News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jelang Muktamar NU ke-35, Kiai Asep Tegaskan NU Harus Kembali Dipimpin dan Dikawal Ulama

Menjelang Muktamar ke-35 NU di PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, akhir Agustus 2026, masa depan arah kepemimpinan NU memasuki abad kedua menjadi sorotan.
  • Reporter :
  • Editor :
Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:43 WIB
Jelang Muktamar NU ke-35, Kiai Asep Tegaskan NU Harus Kembali Dipimpin dan Dikawal Ulama
Sumber :
  • Syamsul Huda

Surabaya, tvOnenews.com — Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, akhir Agustus 2026, masa depan arah kepemimpinan NU memasuki abad kedua menjadi sorotan.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Umum Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) KH Asep Saifuddin Chalim dalam Dialog Publik bertajuk “Transformasi–Orientasi Kepemimpinan Nahdlatul Ulama Abad II” di Aula JKSN, Surabaya, Rabu (12/8/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kiai Asep menekankan bahwa perubahan di tubuh NU harus tetap berangkat dari akar sejarah organisasi. Menurutnya, NU sejak awal merupakan wadah yang lahir dari kekuatan pesantren dan ulama untuk menyatukan perjuangan menghadapi persoalan umat dan bangsa.

Ia mengingatkan, pesantren telah menjadi pusat pendidikan sekaligus basis perjuangan masyarakat sebelum Indonesia berdiri sebagai negara.

“Sentral-sentral perlawanan adalah pondok-pondok pesantren, tetapi mudah dilumpuhkan karena berdiri sendiri-sendiri,” ujar Kiai Asep.

Menurutnya, kebutuhan menyatukan kekuatan pesantren menjadi salah satu latar belakang lahirnya berbagai gerakan dan organisasi sebelum NU berdiri pada 1926. Ia menyebut Nahdlatul Wathan di Surabaya pada 1916 sebagai salah satu wadah kaderisasi generasi pesantren.

Gagasan tersebut kemudian berkembang hingga berdirinya NU yang melibatkan sejumlah ulama besar, di antaranya KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Hasbullah. Kiai Asep menyebut struktur awal NU juga menunjukkan kuatnya posisi ulama dalam organisasi.

“Kesimpulannya bahwa Nahdlatul Ulama itu adalah rumah besarnya pesantren, organisasi yang didirikan oleh pesantren-pesantren besar oleh tokoh-tokohnya. Dominannya adalah Syuriyah,” katanya.

Memasuki Muktamar ke-35, Kiai Asep meminta berbagai persoalan dalam mekanisme penyelenggaraan dan pengambilan keputusan pada muktamar sebelumnya menjadi bahan evaluasi.

Ia mengingatkan agar NU tidak dikuasai oleh kelompok tertentu yang dinilainya tidak memiliki legitimasi keulamaan yang kuat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“NU harus dikendalikan oleh ulama, jangan diatur oleh anak-anak muda yang berapa jumlahnya, berapa segelintir, kemudian mereka mengendalikan muktamar dengan kedzaliman-kedzaliman,” tegasnya.

Kiai Asep berharap Muktamar ke-35 tidak berhenti pada agenda memilih pengurus baru. Forum tersebut, menurutnya, harus menjadi momentum memperkuat kembali posisi NU sebagai rumah besar pesantren dan ulama.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Favoritkan Patrick Kluivert Jadi Asisten Xavi Hernandez di Timnas Belanda, Ruud Gullit Angkat Bicara

Media Belanda Favoritkan Patrick Kluivert Jadi Asisten Xavi Hernandez di Timnas Belanda, Ruud Gullit Angkat Bicara

Media Belanda favoritkan Patrick Kluivert sebagai asisten Xavi Hernandez di Timnas Belanda. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu dinilai sebagai sosok ideal.
Sinar Mas Land dan Sojitz Hadirkan Meliora, Klaster Hunian Modern Terbaru di Kota Deltamas

Sinar Mas Land dan Sojitz Hadirkan Meliora, Klaster Hunian Modern Terbaru di Kota Deltamas

Terletak di koridor timur Jakarta yang tumbuh pesat, Kota Deltamas dikenal sebagai kawasan yang menawarkan lingkungan hidup berkualitas
Pesan Prabowo ke Masyarakat: Jembatan-Jembatan Itu Dirawat dengan Baik

Pesan Prabowo ke Masyarakat: Jembatan-Jembatan Itu Dirawat dengan Baik

Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tidak hanya memanfaatkan jembatan yang telah dibangun pemerintah, tetapi juga ikut menjaga dan merawatnya.
Terlihat Akrab, Lesty Kejora dan Asila Maisa Jadi Saksi Kasus Dugaan Fitnah Perselingkuhan Rizky Billar

Terlihat Akrab, Lesty Kejora dan Asila Maisa Jadi Saksi Kasus Dugaan Fitnah Perselingkuhan Rizky Billar

Lesty Kejora dan Asila Maisa diperiksa sebagai saksi di Polda Metro Jaya soal laporan Rizky Billar soal dugaan fitnah perselingkuhan yang menyeret nama mereka.
Daftar Opposite Utama Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Satu-satunya dari Asia

Daftar Opposite Utama Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Satu-satunya dari Asia

Daftar opposite utama Liga Voli Korea 2026-2027 yang siap menjadi tumpuan klub masing-masing. Megawati Hangestri menjadi satu-satunya pemain asal Asia di antara tujuh pemain asing yang akan berlaga musim depan.
Siapa Nadhea Devi? Brand Manager OT yang Dituding Netizen sebagai Gadis Baju Putih di Booth Miras Newport

Siapa Nadhea Devi? Brand Manager OT yang Dituding Netizen sebagai Gadis Baju Putih di Booth Miras Newport

Nadhea Devi, Brand Manager OT dituding oleh netizen sebagai sosok gadis baju putih yang tawarkan challenge hafalan surat Ad-Dhuha dengan sebotol miras Newport.

Trending

Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat demi menjamin kondisi keamanan sepenuhnya.
Resmi! KNVB Tunjuk Eks Pelatih Barcelona Xavi Hernandez untuk Ambil Alih Timnas Belanda

Resmi! KNVB Tunjuk Eks Pelatih Barcelona Xavi Hernandez untuk Ambil Alih Timnas Belanda

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) resmi menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih baru Timnas Belanda. Sang mantan pelatih Barcelona mengambil alih tugas Ronald Koeman.
Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Baru Gabung UFC, Bilal Hasan Langsung Debut di Shanghai Akhir Agustus

Baru Gabung UFC, Bilal Hasan Langsung Debut di Shanghai Akhir Agustus

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan berpeluang menjalani debut UFC dalam waktu dekat setelah baru saja mendapatkan kontrak dari organisasi MMA terbesar di dunia tersebut.
Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Polemik mengenai ijazah SMA/sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian setelah muncul sayembara berhadiah Rp100 juta yang digagas Denny Indrayana.
Sebelum Gadis Baju Putih, Pria Ini yang Duluan Kasih Challenge Sebotol Miras Gratis dengan Ayat Al-Qur'an

Sebelum Gadis Baju Putih, Pria Ini yang Duluan Kasih Challenge Sebotol Miras Gratis dengan Ayat Al-Qur'an

Gadis baju putih bukan yang pertama, pria bertopi ini ternyata yang memulai sayembara hafalan ayat Al-Qur'an dengan sebotol miras yang diawali surat Al-Ikhlas.
Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT