Hari Batik Nasional, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Jadikan Momentum Lestarikan Budaya dan Perkuat Kesejahteraan Perajin
- tim tvone - tim tvone
Jawa Timur memiliki kekayaan batik yang tersebar di seluruh 38 kabupaten/kota. Setiap daerah memiliki batik dengan kekhasan motif, warna, dan filosofi yang mencerminkan identitas budaya serta kearifan lokal masing-masing. Ragam batik tersebut merupakan kekayaan batik yang tumbuh di seluruh penjuru Jawa Timur. Keberagaman ini menjadi kekuatan budaya sekaligus
potensi ekonomi kreatif yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan.
“Setiap daerah memiliki kekhasan yang patut kita banggakan. Mulai dari motif tenun, bambu, sampai motif gajah oling dari Banyuwangi. Kekayaan motif, warna, dan cerita di balik batik Jawa Timur harus terus kita kenalkan agar masyarakat memahami nilai karya yang mereka pakai dan ikut menjaga keberlanjutannya,” ungkapnya.
Gubernur Khofifah pun menekankan, pelestarian batik harus ditempatkan dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Kebanggaan menggunakan batik perlu diikuti dengan keberpihakan kepada perajin melalui pembelian produk lokal, perluasan pasar, peningkatan kualitas, serta pengembangan desain yang tetap berpijak pada identitas budaya daerah.
“Di balik selembar batik ada keterampilan, ketelatenan, dan penghidupan keluarga. Karena itu, kebanggaan memakai batik perlu kita wujudkan dengan menghargai karya perajin, membeli produknya, dan membantu memperkenalkannya kepada lebih banyak orang,” tuturnya.
Penguatan ekosistem tersebut, lanjut Khofifah, juga perlu menyentuh aspek pengembangan usaha. Para pelaku industri batik perlu mendapatkan pendampingan yang mampu menjawab perubahan pasar, mulai dari pengembangan desain, peningkatan kualitas dan kemasan, pemanfaatan teknologi digital, penguatan branding, hingga perluasan akses pemasaran.
Kedepannya, kekhasan batik daerah tidak berhenti sebagai identitas budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk kreatif yang memiliki daya saing dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Di sisi lain, keberlanjutan batik juga sangat bergantung pada keberadaan generasi penerus. Regenerasi pembatik menjadi penting agar keterampilan yang selama ini diwariskan secara turun-temurun tidak terputus.
Kementerian Perindustrian menempatkan regenerasi perajin dan edukasi mengenai proses, keterampilan tangan, serta nilai budaya batik sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri batik nasional.
Sejalan dengan itu, Gubernur Khofifah mengajak generasi muda tidak hanya menjadi pengguna batik, tetapi juga ikut menjadi bagian dari proses pelestariannya. Anak muda dapat terlibat melalui pembelajaran membatik, pengembangan desain, dokumentasi cerita para perajin, hingga promosi melalui berbagai platform digital.
Load more