Kebakaran Kembali Meluas di Kawasan Pengol TNBTS, Api Bergerak hingga Pos Jemplang
- tvOne - edy cahyono
Malang, tvOnenews.com - Kebakaran hutan kembali berkecamuk di kawasan Pengol, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), pada Sabtu (12/9/2026). Tiupan angin kencang memperparah perkembangan api sehingga kebakaran meluas dan bergerak hingga mencapai Pos Jemplang sekitar pukul 16.20 WIB. Hingga saat ini, api belum berhasil dipadamkan dan upaya penanganan terus dilakukan secara intensif.
Asap tebal yang dihasilkan kebakaran sempat memicu kepanikan di kalangan pegawai Caffe 360 yang lokasinya berdekatan dengan titik api, diperparah dengan kondisi angin yang bertiup kencang.
Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala Balai Besar TNBTS, menjelaskan bahwa kondisi musim kemarau membuat vegetasi di kawasan tersebut berada dalam kondisi sangat kering, sementara angin kencang mempercepat penyebaran api.
"Kondisi musim kemarau menyebabkan vegetasi, khususnya rerumputan, berada dalam kondisi kering dan ditambah potensi angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api. Asap yang semakin tebal juga berpotensi mengganggu jarak pandang, mobilitas, serta keamanan dan keselamatan," ujar Rudijanta, Sabtu (12/9/2026).
Balai Besar TNBTS mengerahkan total 56 personel gabungan yang terdiri dari petugas TNBTS, Manggala Agni TNBTS, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Penanganan juga mendapat dukungan dari 8 personel Manggala Agni BKSDA Bali, 8 personel Manggala Agni Taman Nasional Bali Barat, 15 personel Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Brigdalkarhut) Jabalnusra, serta 15 personel Balai Penegakan Hukum Kehutanan, didukung unsur BPBD, TNI, dan Polri.
Berbagai metode pemadaman diterapkan menyesuaikan kondisi medan dan perkembangan api di lapangan. Operasi penyemprotan air melibatkan 2 unit mobil tangki, didukung suplai air melalui 2 unit mobil patroli, 2 unit kendaraan pikap, dan 1 unit truk air. Selain pemadaman dengan air, petugas juga melakukan pemadaman secara manual dan mekanis menggunakan gepyok, jet shooter, dan engine blower, terutama pada area yang sulit dijangkau kendaraan atau memiliki keterbatasan akses serta sumber air.
Kondisi di lapangan masih dinamis sehingga pemantauan dan upaya pengendalian terus dilakukan secara berkelanjutan. Rudijanta menegaskan bahwa akses menuju lokasi kebakaran hanya diperuntukkan bagi petugas, mitra, serta relawan pemadam kebakaran dalam rangka mengefektifkan proses penanganan. (eco/gol)
Load more