Aksi Warga dan Petani Tambak Blokir Jalan dan Adu Debat dengan Polisi
- Tim tvone - sandi irwanto
Surabaya, tvOnenews.com - Warga dan petani tambak Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, menggelar aksi unjuk rasa. Dalam aksi ini warga memblokir salah satu ruas jalan saat long march menuju lokasi sungai dan jalan sempadan yang dicaplok pengembang. Ketegangan dan adu debat pun sempat terjadi dengan aparat kepolisian, yang mengamankan jalannya aksi.
Dengan membentangkan spanduk dan poster protes, aksi unjuk rasa memperjuangkan sungai dan sempadan yang dicaplok pengembang di kawasan Surabaya Timur ini, dilakukan puluhan warga dan petani Tambak Keputih, Surabaya, Selasa (1/9) siang.
Usai melakukan orasi di titik kumpul simpang lima, mereka melakukan jalan longmarch menuju sungai di Jalan Keputih Tegal Timur, yang diklaim milik pengembang, sejak beberapa terakhir.
Sempat terjadi ketegangan antara korlap aksi dan aparat kepolisian, yang meminta warga pengunjuk rasa tidak mengganggu ketertiban publik, saat melakukan pemblokiran satu ruas jalan, dengan jalan longmarch, terutama pengguna kendaraan umum yang sedang melintas. Beruntung ketegangan tidak berlangsung lama karena segera mereda.
Menurut Heru petani tambak Keputih, dalam aksi ini warga dan petani Tambak Keputih menuntut pihak pengembang PT Taman Timur mengembalikan sungai dan sempadan yang telah dicaplok.
"Hal ini agar sungai dan sempadan kembali berfungsi sebagai akses jalan menuju tambak dan laut, " ungkap Heru.
Selain itu, warga dan petani tambak meminta pemerintah Kota Surabaya melindungi dan menegaskan fungsi sungai serta sempadan sungai Keputih sebagai kepentingan publik.
Warga juga meminta pemkot mengevaluasi PBG/izin bangunan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya bagian bangunan yang berada di kawasan sempadan.
"Memulihkan fungsi sempadan dan membuka kembali akses masyarakat serta petani tambak menuju kawasan tambak dan laut dan meminta Pemkot menindaklanjuti secara serius pengaduan masyarakat mengenai dugaan persoalan tata ruang, lingkungan, dan penguasaan ruang sungai atau sempadan," ujarnya.
Usai menggelar aksi, warga dan petani tambak membubarkan diri dengan tertib. Namun, mereka mengancam akan menggelar aksi lebih besar lagi, dengan jumlah masa yang lebih banyak, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh pengembang. (msi/hen)
Load more