedang mendalami peran dan motif masing-masing pelaku dalam peristiwa ini," ungkap AKP Aditya.

Keempat pelaku telah ditahan dan akan diproses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku, di antaranya terkait tuduhan penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Thomas merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Sejak duduk di bangku SMP, ia telah kehilangan kedua orang tuanya, dan kini harus pergi selamanya akibat peristiwa yang seharusnya dapat diselesaikan dengan baik. Kasus ini menjadi peringatan keras akan pentingnya menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan menghindari tindakan kekerasan di lingkungan mana pun. (zaz/gol)

Halaman Selanjutnya :

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Satu Tewas, 2 Hilang di Sungai Ogan Ilir, SAR Palembang Gelar Penyelaman

Satu Tewas, 2 Hilang di Sungai Ogan Ilir, SAR Palembang Gelar Penyelaman

Tim SAR Gabungan melanjutkan operasi pencarian terhadap dua orang korban yang dilaporkan hilang akibat terseret arus di Sungai Ogan, Desa Rantau Alai, Ogan Ilir
Evakuasi KM Mutiara Sentosa 2 Terus Berlangsung, Polresta Sumenep Dirikan Posko Siaga

Evakuasi KM Mutiara Sentosa 2 Terus Berlangsung, Polresta Sumenep Dirikan Posko Siaga

Proses evakuasi penumpang KM Mutiara Sentosa 2 yang mengalami kebakaran di perairan Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, hingga kini masih berlangsung.
Sejumlah Pengurus PSI Lumajang Datangi Kantor DPW PSI Jatim, Serahkan Surat Mosi Tidak Percaya

Sejumlah Pengurus PSI Lumajang Datangi Kantor DPW PSI Jatim, Serahkan Surat Mosi Tidak Percaya

Puluhan orang yang mengaku sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Lumajang bersama perwakilan DPC PSI dari sejumlah kecamatan mendatangi kantor DPW PSI Jawa Timur di Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya
Gagal Rebut Puncak Klasemen Piala AFF Karena Singapura, Vietnam Jadikan Timnas Indonesia Pelampiasan 

Gagal Rebut Puncak Klasemen Piala AFF Karena Singapura, Vietnam Jadikan Timnas Indonesia Pelampiasan 

Tampil di laga pekan keempat babak penyisihan Grup A Piala AFF 2026, pelatih Timnas Vietnam Kim Sang-sik tak ragu membuat Timnas Indonesia menjadi pelampiasan atas gagalnya Vietnam mencuri poin dari Singapura. 
Jelang Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Kim Sang Sik Akui Vietnam Punya Kelemahan Besar

Jelang Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Kim Sang Sik Akui Vietnam Punya Kelemahan Besar

Pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang Sik, mengakui skuad asuhannya masih memiliki persoalan di lini tengah jelang menghadapi Timnas Indonesia pada lanjutan Grup A Piala AFF 2026
Rekap Hasil Final Taipei Open 2026: Leo/Daniel Rebut Gelar dari Malaysia, Jepang Juara Umum

Rekap Hasil Final Taipei Open 2026: Leo/Daniel Rebut Gelar dari Malaysia, Jepang Juara Umum

Rekap hasil final Taipei Open 2026, di mana Indonesia berhasil membawa pulang satu gelar juara usai ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin meraih kemenangan dramatis.

Trending

PN Cikarang Jalankan Penetapan Sita Eksekusi terhadap Aset Chadstone Superblok

PN Cikarang Jalankan Penetapan Sita Eksekusi terhadap Aset Chadstone Superblok

Panitera Pengadilan Negeri Cikarang, Entis Sutisna SH MH, mengatakan pihaknya hadir untuk membacakan penetapan sita eksekusi sekaligus melaksanakan putusan arbitrase yang telah berkekuatan hukum.
Detik-detik KM Mutiara Sentosa 2 Dilalap Api di Perairan Sumenep, Basarnas Berjibaku Evakuasi Ratusan Penumpang

Detik-detik KM Mutiara Sentosa 2 Dilalap Api di Perairan Sumenep, Basarnas Berjibaku Evakuasi Ratusan Penumpang

Kapal penumpang yang melayani rute Surabaya–Makassar itu dilaporkan membawa ratusan orang saat insiden kebakaran terjadi.
Kim Sang-sik Tebar Ancaman ke John Herdman: Vietnam Bakal Tampil dengan Wajah Berbeda  ​​​​​​

Kim Sang-sik Tebar Ancaman ke John Herdman: Vietnam Bakal Tampil dengan Wajah Berbeda ​​​​​​

Pelatih kepala Timnas Vietnam, Kim Sang-sik, melontarkan gertakan tajam kepada Timnas Indonesia jelang duel panas penentu nasib di Grup A Piala AFF 2026. Juru -
Satgas Pangan Bongkar Modus Mafia Jual Beras Fortifikasi hingga Rp42 Ribu per Kg

Satgas Pangan Bongkar Modus Mafia Jual Beras Fortifikasi hingga Rp42 Ribu per Kg

Mentan Amran Sulaiman mengungkap potensi kerugian yang ditanggung konsumen akibat praktik mafia beras fortifikasi diperkirakan mencapai sekitar Rp71 triliun.
Video “Yang Wes Yang” Viral, Pelajar SMK Banyuwangi Minta Maaf Usai Rekaman Pribadi Tersebar

Video “Yang Wes Yang” Viral, Pelajar SMK Banyuwangi Minta Maaf Usai Rekaman Pribadi Tersebar

Video “Yang Wes Yang” viral di media sosial. Seorang pelajar SMK di Banyuwangi berinisial MD menyampaikan permintaan maaf dan mengaku menyesal
Belum Sekali pun Main, 3 Pemain Timnas Indonesia Masih 'Disimpan' John Herdman di Piala AFF 2026

Belum Sekali pun Main, 3 Pemain Timnas Indonesia Masih 'Disimpan' John Herdman di Piala AFF 2026

John Herdman sudah merotasi hampir seluruh skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Namun 3 pemain ini belum juga dapat kesempatan bermain, siapa saja?
Muak Ditanya soal Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Akui Sudah Analisis Skuad John Herdman

Muak Ditanya soal Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Akui Sudah Analisis Skuad John Herdman

Pelatih Vietnam Kim Sang-sik akhirnya buka suara setelah terus ditanya soal Timnas Indonesia. Begini katanya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT