Universitas Brawijaya Kirim Bantuan Logistik dan Tim Medis Tanggap Bencana ke NTT
- Edi Cahyono
Malang, tvOnenews.com – Universitas Brawijaya (UB) secara resmi memberangkatkan bantuan logistik serta tim respons bencana untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jum'at (21/8/2026). Pemberangkatan dilakukan dari Gedung Tim Emergensi dan Tanggap Bencana Fakultas Kedokteran UB.
Koordinator Tim Respons Bencana NTT UB, dr. Sri Soenarti, menyampaikan, pemberangkatan logistik ini merupakan bagian dari penurunan tim respons bencana yang dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, tim asesmen telah dikirim lebih dulu untuk memetakan situasi dan kebutuhan mendesak di lokasi.
“Kemarin kita sudah memberangkatkan dua orang dokter dan satu orang perawat yang bertugas melakukan asesmen cepat tentang situasi, kondisi, dan kebutuhan apa yang akan diperlukan di sana. Hari ini logistiknya akan diberangkatkan,” ujarnya.
Pada tahap kedua ini, tim UB membawa satu unit ambulans, satu unit mobil Hilux 4×4, dan sepeda motor trail untuk mempermudah mobilisasi di area terdampak. Logistik utama yang dikirim berupa bahan medis habis pakai (BMHP), dilengkapi tenda, matras, sleeping bag, sembako, makanan siap makan, serta peralatan memasak.
“Yang paling besar volumenya adalah bahan medis habis pakai (BMHP),” tegas dosen Fakultas Kedokteran UB tersebut.
Bantuan ini akan dialokasikan untuk mendukung pelayanan di RSUD Ruteng serta rumah sakit lapangan yang dibentuk Kementerian Kesehatan. Tim juga akan menyisir puskesmas terdampak dan melakukan pendekatan jemput bola ke tenda pengungsian di wilayah Kabupaten Manggarai, dengan penempatan bantuan disesuaikan arahan penanggung jawab kesehatan setempat.
Kendala tetap dihadapi, salah satunya ketersediaan tiket kapal yang terbatas tingginya jumlah relawan menuju NTT. Meski demikian, tim memastikan kendaraan dan barang bantuan tetap mendapatkan ruang pengiriman.
“Tantangan yang pertama adalah tiket kapal karena banyak relawan yang ke sana. Tapi alhamdulillah, ternyata kita masih mendapat ruang untuk kendaraan besar bisa masuk,” ungkapnya.
Selain bantuan barang, tim juga menyiapkan donasi dana tunai untuk pembelian kebutuhan logistik langsung di lokasi terdampak, mengingat keterbatasan kapasitas angkutan kapal. Langkah ini diharapkan dapat menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan paling mendesak di lapangan.
Load more