Prajurit TNI AU Asal Magetan Tewas Diduga Dianiaya Senior, Ayah Korban Tuntut Keadilan
- tvOne - M Erfan
Magetan, tvOnenews.com - Duka mendalam masih menyelimuti rumah duka keluarga almarhum Serda Ahmad Muzammil Farisa (22) yang berada di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. Jumat (11/9).
Ayah korban Toni Eko Prasetyo yang menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Madiun awalnya mendapat kabar meninggalnya anak pertama dari tiga bersaudara itu pada kamis (10/9) pagi karena kecelakaan.
“Kamis pagi kami mendapat kabar bahwa almarhum meninggal karena kecelakaan, namun informasi dari teman-teman angkatan, almarhum meninggal tak wajar.” kata Toni.
Keterangan tersebut diperkuat dengan informasi dari rekan seangkatan korban serta adanya bukti foto hasil visum yang menunjukkan luka lebam di bagian dagu dan dada korban.
“Sekikas dari foto hasil visum yang kami terima memang ada luka di dagu dan dada lebam, kami juga belum paham karena belum membaca berita acara resminya, hanya mendapat rilis laporan penganiayaan.” imbuhnya.
Jenazah korban sempat ditahan untuk proses autopsi di RS Kramatjati Polri, Jakarta, sebelum akhirnya tiba di kampung halaman menggunakan ambulans TNI AU sekitar pukul 01.00 WIB Jumat dini hari dan langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum desa setempat.
Hingga saat ini keluarga belum menerima laporan resmi hasil laboratorium maupun hasil lengkap autopsi yang menjelaskan penyebab pasti kematian korban. Meski demikian, keluarga bertekad untuk terus memperjuangkan keadilan.
“Kami sangat merasa kehilangan sekali. Anak saya Serda Ahmad Muzammil Farisa baru berdinas satu setengah tahun sebagai Bintara Psikologi di Mabes TNI AU. Kami akan terus berjuang untuk mencari keadilan agar para pelaku mendapat hukuman setimpal.” ungkap Toni. (men/ias)
Load more