Gubernur Khofifah Kukuhkan Mahasiswa Baru dan Wisuda Angkatan Pertama Penerima Beasiswa Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya
- Tim tvone - tim tvone
Surabaya, tvOnenews.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Simfoni Kebinekaan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya dalam rangka Pengukuhan Mahasiswa Angkatan V Tahun 2026 sekaligus Wisuda Pertama Mahasiswa Penerima Beasiswa AMN Surabaya yang digelar di Trans Luxury Hotel Surabaya pada Sabtu (12/9).
Tercatat 200 orang mahasiswa dikukuhkan sebagai mahasiswa baru penerima beasiswa AMN Surabaya. Semuanya tersebar di empat Perguruan Tinggi masing masing lima puluh mahasiswa di Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim.
Yang juga spesial dalam Simfoni Kebinekaan ini adalah dilangsungkannya Wisuda bagi 305 orang mahasiswa Angkatan Pertama AMN Surabaya. Wisuda ini merupakan yang perdana sejak AMN Surabaya pertama kali diresmikan pada 2022 oleh Presiden RI Ke-7 Joko Widodo.
Berasal dari berbagai latar belakang, agama hingga suku dari seluruh Indonesia, AMN Surabaya telah menjelma bukan hanya sebagai pemberi beasiswa atau bantuan pendidikan, tapi juga rumah bagi seluruh mahasiswa yang tergabung di dalamnya.
Dalam momen tersebut, Gubernur Khofifah secara khusus menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh mahasiswa Angkatan V Tahun 2026 yang resmi menjadi bagian dari keluarga besar AMN Surabaya.
Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wisudawan angkatan pertama atas ketekunan, dedikasi, serta capaian akademik yang berhasil diraih.
Menguraikan makna Simfoni Kebinekaan acara tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh sekadar menjadi slogan formalitas.
AMN Surabaya disebutnya sebagai proses ikhtiar bersama yang juga inisiasi Jawa Timur dalam membangun ke-Nusantaraan, ke-Indonesiaan dan semangat NKRI lewat understanding diantara semua daerah terutama kaum muda sekaligus kaum intelektualnya.
"Lewat AMN ini kita berharap akan terbangun, mutual trust dan mutual respect diantara semuanya. Sebenarnya kita ini sedang merakit Indonesia melalui pendekatan intelektualitas anak muda dari Sabang sampai Merauke," ujar Khofifah.
Gubernur Khofifah menilai Asrama Mahasiswa Nusantara memiliki posisi yang sangat strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai miniatur Indonesia dan laboratorium kebangsaan.
Melalui AMN, para mahasiswa belajar mengenal Indonesia secara utuh melalui kawan sekamar, ruang diskusi, dan teman seperjuangan dari berbagai latar belakang suku, agama, serta tradisi.
"Kalangan muda dengan background intelektualitas yang luar biasa dididik, dibina, dibimbing dan dibangun karakter ke-Indonesiaannya. Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari penguat pondasi untuk NKRI terutama menyambut Indonesia Emas 2045," ucapnya optimis.
Kepada seluruh wisudawan, Gubernur Khofifah secara khusus mengingatkan bahwa prosesi wisuda bukanlah garis akhir perjuangan, melainkan pintu masuk awal menuju tanggung jawab sosial yang jauh lebih besar di tengah masyarakat.
Kemampuan untuk hidup dan bekerja sama dalam ke-Bhinnekaan selama berada di AMN, diyakininya menjadi salah satu modal kepemimpinan terpenting bagi para mahasiswa di masa depan.
"Untuk para penerima Beasiswa AMN, jangan memandang beasiswa sekadar sebagai bantuan. Melainkan sebuah amanah dan kepercayaan yang harus dijawab dengan prestasi dan pengabdian. Bersama, kita akan terus berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045," pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga mengapresiasi kolaborasi empat perguruan tinggi mitra AMN Surabaya. Ia menyebut keberadaan kampus akademik dan AMN sebagai bentuk sinergi dua kampus dalam satu perjalanan. Di mana kampus mengasah keahlian akademik dan AMN mematangkan karakter serta wawasan kebangsaan.
"Kita menyampaikan terima kasih ke UPN Veteran yang telah luar biasa dalam mengelola AMN Surabaya. Kemudian berbagai Perguruan Tinggi mitra lainnya, Kemendikti, dan kepala BIN. Serta LPDP Kementerian Keuangan selaku pemberi Beasiswa," ucapnya.
"Dari Jawa Timur, dari Asrama Mahasiswa Nusantara, mari kita tunjukkan bahwa anak-anak bangsa dari berbagai penjuru Nusantara dapat hidup bersama, belajar bersama, tumbuh bersama, dan membangun Indonesia bersama," pungkasnya.
Tidak hanya wisuda dan pengukuhan mahasiswa baru, dalam momen tersebut juga dilakukan pelantikan Ikatan Alumni AMN Surabaya oleh Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Imam Sugianto, M.Si, yang didampingi oleh Rektor UPN Veteran Jatim.
Dalam sambutannya, Imam Sugianto menyampaikan bahwa keberadaan AMN Surabaya, yang juga pertama di Indonesia ini sebagai kawah candradimuka generasi bangsa.
"AMN mengusung misi besar untuk merawat ketahanan sosial dan integrasi bangsa sejak dini. Hal ini menjadi bukti komitmen negara bagi masa depan generasi bangsa," tuturnya.
Khusus kepada 305 alumni serta para pengurus IKA AMN Surabaya yang baru saja dilantik, Imam Sugianto berpesan agar gelar akademik yang diraih bisa berseiring dengan karakter kebangsaan yang telah ditempa selama berada di AMN Surabaya.
"Dimanapun kalian berada nanti, jadilah bagian dari agen perekat di tengah masyarakat. Ketika ada konflik, alumni AMN Surabaya harus menjadi yang pertama dalam menyelesaikannya," pesannya.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D. yang juga turut hadir menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh wisudawan termasuk Mahasiswa baru di AMN.
Ia berpesan agar pendidikan yang ditempuh ini bukan sekedar membawa pengetahuan baru tapi juga membuka cakrawala sekaligus melangkah lebih jauh dari titik memulai saat ini.
"Kepada mahasiswa Angkatan V, saya berpesan agar besarkan diri saudara lewat kesempatan ini. Pada lulusan Angkatan I, jangan jadikan Wisuda sebagai akhir perjalanan, tapi menjadi pintu perjalanan yang lebih besar," pesannya.
Ia juga mengapresiasi keberadaan AMN sebagai ruang untuk merawat kebangsaan. Ia berharap agar semoga Simfoni Kebangsaan yang ada di AMN tidak hanya berhenti disini, tapi terus bergema di berbagai penjuru negeri.
"Teruslah bertumbuh dan belajar. Jadilah bagian dari Indonesia yang semakin kuat dan berkarakter," pungkasnya. (hen)
Load more