News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gus Hans Ingatkan Marwah Rais Aam PBNU: Jangan Direduksi Jadi “Paket Istana”

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), perbincangan mengenai arah kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin menghangat.
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:13 WIB
HM Zahrul Azhar As'ad atau Gus Hans, Sekretaris Jenderal Gernas Ayo Mondok.
Sumber :
  • Istimewa

Jombang, tvOnenews.com — Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), perbincangan mengenai arah kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin menghangat. Di tengah munculnya sejumlah nama dan berbagai klaim dukungan, independensi NU kembali menjadi sorotan.

Sekretaris Jenderal Gernas Ayo Mondok, HM Zahrul Azhar As'ad atau Gus Hans, mengingatkan agar kontestasi kepemimpinan NU, khususnya pemilihan Rais Aam PBNU, tidak ditarik terlalu jauh ke dalam pusaran politik kekuasaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyoroti munculnya narasi mengenai adanya kandidat atau pasangan kepemimpinan yang disebut-sebut sebagai “paket yang didukung Istana”.

Menurut Gus Hans, narasi tersebut justru berisiko mereduksi posisi Rais Aam yang memiliki dimensi keagamaan, moral, dan spiritual yang sangat kuat.

“Menyematkan narasi politik seperti ‘paket yang didukung Istana’ dalam kontestasi pemilihan Rais Aam adalah kekeliruan cara pandang yang merendahkan martabat ulama,” ujar Gus Hans, Sabtu (15/8). 

Wakil Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang itu menegaskan, Rais Aam bukan sekadar jabatan struktural dalam organisasi. Posisi tersebut merupakan representasi otoritas keulamaan sekaligus simbol moral bagi jutaan warga Nahdliyin.

Karena itu, ia berpandangan bahwa legitimasi seorang Rais Aam semestinya tidak dibangun berdasarkan kedekatan dengan kekuasaan, melainkan atas dasar kapasitas keilmuan, integritas, keteladanan, serta kemampuan menjaga arah perjuangan NU.

Gus Hans juga mengingatkan kembali posisi NU dalam relasinya dengan pemerintah. Menurutnya, sejak awal NU merupakan bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang memiliki kemandirian dalam menjalankan mandat organisasinya.

Hubungan dengan pemerintah, lanjut dia, seharusnya dibangun sebagai hubungan kemitraan yang sehat, bukan hubungan antara atasan dan bawahan.

“Hubungan antara PBNU dan pemerintah idealnya bersifat kemitraan yang sejajar, civil society dan negara, bukan hubungan hierarkis,” tegasnya.

Menurut Gus Hans, mandat Rais Aam memiliki cakupan yang jauh lebih panjang dibandingkan siklus politik pemerintahan yang berlangsung lima tahunan.

Karena itu, ketika kepemimpinan ulama ditempatkan sebagai bagian dari kalkulasi politik praktis, ia khawatir hal tersebut justru akan menggerus independensi NU sekaligus mengurangi kepercayaan umat terhadap otoritas keulamaan.

Gus Hans secara khusus mengingatkan para pendukung maupun tim sukses kandidat dalam Muktamar ke-35 NU agar tidak menggunakan klaim kedekatan dengan penguasa sebagai modal utama memenangkan kontestasi.

Menurut dia, cara tersebut justru dapat memberikan kesan seolah-olah seorang kiai baru memiliki legitimasi apabila mendapatkan restu dari kekuasaan.

“Tim sukses jangan merendahkan marwah Rais Aam dan PBNU dengan mengklaim calonnya sebagai figur yang paling didukung Istana. Menjadikan ‘restu penguasa’ sebagai jualan utama kampanye adalah bentuk pengerdilan terhadap marwah ulama," katanya.

Gus Hans menilai kontestasi Muktamar seharusnya menjadi ruang untuk memperdebatkan gagasan, visi, dan kemampuan calon pemimpin dalam menjawab berbagai persoalan umat dan bangsa.

Bukan justru menjadi arena adu klaim mengenai siapa yang paling dekat dengan penguasa.

Di sisi lain, Gus Hans meminta warga NU tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu mengenai keterlibatan Istana dalam proses pemilihan kepemimpinan PBNU.

Ia mengaku yakin pemerintah akan menghormati kedaulatan NU sebagai organisasi keagamaan yang memiliki mekanisme internal sendiri dalam menentukan kepemimpinan.

>“Saya yakin Istana tidak akan terlibat dalam hal Muktamar. Sebagai lembaga negara, Istana tentu menghormati kedaulatan PBNU sebagai organisasi keagamaan terbesar yang otonom,” ungkapnya.

