Hanya Dapat Satu Murid Baru, SDN Mojongapit 3 Jombang Siapkan Sistem Belajar Layaknya Privat
- tvOne - Rohmadi
Jombang, tvOnenews.com – Fenomena unik terjadi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027 di SD Negeri Mojongapit 3, Kecamatan Jombang. Sekolah dasar negeri yang berada di kawasan perkotaan itu hanya menerima satu siswa baru untuk kelas I.
Kondisi tersebut membuat jumlah peserta didik di sekolah itu menyusut drastis. Dari total 57 siswa pada tahun sebelumnya, sebanyak 19 siswa telah lulus, sementara siswa baru yang masuk hanya satu orang. Akibatnya, kini SDN Mojongapit 3 hanya memiliki 39 siswa dari kelas I hingga kelas VI.
Kepala SDN Mojongapit 3 Zumaroh Is’adah mengaku kondisi tersebut menjadi pengalaman pertama dalam sejarah sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, minimnya jumlah pendaftar tidak lepas dari persoalan kekurangan tenaga pendidik yang terjadi pada tahun ajaran sebelumnya.
"Untuk tahun ajaran ini hanya ada satu siswa laki-laki yang masuk kelas I. Sementara 19 siswa lulus, sehingga jumlah siswa berkurang cukup banyak," ujar Zumaroh, Senin (13/7).
Ia menjelaskan sepanjang tahun ajaran 2025/2026 sekolah hanya memiliki dua guru kelas. Keterbatasan itu membuat guru mata pelajaran harus merangkap mengajar kelas bahkan beberapa rombongan belajar sempat digabung agar proses pembelajaran tetap berjalan.
Situasi tersebut, lanjutnya, menimbulkan keraguan di kalangan orang tua yang hendak menyekolahkan anaknya di SDN Mojongapit 3.
"Banyak wali murid yang khawatir karena guru sangat terbatas. Mereka bertanya, kalau gurunya kurang nanti anak-anak bagaimana, apakah pembelajarannya bisa maksimal atau tidak," katanya.
Meski demikian, kondisi tenaga pendidik kini mulai membaik. Pada tahun ajaran baru ini sekolah mendapat tambahan tiga guru baru sehingga total memiliki lima guru kelas. Namun kebutuhan tenaga pendidik masih belum sepenuhnya terpenuhi karena sekolah masih kekurangan satu guru kelas.
"Alhamdulillah sekarang sudah ada lima guru kelas setelah mendapat tambahan tiga guru. Tinggal satu guru lagi yang masih kami butuhkan," jelasnya.
Dengan bertambahnya tenaga pengajar pihak sekolah berharap kepercayaan masyarakat dapat kembali pulih. Berbagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan pun mulai disiapkan untuk menarik minat calon siswa di masa mendatang.
"Kami ingin membuktikan bahwa proses belajar mengajar bisa berjalan lebih baik. Harapannya masyarakat kembali percaya dan ke depan ada tambahan siswa baik dari pendaftaran baru maupun mutasi," ungkap Zumaroh.
Menariknya, karena hanya memiliki satu siswa di kelas I, proses pembelajaran tahun ini akan berlangsung layaknya les privat. Meski demikian, pihak sekolah memastikan siswa tersebut tetap memiliki kesempatan bersosialisasi dengan teman sebaya maupun kakak kelasnya.
"Karena hanya satu siswa pembelajarannya memang seperti privat. Tetapi kami sudah menyiapkan strategi agar dia tidak merasa sendirian. Sesekali akan belajar bersama kelas lain dan tetap berinteraksi dengan teman-temannya," terangnya.
Zumaroh menuturkan satu-satunya murid baru tersebut merupakan anak laki-laki dari keluarga pendatang. Kakaknya lebih dahulu bersekolah di SDN Mojongapit 3 setelah keluarganya pindah dari Trowulan, Mojokerto.
Meski hanya memiliki satu murid baru SDN Mojongapit 3 tetap optimistis menatap tahun ajaran baru. Dengan dukungan tenaga pendidik yang mulai lengkap dan komitmen meningkatkan mutu layanan pendidikan sekolah berharap dapat kembali menjadi pilihan masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya.
"Keluarga mereka pindah ke Jombang setelah ayahnya meninggal dunia. Kakaknya sudah lebih dulu sekolah di sini, kemudian tahun ini adiknya masuk kelas I," tuturnya. (roi/ias)
Load more