Operasi SAR Hari Kedua, Penyelam Hilang di Perairan Kalibuntu Belum Ditemukan
- tvOne - wawan Sugiarto
Probolinggo, tvOnenews.com – Upaya pencarian Ismail (58), penyelam yang dilaporkan hilang saat mengevakuasi korban di sekitar bangkai kapal karam di Perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, kembali dilakukan Jumat (2/10). Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai unsur untuk menyisir lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi I Made Oka Astawa mengatakan pencarian dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan SRU I melakukan penyelaman di sekitar titik lokasi kejadian.
Sementara SRU II mencari secara visual di permukaan laut menggunakan perahu nelayan dan rubber boat milik BPBD Kabupaten Probolinggo.
Pencarian di permukaan laut dilakukan menggunakan pola parallel search pattern dengan cakupan area sekitar 4 Nm². Namun, hingga proses pencarian berakhir dan dilakukan debriefing pada pukul 17.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan.
“Hari ini tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian secara maksimal dengan metode penyelaman di sekitar lokasi kejadian serta pencarian visual di permukaan laut. Namun hingga pelaksanaan debriefing pada pukul 17.00 WIB, korban masih belum ditemukan,” ujar Oka.
Dalam operasi pencarian hari kedua, sebanyak 53 personel dari berbagai unsur dilibatkan. Mereka terdiri dari Tim Rescue Kantor SAR Banyuwangi, TNI AL, Polri, TNI AD, BPBD Kabupaten Probolinggo, Dishub, Dinas Perikanan, Tagana, relawan penyelam, komunitas rescue, keluarga korban, hingga nelayan setempat.
Ismail diketahui merupakan warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo yang dinyatakan hilang pada Kamis siang kemarin. Tim SAR gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan operasi pencarian pada Sabtu (3/10) mulai pukul 06.30 WIB.
“Kami berharap kondisi cuaca dan situasi di lapangan mendukung pelaksanaan pencarian sehingga korban dapat segera ditemukan. Seluruh unsur SAR akan terus berkoordinasi dan melakukan evaluasi terhadap strategi pencarian,” ungkap Oka. (wso/ias)
Load more