Ia meminta setiap klaim mengenai dukungan Istana tidak langsung dianggap sebagai sikap resmi pemerintah. Menurutnya, klaim semacam itu bisa saja muncul sebagai bagian dari dinamika politik menjelang Muktamar.

“Jangan sampai spekulasi politik dari luar justru dibaca sebagai sikap resmi pemerintah. Kita harus objektif dan menempatkan posisi lembaga kepresidenan secara proporsional,” imbuhnya.

Gus Hans menambahkan, NU sebenarnya telah memiliki mekanisme internal dalam menentukan kepemimpinan tertinggi, termasuk melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Mekanisme tersebut menempatkan ulama sebagai pihak yang memiliki mandat untuk menentukan arah kepemimpinan melalui pertimbangan keilmuan, keteladanan, dan kemaslahatan organisasi.

Karena itu, menurut Gus Hans, proses tersebut harus dijaga dari tekanan opini maupun klaim dukungan kekuasaan.

“Otoritas langit dan moral yang melekat pada Rais Aam tidak boleh diukur dari seberapa dekat atau didukungnya beliau oleh otoritas bumi,” tegasnya.

Gus Hans berharap Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026, menjadi momentum bagi NU untuk menunjukkan kedewasaan dalam mengelola dinamika internal organisasi.

Bagi Gus Hans, menjaga independensi NU bukan berarti mengambil posisi berseberangan dengan pemerintah. Sebaliknya, hubungan yang sehat antara negara dan organisasi keagamaan justru membutuhkan batas yang jelas, saling menghormati, dan tidak saling mengintervensi.

“Menolak narasi ‘paket dukungan Istana’ bukan berarti memusuhi pemerintah. Ini adalah ikhtiar untuk mendudukkan kembali posisi ulama pada tempat terhormat yang semestinya,” pungkasnya. (roi/far)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Trent Alexander-Arnold Disebut Takkan Pernah Jadi Starter di Timnas Inggris Selama Masih Ada Thomas Tuchel

Trent Alexander-Arnold Disebut Takkan Pernah Jadi Starter di Timnas Inggris Selama Masih Ada Thomas Tuchel

Bek kanan Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, disebut tidak akan pernah menjadi starter di Timnas Inggris lagi. Hal itu tidak akan terjadi selama Thomas Tuchel masih menjabat sebagai pelatih.
Dirjen Bina Pemdes Dorong Penguatan Transformasi Posyandu di Humbang Hasundutan

Dirjen Bina Pemdes Dorong Penguatan Transformasi Posyandu di Humbang Hasundutan

Dirjen Bina Pemdes Kemendagri mendorong percepatan registrasi Posyandu, penataan, dan penguatan tata kelola Posyandu secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.
Golkar Buka Opsi Tambah Komisioner KPU Jadi 9: Harus Lihat Beban Kerja

Golkar Buka Opsi Tambah Komisioner KPU Jadi 9: Harus Lihat Beban Kerja

Sarmuji mengatakan jumlah komisioner KPU saat ini maupun usulan penambahan menjadi sembilan orang sama-sama perlu dilihat berdasarkan kebutuhan kelembagaan.
Update Klasemen Asian Games 2026, 29 September Malam: Tambahan Emas Leo/Daniel Belum Bisa Ubah Posisi Indonesia

Update Klasemen Asian Games 2026, 29 September Malam: Tambahan Emas Leo/Daniel Belum Bisa Ubah Posisi Indonesia

Update klasemen Asian Games 2026, Selasa 29 September, setelah seluruh pertandingan di hari ke-10 multi event terbesar se-Asia tersebut rampung.
Bekali Calon Dansat, Kasad: Sishankamrata di Perbatasan Harus Diperkuat

Bekali Calon Dansat, Kasad: Sishankamrata di Perbatasan Harus Diperkuat

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menekankan kepada para calon Komandan Satuan (Dansat) TNI AD tentang pentingnya memperkuat Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata),
Basarnas Buka-bukaan Soal Faktor Penyulit Tindakan Salvage Bangkai Kapal Virgo ke Permukaan

Basarnas Buka-bukaan Soal Faktor Penyulit Tindakan Salvage Bangkai Kapal Virgo ke Permukaan

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengungkap kendala dalam upaya pembalikan bangkai kapal Virgo Transport 8.

Trending

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar penilaian jujur pevoli senior hingga pesan untuk Megawati Hangestri.
Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
LMND Desak Pemerintah Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah, dan Demokratis

LMND Desak Pemerintah Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah, dan Demokratis

Aksi tersebut mendesak pemerintah segera mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis sebagai hak seluruh rakyat, bukan sekadar janji politik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT