Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Malang Kota Cek Kesehatan Gratis bagi Driver Ojol Wanita, Wujud Kepedulian kepada Mitra Kamtibmas
- tim tvone - ed
Malang, tvOnenews.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes) Polresta Malang Kota Bakti Kesehatan pemeriksaan kesehatan gratis kepada 40 pengemudi ojek online (ojol) wanita dari berbagai platform aplikasi, Selasa (30/6).
Pengecekan Kesehatan Driver Ojol dipusatkan di Klinik Pratama Polresta Malang Kota, menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan kelompok pekerja rentan sekaligus memperkuat sinergi dengan mitra kepolisian dalam menjaga kamtibmas.
Pelayanan kesehatan ini tindak lanjut atas arahan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana agar jajaran Sie Dokkes terus menghadirkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki mobilitas tinggi di jalan raya.
"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Kapolresta Malang Kota agar Sie Dokkes hadir memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti pengemudi ojol wanita," ujar dr. Wiwin.
Sebanyak 30 pengemudi ojol wanita hadir mengikuti pemeriksaan dari target 40 peserta yang telah diundang. Para peserta menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh yang dilakukan tenaga medis Sie Dokkes Polresta Malang Kota.
Pemeriksaan mulai skrining kesehatan, pengukuran tinggi dan berat badan, pengukuran lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah (tensi), pemeriksaan kadar gula darah, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, konsultasi kesehatan, hingga pemberian obat-obatan serta vitamin sesuai hasil pemeriksaan masing-masing peserta.
Pengemudi ojol merupakan salah satu mitra strategis Polri yang selama ini turut membantu menciptakan situasi kamtibmas, terutama melalui aktivitasnya di jalan raya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Polresta Malang Kota ingin memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga sehingga dapat bekerja dengan aman, sehat, dan produktif," jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 30 peserta mengikuti layanan kesehatan. Hasil skrining menunjukkan 26 peserta berada dalam kondisi kesehatan dalam batas normal, sementara empat peserta terindikasi Diabetes Melitus (DM) dan dua peserta mengalami hipertensi (HT) sehingga langsung diberikan edukasi kesehatan, konsultasi medis, pengobatan, serta anjuran pemeriksaan lanjutan.
"Peserta yang memiliki faktor risiko langsung kami berikan edukasi, obat sesuai indikasi, vitamin, serta kami sarankan melakukan kontrol kesehatan secara berkala," ungkap dr. Wiwin.
Load more